
.
.
Fan Lao dan rekan rekannya sangat geram karena para gadis gadis ini masih memiliki masa depan yang sangat panjang , mereka bertujuh tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan gadis yang telah kehilangan kesuciannya ini .
Pasti kedepannya para gadis ini akan kesulitan untuk menikah , karena satu satu nya segel gadis nya yang di persembahkan untuk sang suami telah menghilang.
Fan Lao juga sudah pernah melihat bagaimana reaksi nona Xing Zhie setelah efek racun Afrodisiak telah menghilang , waktu itu nona Xing Zhie sangat terpukul dan seperti ingin memakan Fan Lao hidup hidup.
'' Kami akan menjalankan misi ini , tapi sepertinya aku harus menemui yang mulia Kaisar Xing Shan dulu sebelum menjalankan misi ini . Karena aku harus mencari informasi dulu kepadanya....'' ucap Fan Lao .
'' Iya aku mengerti , sekali lagi terima kasih banyak kalian semua sudah bersedia menjalankan misi ini . Tentu kalian sebagai seorang laki laki pasti sudah tahu bagaimana perasaan gadis gadis yang menjadi korban penculikan ini...'' ucap patriak Xing Fu.
'' Aku sebagai satu satunya wanita di sini sangat senang melihat kalian semua mau menjalankan misi ini , karena para gadis korban penculikan ini sangat membutuhkan bantuan kita...'' ucap tetua Liu Ruxu.
'' Iya senior Liu Ruxu, kami semua juga bisa merasakannya...'' Ucap Fan Lao .
'' Ini nanti bagilah dengan anggota kelompok kalian , karena kalian pasti membutuhkan koin emas saat menjalankan misi untuk membeli makan dan menyewa penginapan...'' ucap Patriak Xing Fu sambil memberikan gulungan peta dan cincin penyimpan berisi koin emas kepada Fan Lao .
'' Terima kasih banyak Patriak Xing Fu , apakah sudah tidak ada lagi yang ingin di sampaikan kepada kami ini...'' tanya Fan Lao sambil menyimpan cincin peyimpanan dan peta itu .
'' Untuk saat ini aku masih belum bisa membuatkan kalian Racun ilusi Kegelapan , mungkin jika kalian telah kembali dari misi ini maka kami akan memberikan racun itu...'' ucap alkemis Lian Sheng .
'' Senior Lian Sheng tenang saja karena aku masih memiliki beberapa butir , kurasa itu masih lebih dari cukup . Apakah ada yang ingin di sampaikan oleh teman teman selagi kita masih di sini...?'' tanya Fan Lao kepada rekan rekannya.
'' Sudah tidak ada saudara Fan Lao , kami sudah tidak memiliki pertanyaan lagi...'' Ucap tuan muda Xing Luan.
'' Baiklah kalau begitu kami semua mohon pamit untuk menjalankan misi ini...'' ucap Fan Lao .
'' Iya silahkan....''
__ADS_1
Kemudian Fan Lao dan rekan rekannya langsung berdiri , lalu keluar dari aula .
Fan Lao mengajak rekan rekannya berdiskusi dulu di gazebo , karena Fan Lao harus membagi koin emas tadi dengan rekan rekannya.
Sesampainya di depan Aula Pelatihan Khusus kemudian mereka semua langsung duduk di gazebo , lalu Fan Lao mengeluarkan gulungan peta dan cincin penyimpanan pemberian Patriak Xing Fu tadi di hadapannya .
'' Saudara Juan Jiang , silahkan di hitung isi di dalam cincin itu...'' ucap Fan Lao .
'' Saudara Fan Lao saja yang menghitungnya , karena kami semua sudah percaya dengan saudara Fan Lao...'' ucap tuan muda Juan Jiang.
'' Saudara Juan Jiang harus menghitung nya juga , apakah saudara Juan Jiang tidak takut jika aku bohongi . Kedepannya aku ingin saudara Yuan Jiang yang memegang koin emas untuk keperluan kelompok kita , karena nantinya kalian akan memiliki tugas masing masing....'' ucap Fan Lao .
'' Baiklah kalau begitu...''
Kemudian tuan muda Juan Jiang langsung mengambil cincin penyimpanan itu , lalu melihat isinya .
