Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 248 ~ Kembali ke Asosiasi Gunung Huangshan.


__ADS_3

.


.


Keesokan harinya Fan Lao dan rekan rekan bangun pagi seperti biasanya , mereka bangun pagi seperti apa yang di katakan oleh Fan Lao kemarin malam .


Lalu mereka berkumpul di lantai 1 di dekat meja resepsionis, tuan muda Shen Lin langsung membayar biaya menginap mereka .


Tapi nona Lan Zhi Ya menolaknya , karena tuan muda Yun Xiang sudah berpesan kepadanya agar tidak menerima biaya sewa dari rekan rekan nya ini .


" Nona Lan Zhi Ya, kalau begitu kami semua mohon pamit untuk kembali ke Asosiasi Gunung Huangshan. Nanti sampaikan salam kami kepada saudara Yun Xiang , sampai jumpa di lain waktu..." ucap Fan Lao .


'' Iya tuan muda Fan Lao , berhati-hatilah...'' ucap nona Lan Zhi Ya ramah.


Kemudian mereka berenam langsung keluar dari penginapan , lalu berjalan ke barat menuju gerbang barat kota Yunnan .


Setelah keluar dari gerbang barat kota Yunnan, kemudian mereka langsung mengeluarkan roh beladiri mereka masing masing .


Lalu melompat untuk menaikinya dan terbang ke arah barat menuju ibukota kekasaran Xing .


Mereka terbang dengan kecepatan penuh agar cepat sampai di Asosiasi Gunung Huangshan .


Setelah 8 jam berlalu akhirnya mereka telah tiba di perbatasan wilayah kekaisaran Xing , perjalanan mereka tadi sangat lancar karena tidak ada halangan sama sekali .


Mereka terus terbang menyisiri hutan yang ada di sebelah selatan ibukota , karena hutan ini terhubung langsung dengan Asosiasi Gunung Huangshan.


Sesampainya di Asosiasi Gunung Huangshan mereka langsung mendarat di depan Aula Patihan khusus , lalu duduk bersama di gazebo yang ada di depan aula pelatihan .


Lalu mereka langsung berdikusi bersama di sana .

__ADS_1


" Apa rencana saudara Wei Hong dan saudara Xiao Duan dengan kekasih kalian , aku memiliki saran kepada kalian berdua agar meminta waktu libur sebentar . Karena kalian berdua harus segera melamar kekasih kalian berdua..." ucap Fan Lao .


" Iya saudara Fan Lao , sebelumnya aku juga memiliki rencana seperti itu . Tapi nanti saudara Fan Lao saja yang mengatakan kepada Patriak Xing Fu , karena aku sedikit sungkan untuk mengatakan masalah ini..." Ucap tuan muda Xiao Duan.


" Iya tidak apa apa , nanti aku yang akan mengatakan kepada Patriak Xing Fu. Semoga saja tidak ada misi yang sangat mendesak , tapi seandainya ada kalian berdua bisa tetap libur . Karena kami berempat nanti yang akan menjalankan misi nya...'' ucap Fan Lao .


'' Semoga saja tidak ada misi khusus , agar kalian semua bisa beristirahat sejenak . Karena kami berdua tidak enak hati jika kalian berempat menjalan misi sendiri...'' ucap tuan muda Xing Luan .


Di sela sela perbincangan mereka Patriak Xing Fu datang ke sana sambil tersenyum ramah kepada mereka , lalu Fan Lao mempersilahkan Patriak Xing Fu untuk duduk bersama di gazebo .


Patriak Xing Fu sedikit bertanya tanya melihat mereka hanya berenam saja , karena tidak melihat keberadaan tuan muda Xing Luan .


'' Patriak Xing Fu tahu saja kalau kami sudah kembali ke sini , rencananya besok kami akan menemui mu seperti biasanya...'' ucap Fan Lao.


'' Tadi banyak Murid yang mengatakan kepadaku , sehingga aku langsung ke sini . Bagaimana hasil misi kalian , apakah ada masalah . Terus di mana teman kalian satunya lagi...?'' tanya Patriak Xing Fu.


'' Jadi ayahnya telah meninggal , aku turut berduka cita atas meninggalnya ayah tuan muda Yun Xiang . Kalau boleh tahu kalian mendapat masalah apa saat menjalankan misi ini , ceritakan lah kepadaku agar aku bisa membantu kalian ...'' ucap Patriak Xing Fu.


