
.
.
Setelah Fan Lao menunjukan kekuatan nya kemudian Patriak Xing Fu langsung membuka percakapan lagi .
" Tuan muda Fan Lao , mereka berenam sudah setuju jika tuan muda Fan Lao yang menjadi komandan pasukan ini . Sekarang katakanlah apa syarat dan peraturan yang tuan muda Fan Lao inginkan di dalam kelompok ini..." ucap Patriak Xing Fu.
" Peraturan dan syarat nya masih sama seperti yang di katakan oleh saudara Xing Luan tadi , kita harus saling membantu dan saling terbuka di dalam sebuah kelompok ini . Tapi jika aku melihat kalian melakukan kesalahan maka aku akan langsung menegurnya , begitu juga jika aku salah maka kalian silahkan langsung mengingatkanku ..." ucap Fan Lao .
Mereka berenam langsung menganguk tanda setuju dengan kepemimpinan Fan Lao .
" Aku sangat senang mendengar tuan muda Fan Lao menjadi pemimpin kelompok ini , aku sangat penasaran dengan tehnik Angin Pengendali Waktu milik tuan muda Fan Lao . Bisakah tuan muda Fan Lao menunjukan tehnik itu kepada kami semua yang ada di sini...?'' ucap Patriak Xing Fu.
" Bisa Patriak , siapa di antara kalian berenam yang memiliki tehnik jarak jauh . Karena tehnik Angin Pengendali Waktu ini sangat cocok jika di gunakan untuk menghalau serangan yang di kendalikan dari jauh...? ucap Fan Lao sambil berdiri.
" Saudara Xiao Duan, kamu silahkan mencobanya karena kamu memiliki tebasan pedang jarak jauh..." ucap tuan muda Xing Luan .
Kemudian tuan muda Xiao Duan langsung berdiri sambil mengeluarkan pedangnya , karena di sana hanya dirinya saja yang memiliki tehnik serangan jarak jauh.
" Sekarang saudara Xiao Duan silahkan menyerang ku jika aku sudah berada di bawah pohon itu , nanti saudara Xiao Duan juga boleh menyerangku dengan bertubi tubi . Karena nantinya akan semakin terlihat kegunaan tehnik ku ini ..." ucap Fan Lao sambil menunjuk ke sebuah pohon yang ada di sana.
" Iya saudara Fan Lao silahkan..." ucap tuan muda Xiao Duan .
" Nanti kalian sedikit menjauh lah dari sini , agar tidak terkena terpaan angin yang akan aku keluarkan..." ucap Fan Lao .
Kemudian Fan Lao langsung berjalan ke pohon yang dia tunjuk tadi , sesampainya di bawah pohon lalu Fan Lao berbalik badan sambil mengalirkan douqi ke dalam Artefak Angin Pengendali Waktu.
Sedangkan Patriak Xing Fu dan kelima rekan Fan Lao langsung menjauh dari untuk melihat dari jauh.
__ADS_1
Melihat Fan Lao sudah ada di bawah pohon kemudian tuan muda Xiao Duan langsung mengalirkan Douqi nya ke ujung pedangnya , lalu menebaskan berkali kali ke arah Fan Lao .
Sehingga dari tebasan pedang tuan muda Xiao Duan keluar siluet bulan sabit yang sangat banyak menerjang ke arah Fan Lao , setelah siluet bulan sabit ini hampir menerjang tubuhnya kemudian Fan Lao langsung mengibaskan tangannya .
Dari kibasan tangan Fan Lao keluar hembusan angin yang sangat kencang langsung bertabrakan dengan siluet bulan sabit dan tubuh tuan muda Xiao Duan juga terkena terpaan angin ini .
Sehingga Siluet Bulan sabit dan tubuh tuan muda Xiao Duan langsung berhenti seketika , kemudian Fan Lao langsung berlari untuk menghindari serangan siluet bulan sabit yang berhenti ini.
Lalu berdiri di hadapan tuan muda Xiao Duan sambil menghunuskan pedangnya.
Setelah 30 detik berlalu waktu di sana berjalan kembali , sehingga siluet bulan sabit langsung menerjang ke pohon yang ada di belakang Fan Lao tadi .
Tuan muda Xiao Duan sangat terkejut melihat tiba tiba tuan muda Fan Lao sudah ada di hadapannya dan telah berhasil menghindari serangannya , karena setelah terkena terpaan angin tadi tubuhnya langsung terdiam tidak bisa bergerak sama sekali .
Bahkan tuan muda Xiao Duan juga tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di sana , dia sampai sekarang masih penasaran karena belum melihat secara langsung tehnik Angin Pengendali Waktu milik tuan muda Fan Lao ini .
Patriak Xing Fu dan kelima teman Fan Lao sangat terkesan melihat tehnik Angin Pengendali Waktu ini , karena tehnik ini sunguh sangat luar biasa .
" Sekarang giliran kalian berlima yang menyerang saudara Fan Lao ini , karena aku tadi belum melihat kehebatan tehnik Angin Pengendali Waktu milik saudara Fan Lao ini..." ucap tuan muda Xiao Duan.
" Sepertinya saudara Xiao Duan sangat penasaran , memangnya tadi apa yang saudara Xiao Duan rasakan setelah terkena terpaan angin yang aku keluarkan tadi...?" tanya Fan Lao.
" Aku tadi tidak merasakan apa apa , karena yang aku tahu tiba tiba saudara Fan Lao sudah ada di hadapanku sambil menghunuskan pedang..." ucap tuan muda Xiao Duan.
" Baiklah kalau begitu , sekarang kalian berlima silahkan menyerangku bersama sama . Agar saudara Xiao Duan ini tidak penasaran lagi , nanti aku ingin kalian menyerang ku dengan jarak dekat . Karena aku ingin melihat seperti apakah tehnik ini jika di gunakan untuk menghalau serangan jarak dekat..." ucap Fan Lao .
Kemudian kelima rekan Fan Lao langsung mengeluarkan pusaka mereka masing dan menjaga jarak dengan Fan Lao hingga 10 meter .
Sedangkan tuan muda Xiao Duan langsung menjauh dari sana untuk bergabung dengan Patriak Xing Fu agar bisa melihat tehnik serangan ini .
__ADS_1
Setelah tuan muda Xiao Duan sudah menjauh kemudian kelima rekan Fan Lao langsung berlari sambil bersiap menusukan tombak dan menebaskan pedang mereka .
Fan Lao langsung mengibaskan tangannya ketika mereka berlima sudah berjarak kurang lebih 3 meter .
Dari kibasan tangan Fan Lao keluar Angin yang berhembus sangat kencang langsung menerpa tubuh mereka berlima .
Sehingga tubuh mereka berlima langsung berhenti seketika , melihat tubuh mereka sudah berhenti kemudian Fan Lao langsung berjalan memutar untuk menghindari tusukan tombak dan tebasan pedang mereka berlima .
Setelah 30 detik berlalu mereka berlima langsung sadar kembali , sehingga tusukan dan tebasan pedang mereka berlima menyerang tempat kosong karena Fan Lao telah berpindah di tempat Patriak Xing Fu berada.
Lalu mereka berlima menyimpan pusaka mereka masing masing , kemudian berjalan ke tempat Patriak Xing Fu.
Tuan muda Xiao Duan sangat lega setelah melihat secara langsung tehnik Angin Pengendali Waktu milik tuan muda Fan Lao .
Setelah mereka telah selesai melihat tehnik milik tuan muda Fan Lao kemudian Patriak Xing Fu langsung mengajak mereka berdiskusi lagi .
" Apakah kalian hari ini sudah siap menjalankan misi pertama pasukan khusus Serigala Malam...?'' tanya Patriak Xing Fu.
" Kami semua sudah siap Patriak...'' ucap mereka bertujuh serempak .
" Setelah ini atau besok pagi kalian bisa langsung pergi ke desa kecil yang ada di bawah pegunungan salju berkabut , karena akhir akhir ini aku mendapat laporan bahwa desa desa yang ada di sana sering di serang oleh Iblis mengunakan Monster Cacing iblis Pelahap jiwa . Aku ingin kalian membantu para pasukan Hanter yang ada di sana untuk membunuh Monster Cacing iblis Pelahap jiwa, tapi misi kalian yang sebenarnya adalah menangkap para iblis yang mengendalikan monster ini..." ucap Patriak Xing Fu sambil memberikan sebuah peta tempat desa yang di serang oleh iblis kepada Fan Lao .
Tuan muda Wei Hong sangat terkejut mendengar berita ini , karena dirinya berasal dari salah satu desa kecil yang ada di lereng pegunungan salju berkabut.
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1