'' Cincin penyimpanan ini berisi 10 ribu koin emas saudara Fan Lao....'' ucap tuan muda Juan Jiang .
'' Iya saudara Fan Lao , apalagi saudara Wei Hong ini . Karena dia membutuhkan koin emas untuk melamar nona Jiu Jizi...hehehe...'' ucap tuan muda Xing Luan.
'' Sialan kau saudara Xing Luan , kau jangan ikut ikutan saudara Fan Lao ini ...'' ucap tuan muda Wei Hong .
'' Tapi menurutku itu memang benar karena saudara Wei Hong memang harus mulai menabung untuk melamar nona Jiu Jizi , kalau begitu kita bagi saja setiap orangnya 1000 keping koin emas. Sisanya nanti untuk kebutuhan kita saat menjalankan misi...'' ucap Fan Lao .
'' Ya kami setuju...'' ucap mereka serempak .
Kemudian mereka langsung memindahkan 1000 koin emas ke dalam cincin penyimpanan mereka masing masing , sedangkan sisanya di simpan oleh tuan muda Juan Jiang.
'' Apakah kalian senang mendapat hadiah ini , apakah menurut kalian masih kurang...?'' tanya Fan Lao .
'' Menurutku sudah cukup saudara Fan Lao , karena sebenarnya di sini kita juga mendapatkan keuntungan lain yaitu sebuah pengalaman...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
__ADS_1
'' Apakah teman teman setuju dengan pendapat saudara Yun Xiang ini...'' tanya Fan Lao .
" Ya , kami semua sangat setuju . Karena jika suatu hari nanti kita sudah menikah , aku yakin kita akan berpisah dan peran kita akan di gantikan oleh para jenius baru . Meskipun kita akan menjalani hidup masing masing tapi kita sudah memiliki pengalaman yang cukup banyak yang bisa di gunakan untuk menata hidup kita lebih baik lagi...'' ucap tuan muda Wei Hong .
'' Hahaha... Ternyata saudara Wei Hong sudah memikirkan sampai sejauh itu , tapi ucapan saudara Wei Hong memang benar . Suatu hari nanti kita pasti akan berpisah , karena kita akan menikah dan pastinya memiliki pekerjaan baru . Seperti saudara Wei Hong ini pasti akan mengantikan ayah nya untuk menjadi kepala desa dan mengurusi penginapan di kota Jiuyi...hehehe....'' ucap Fan Lao terkekeh .
Semua rekan rekan Fan Lao juga ikut terkekeh melihat saudara Fan Lao ini memuji saudara Wei Hong lalu menggodanya lagi .
Tuan muda Wei Hong hanya bisa tersenyum masam saja melihat rekan rekannya sangat senang melihat dirinya di goda oleh saudara Fan Lao ini .
'' Sekarang kita harus segera berangkat , siapa di antara kalian yang mengerti wilayah timur...?'' tanya Fan Lao .
'' Aku saudara Fan Lao , karena rumahku ada di kota Yunnan di wiyah timur...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
'' Baiklah kalau begitu silahkan di simpan peta ini , nanti setelah kita bertemu dengan yang mulia kaisar Xing Shan. Maka kamu yang akan memimpin jalan ke sana....'' ucap Fan Lao .
Kemudian tuan muda Yun Xiang langsung menyimpan peta itu , lalu mereka mengeluarkan roh beladiri mereka masing masing dan menaikinya .
Lalu mereka terbang ke arah timur untuk memutari ibukota kekaisaran Xing ini dulu , kali ini Fan Lao yang memimpin tebang ke sana .
Karena Fan Lao pernah memutari ibukota kekaisaran Xing ini bersama kekasihnya .
Setelah 15 menit berlalu akhirnya mereka sampai di dekat barak militer kekaisaran Xing, kemudian Fan Lao mangajak rekan rekannya mendarat di halaman barak militer.
Karena Fan Lao melihat jendral Lin Langtian sedang melatih para prajurit kekaisaran tehnik Pukulan Penghancur Tulang.
Rekan rekan Fan Lao sedikit terkejut mendengar saudara Fan Lao mengajak mereka mendarat di halaman barak militer, tapi mereka menurut saja karena mereka yakin saudara Fan Lao pasti sudah sering ke sini .
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...