Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 97 ~ Menuju Markas bandit Gunung Tiga Dewa.


__ADS_3

.


.


Fan Lao kemudian langsung mendekati paman Jiu Li .


'' Selamat pagi paman Jiu Li...'' ucap Fan Lao ramah .


'' Selamat pagi juga tuan muda Fan Lao...''


'' Sekarang paman pimpinlah jalan ke sana , nanti aku akan mengikuti paman di belakang....'' ucap Fan Lao .


'' Iya tuan muda Fan Lao....'' ucap bandit Jiu Li sangat senang , karena Fan Lao akhirnya mau ikut ke markas Bandit Gunung Tiga Dewa.


Kemudian mereka berdua langsung mengeluarkan roh beladiri mereka masing masing.


Bandit Jiu Li langsung menaiki roh beladiri Harimau putih lalu berlari menuju hutan tempat markas bandit Gunung Tiga Dewa , sedangkan Fan Lao mengikutinya di belakang sambil menaiki Roh Beladiri Kelelawar Api .


'' Lang Ying, nanti jika aku bertarung dengan mereka kamu selalu berjaga lah di belakang ku , tugasmu adalah untuk mencegah jika mereka ada yang kabur dari pertarungan...'' ucap Fan Lao .


'' Kamu tenang saja Fan Lao , aku tidak akan ikut campur dalam pertarungan mu . Karena ini adalah saatnya kamu melatih tehnik bertarung mu agar kamu semakin menjadi kuat...'' ucap Lang Ying.


'' Terima kasih kamu sudah mau mengerti dan menasihati ku agar aku menjadi semakin kuat , apakah Kekuatanku sekarang masih belum melampaui mu...?''


'' Belum Fan Lao, kurang sedikit lagi kamu akan melampaui ku...'' ucap Lang Ying.


'' Aku sangat salut dengan kekuatanmu , karena ternyata kekuatan ku masih belum bisa menandingi kekuatanmu . Aku saja yang memiliki kekuatan sejauh ini sudah cukup puas , apalagi jika aku memiliki kekuatan sama sepertimu...'' ucap Fan Lao.


'' Kita nikmati saja , lama lama kekuatanmu pasti juga akan meningkat seiring berjalannya waktu....'' ucap Lang Ying .


Setelah satu jam berlalu paman Jiu Li ternyata belok kiri di tempat waktu itu Fan Lao menghancurkan plakat Kuil Mistik Api , Fan Lao sedikit curiga dengan paman Jiu Li ini .


Seharusnya dia melewati jalan lain agar para bandit ini tidak mengetahui kalau mereka akan datang ke sana .

__ADS_1


Tapi Fan Lao tidak terlalu memikirkannya karena tujuannya adalah untuk mengobrak-abrik markas bandit ini agar tidak terus meraja lela menculik manusia yang akan menuju kuil Mistik Api.


Setelah 30 menit berlalu paman Jiu Li mengajak berhenti di sebuah tebing .


'' Tuan muda Fan Lao , itu adalah markas bandit Gunung Tiga Dewa yang telah menculik istriku...'' ucap paman Jiu Li sambil menunjuk ke sebuah goa yang ada di tebing bebatuan .


'' Paman mundur lah...''


Kemudian paman Jiu Li langsung berlari ke dalam goa tidak mau menuruti intruksi dari Fan Lao,


Fan Lao sedikit bingung melihat apa yang di lakukan oleh paman Jiu Li ,


Tapi setelah paman Jiu Li telah masuk ke dalam Gua , kemudian ada 5 orang yang langsung keluar dari dalam goa .


Fan Lao sangat berhati hati dengan salah satu bandit yang keluar dari dalam goa , karena bandit ini memiliki kekuatan di tingkat Dou Yin tahap 8 sama dengan dirinya.


Bandit ini mengunakan pusaka Cakar dari besi yang ada di kedua tanganya , Fan Lao yakin dia adalah ketua bandit dan cakar itu adalah pusaka yang di gunakan untuk menyerap kekuatan orang lain.


