
.
.
Roh Beladiri Kelelawar Api terbang menuju kuil Mistik Api dengan kecepatan sedang saja , karena Fan Lao ingin menunggu para bandit ini keluar.
Tadi Fan Lao sengaja mematahkan penunjuk arah karena Fan Lao ingin orang yang mengawasi dirinya mau keluar dari tempat persembunyiannya .
Setelah 10 menit berlalu Fan Lao samar-samar merasakan ada aura yang mengikutinya dengan sangat cepat , sehingga Fan Lao mengitruksikan Roh Beladiri Kelelawar Api untuk berhenti .
Kemudian Fan Lao langsung melompat dari punggung Roh Beladiri Kelelawar Api .
'' Kalian berdua sekarang bersembuyilah , nanti jika aku membutuhkan bantuan kalian maka kalian harus cepat keluar....''
'' Iya Fan Lao aku mengerti...'' ucap Lang Ying.
Kemudian Lang Ying langsung melompat ke semak semak belukar , sedangkan Roh Beladiri Kelelawar Api menggandakan tubuhnya menjadi kecil kecil .
Lalu bergelantungan di dahan pohon yang ada sekitar Fan Lao berada.
Fan Lao kemudian mengeluarkan Pedang Darah Surgawi, lalu mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke ujung pedangnya hingga berbentuk melingkar .
Dari kejauhan Fan Lao melihat ada 5 orang berpakaian hitam dengan memakai topeng berbentuk tengkorak yang menaiki siluman Rajawali sedang terbang mendekatinya .
Setelah sudah dekat kemudian 4 bandit ini langsung menghadang jalan Fan Lao ke arah Kuil Mistik Api , sedangkan satu bandit lagi tetap terbang di atas .
Fan Lao melihat pemimpin kelompok ini memiliki kekuatan di tingkat Dou Lang tahap 9 sama dengan dirinya , sedangkan keempat bawahannya memiliki kekuatan di tingkat Dou Lang tahap 8 .
'' Siapa kalian ini dan apa salahku hingga kalian menghadang ku di sini ...?'' ucap Fan Lao berpura pura sedikit ketakutan .
'' Apakah kau tidak sadar telah merusak pekerjaan kami dengan menghancurkan penunjuk arah milik kami...?''
'' Aku sadar ketika menghancurkan penunjuk arah menyesatkan itu , jadi kalian adalah orang yang membuat penunjuk arah itu . Kalau begitu aku minta maaf sebesar-besarnya atas tindakanku tadi , aku akan membayar kompensasinya kepada kalian atas kecerobohan ku merusak pekerjaan kalian ...'' ucap Fan Lao bernegosiasi agar mereka senang dulu.
'' Baguslah kalau kau sadar diri , sekarang lepaskan cincin penyimpan yang kau gunakan itu...''
'' Tidak bisa senior , aku hanyalah menghancurkan penunjuk arah dari kayu . Kenapa kompensasinya terlalu mahal , kalau begitu kita bertarung saja di sini . Karena aku menabung koin emas ini hanya demi mewujudkan keinginanku bermeditasi di Kuil Mistik Api...''
'' Dasar bocah ten*ik , kalau begitu ku harap kau tidak akan menyesali keputusan mu....'' ucap pemimpin bandit ini sambil mengitruksikan para bawahannya untuk menyerang Fan Lao .
Kemudian keempat bandit yang ada di hadapan Fan Lao langsung berlari sambil bersiap menebaskan pedang mereka .
Fan Lao kemudian ikut berlari sambil bersiap menebaskan pedangnya.
Setelah sudah dekat dengan mereka berempat kemudian Fan Lao langsung melompat sambil menebaskan pedangnya .
__ADS_1
" Tebasan Pembelah Lautan..."
" Haiyatt...."
Keempat bandit ini langsung menangkis pedang tebasan pedang Fan Lao untuk melindungi kepala mereka.
Duarrrrr....
Mereka berempat sangat terkejut dengan kekuatan pedang pemuda ini , karena tebasan pedangnya bisa mengeluarkan daya kejut dan getaran yang sangat luar biasa .
Sehingga pedang mereka berempat langsung terlepas dari genggaman tangan mereka masing , karena tangan mereka langsung kebas tidak bisa di gerakkan lagi .
Kemudian Fan Lao dengan cepat langsung menusuk salah satu dari mereka tepat di dadanya .
Jlebbb...