Kemudian Fan Lao langsung menceritakan mulai dari awal saat menjalankan misi penculikan ini , ternyata kelompok penculik ini senjata utamanya adalah mengunakan Racun ilusi Kegelapan.


Sehingga penculik ini sangat mudah ketika menjalankan aksinya , karena gadis yang mereka culik langsung lemah dan tidak bisa melihat sehingga para penculik ini sangat mudah membawa tubuh para gadis ini.


Mereka menjalankan aksi penculikan ini saat malam hari , lalu mereka menyembuyikan para gadis ini di sebuah ruang bawah tanah yang ada di bawah reruntuhan desa Anming .


Fan Lao juga menceritakan cara menyelidiki tempat penculik ini di mana menyembuyikan para gadis yaitu dengan roh beladiri nya yang mengikuti kelompok penculik ini , sehingga mereka bisa menemukan tempat persembunyiannya dan menangkap para penculik ini .


Ternyata ruang bawah ini terhubung langsung dengan beberapa tempat yaitu rumah bordil Mawar Hitam yang ada di kota Beiwang , markas bandit Gurun Emas dan paviliun Youzui di kota Yunnan .


Paviliun Youzui ini adalah toko obat milik klan Yun , ternyata Patriak Yun Zhen atau ayah dari tuan muda Yun Xiang ini terlibat dengan penculikan ini bersama dia orang lainnya yaitu pemilik rumah bordir Mawar Hitam dan seorang wanita .

__ADS_1


'' Tunggu tunggu , apakah kalian yang membunuh ayah tuan muda Yun Xiang...?'' tanya Patriak Xing Fu penasaran .


'' Benar Patriak , aku yang membunuhnya . Karena itu adalah permintaanya sendiri , waktu itu aku akan menyerahkan Patriak Yun Zhen ke istana kekaisaran Xing. Tapi dia sendiri yang meminta di bunuh saat itu juga , agar nama klan Yun dan keluarganya tidak menanggung malu atas perbuatannya...'' ucap Fan Lao .


'' Aku yakin kamu pasti sangat bimbang saat ingin membunuh Patriak Yun Zhen, karena dia adalah ayah dari teman mu sendiri...'' ucap Patriak Xing Fu.


'' Ya begitulah , tapi ini harus aku lakukan karena kami tidak boleh pandang bulu . Seandainya kesalahan Patriak Yun Zhen tidak terlalu berat mungkin kami masih bisa memberinya kesempatan kedua , tapi karena ini kasusnya berbeda yang menyangkut masa depan para gadis gadis . Sehingga aku dengan sangat terpaksa langsung mengeksekusi nya ...'' ucap Fan Lao.


Patriak Xing Fu sangat kagum mendengar ketegasan Fan Lao.


Lalu Fan Lao berlanjut menceritakan mengenai saat saat mereka membebaskan para gadis gadis yang ada di dalam kamar , Fan Lao juga menceritakan apa yang mereka lihat di sana .


Yaitu melihat pria hidung belang yang sedang menikmati tubuh para gadis gadis korban penculikan ini , Fan Lao menceritakan bagaimana reaksi para pria hidung belang ini saat menikmati tubuh para gadis ini .


Sehingga patriak Xing Fu langsung tersenyum masam kepada Fan Lao , karena Fan Lao tidak seharusnya menceritakan masalah ini kepadanya .


Membuat Patriak Xing Fu menjadi canggung dan merasa bersalah kepada mereka semua , karena seharunya yang menyelesaikan masalah ini adalah para anggota yang sudah menikah agar mereka tidak melihat kejadian ini .


Fan Lao langsung tersenyum di dalam hati melihat Patriak Xing Fu sangat sungkan kepadanya , Fan Lao sengaja menceritakannya agar kedua temannya ini nanti di beri waktu libur untuk melamar dan menikahi kekasih mereka .


Karena setelah melihat kejadian itu bisa di jadikan alasan mereka untuk segera menikah .


Kemudian Fan Lao berlanjut menceritakan mengenai rumah bordil Mawar Hitam di kota Beiwang , ternyata yang mendirikan rumah bordil Mawar Hitam ini dulunya adalah alkemis muda dari Asosiasi Gunung Huangshan.


.


.


...[ Bersambung ] ™...

__ADS_1


__ADS_2