Fan Lao kemudian langsung melompat dari punggung Roh Beladiri Kelelawar Api , Fan Lao jadi mengerti sekarang ternyata paman Jiuli adalah anggota kelompok bandit ini .


'' Kau jangan hanya besar mulut saja bocah tengik , kau harus bertanggung jawab atas tindakan mu karena kau telah membunuh anggota ku dan membunuh alkemis Han Feng...'' ucap ketua bandit Han Yuan .


'' Apa hubungan mu dengan alkemis penipu itu , apakah kau ingin mengikuti jejak alkemis Han Feng yang sudah menikmati hidup di neraka dengan damai....?'' ucap Fan Lao memprovokasinya .


'' Hahaha , sepertinya yang akan pergi ke neraka adalah dirimu , coba lihat sekeliling mu...?'' ucap ketua bandit Han Yuan.


Satu persatu para bandit langsung menampakkan diri mereka yang muncul dari semak semak belukar yang ada di kanan kiri Fan Lao , jadi sekarang Fan Lao di kepung layaknya seorang pencuri .


Tapi Fan Lao tidak gentar sedikitpun , karena ini adalah saatnya pembuktian diri agar ketrampilan bertarungnya semakin kuat .


'' Ternyata kalian semua adalah para pecundang pecundang yang beraninya hanya main keroyok saja , tapi aku sangat senang jika kalian semua mengeroyokku karena masalahku di sini akan semakin cepat selesai . Apalagi masih banyak urusan yang harus aku selesaikan....'' ucap Fan Lao memprovokasi mereka semua.


'' Kau jangan hanya besar mulut saja , lawanlah 2 bawahanku ini yang setingkat dengan kekuatanmu . Jika kau bisa mengalahkan mereka berdua maka kamu sudah layak bertarung denganku...'' ucap ketua bandit Han Yuan sambil mengintruksikan 2 bawahannya yang ada di sampingnya .

__ADS_1


'' Kenapa hanya mereka berdua , kalian semua majulah bersama-sama . Kalian tenang saja karena aku tidak akan mundur...'' ucap Fan Lao .


Roh Beladiri Kelelawar Api langsung terbang ke atas untuk melihat pertarungan ini dari atas , lalu langsung memgandakan tubuhnya menjadi kecil kecil .


Sedangkan Lang Ying langsung berlari ke jalan yang di lewati tadi untuk menghadang jika ada yang ingin kabur dari sana .


''Kenapa kalian hanya diam saja , apakah aku harus mengajari kalian cara bertarung....'' ucap Fan Lao.


Kemudian kedua bandit yang ada di samping ketua bandit Han Yuan langsung berlari ke arah Fan Lao, karena jika terus di biarkan maka Fan Lao ini ucapannya semakin membuat mereka muak .


Melihat ada 2 bandit yang ingin menyerangnya , kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan Pusaka Tombak Guntur Bumi .


Lalu mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke ujung tombaknya , setelah kedua bandit ini sudah mendekat kemudian Fan Lao langsung menusukkan Pusaka Tombak Guntur Bumi ke arah mereka berdua .


Sehingga ujung Pusaka Tombak Guntur Bumi ini langsung mengeluarkan petir yang langsung menyambar kedua bandit yang ingin menyerang Fan Lao.


Duarrrrr....


Tubuh kedua bandit ini langsung bergetar dan langsung terhempas ke belakang lalu berguling guling di atas tanah.


Melihat rekannya berhasil di kalahkan kemudian semua bandit yang ada di dekat ketua Han Yuan langsung berlari untuk menyerang Fan Lao secara bersama-sama.


Fan Lao langsung menyimpan Pusaka Tombak Guntur Bumi dulu karena melihat ketua bandit ini masih belum mau turun tangan , kemudian Fan Lao langsung mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke telapak tangan nya .


'' Pukulan Tapak Iblis Singa Emas ....''


" Haiyatt..."


Dari pukulan Fan Lao langsung keluar siluet Singa Emas yang langsung terbang ke arah para bandit yang ingin menyerangnya.


.


.

__ADS_1


...[ Bersambung ] ™...


__ADS_2