'' Arghhhhh....''
Tusukan pedang Fan Lao menusuk dengan telak tepat di jantung bandit ini , karena bandit ini tadi masih terkejut sehingga tidak sempat menghindarinya .
Kemudian Fan Lao langsung melepaskan pedang darah Surgawi , karena pedang Darah Surgawi masih menyerap darah bandit ini .
Saat itu juga siluman rajawali tungangan mereka berempat satu persatu terjatuh di atas permukaan tanah , karena Roh Beladiri Kelelawar Api telah membakarnya.
Sehingga 3 bandit yang tersisa langsung hilang konsentrasi melihat hewan tunggangan mereka telah terbakar .
" Pukulan Penghancur Tulang...''
" Haiyatt..."
Duarrrrr....
Cruatt...
Kepala bandit yang terkena pukulan Fan Lao ini langsung hancur seketika .
Pemimpin kelompok bandit ini dengan cepat langsung mengeluarkan sebuah jala berukuran besar untuk menangkap Fan Lao , karena pemimpin bandit ini sangat murka melihat kedua bawahannya telah mati di tangan pemuda yang dia remehkan .
Jala berukuran besar ini dengan cepat langsung mengurung tubuh Fan Lao dan kedua bandit yang berhadapan dengan Fan Lao.
'' Hahaha... Akhirnya kau tertangkap juga bocah ten*ik sialan , kau juga harus mati seperti para saudara saudara ku ini....'' Ucap pemimpin Bandit ini sambil mengeluarkan pedangnya .
Kemudian pemimpin bandit ini langsung melompat dari punggung Siluman Rajawali sambil bersiap menebaskan pedangnya ke arah Fan Lao .
Melihat pemimpin kelompok bandit ingin menyerangnya kemudian Fan Lao langsung menusukkan tombak Guntur Bumi yang sudah di aliri Douqi dari artefak Yunzhen ke arah pemimpin Kelompok Bandit ini .
__ADS_1
Sehingga tusukan tombak Guntur Bumi dan tebasan pedang pemimpin bandit ini langsung beradu .
Duarrrrr...
Pedang pemimpin Bandit ini langsung terlepas dan tubuhnya langsung bergetar dengan hebat , karena ujung tombak Guntur Bumi mengeluarkan kilatan petir yang menyambar tubuhnya dan getaran yang membuat tubuhnya hilang keseimbangan .
Sehingga tubuh pemimpin kelompok bandit langsung terjatuh ke tanah , saat itu juga Roh Beladiri Kelelawar Api langsung membakar tubuh siluman Rajawali yang tersisa .
Sehingga siluman Rajawali yang tersisa langsung hangus terbakar dan jatuh menimpa tubuh pemimpin kelompok bandit .
Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung membakar jala yang mengurung tubuh Fan Lao dan kedua bandit yang tersisa .
Kedua bandit yang tersisa langsung menciptakan perisai perlindungan dengan Douqi mereka masing masing untuk melindungi tubuh mereka dari semburan api , kedua bandit ini telihat sangat ketakutan di balik perisai perlindungan mereka .
Karena rekan rekannya sudah mati dan pemimpin mereka telah kalah meskipun belum mati.
Setelah jala ini sudah terbakar habis kemudian Fan Lao langsung berlari ke arah pemimpin bandit tadi yang sedang berusaha berdiri .
'' Jangan kabur kau baji*gan teng*k...'' ucap Fan Lao sambil melemparkan Pusaka Tombak Guntur Bumi .
Sehingga Pusaka Tombak Guntur Bumi melesat dengan sangat cepat ke arah pemimpin bandit yang ingin kabur dari sana.
Pusaka Tombak Guntur Bumi ini menusuk dengan telak ke punggung pemimpin kelompok bandit ini , karena kondisi tubuh pemimpin bandit ini belum stabil akibat terkena sambaran petir tadi.
Clapp...
Duarrrrr....
'' Arghhhhh....''
Punggung pemimpin kelompok bandit ini langsung hancur lalu mati seketika .
Kemudian Fan Lao langsung berlari ke tempat kedua bandit yang masih tersisa sambil mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen , lalu melapisi kepalan tangannya hingga membentuk melingkar.
Sesampainya di dekat kedua bandit ini kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan pukulan terkuatnya.
" Pukulan Penghancur Tulang...''
" Haiyatt..."
Duarrrrr....
Cruatt....
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung...