
.
.
'' Jadi kalian sudah di beri tahu oleh jendral Lin Langtian , kalau tehnik itu adalah milikku . salam kenal semuanya....'' ucap Fan Lao.
'' Salam kenal juga tuan muda Fan Lao...'' ucap komandan Liu Cheng .
'' Apakah tadi banyak anggota klan Jiu yang kabur lewat sini...?'' tanya Fan Lao.
'' Benar tuan muda Fan Lao , mereka tadi mengatakan kalau ada pelangan klan Jiu yang mengamuk dan menghancurkan klan mereka . Sehingga mereka semua memilih untuk kabur , tapi selang beberapa saat kami mendapat kabar bahwa klan Jiu ternyata telah melakukan kejahatan dengan cara menjebak pelangannya ke dalam sumur gelap . Karena jendral Xing Liu yang memberitahu kami ke sini..." ucap komandan Liu Cheng .
" Apakah masih ada anggota klan Jiu yang kabur setelah kedatangan Jendral Xing Liu ke sini...?" tanya Fan Lao .
" Masih ada tuan muda Fan Lao , tapi aku tidak menghalangi mereka karena mereka adalah para wanita dan anaknya . Karena aku sangat yakin kalau para wanita ini tidak ikut campur masalah klan..." ucap komandan Liu Cheng .
" Kedatanganku ke sini ingin memberitahu kepada kalian semua untuk selalu waspada , karena aku yakin klan Jiu dalam waktu dekat pasti akan menyerang kekaisaran Xing ini. Karena aku tadi mendapat informasi bahwa para anggota klan Jiu tadi kabur ke wilayah Utara untuk menemui leluhur mereka , hanya itu saja yang ingin aku sampaikan kepada kalian . Jika memang klan Jiu akan menyerang kekaisaran ini maka salah satu dari kalian harus ada yang melapor ke istana..." ucap kaisar Xing Shan.
" Kami mengerti yang mulia..." ucap komandan Liu Cheng .
" Apakah komandan Liu Cheng mengenal anak dan istri Patriak Jiu Heng...?" tanya Fan Lao .
" Aku tidak mengenal mereka , tapi aku mengenal wajah anak Patriak Jiu Heng. Karena dia adalah pemuda yang angkuh dan sering membuat masalah dengan penjaga di sini..." ucap jendral Liu Cheng .
" Apakah komandan Liu Cheng melihat dia lewat gerbang ini...?" tanya Fan Lao .
" Belum tuan muda Fan Lao , karena kami semua belum melihat dia lewat gerbang ini . Mungkin dia terbang dengan roh beladiri nya saat lewat gerbang ini , karena tadi banyak anggota klan Jiu yang terbang di atas gerbang ini bagi yang memiliki roh Beladiri Phoenix..." ucap komandan Liu Cheng .
" Yang mulia kaisar Xing Shan silahkan kembali ke istana kekaisaran Xing, karena aku ingin berdiam di sini sejenak bersama komandan Liu Cheng dan yang lainnya..." ucap Fan Lao .
" Apakah tuan muda Fan Lao ingin memastikan mengenai istri dan anak Patriak Jiu Heng...?" tanya kaisar Xing Shan.
__ADS_1
" Tidak yang mulia karena istri dan anak Patriak Jiu Heng tidak ada sangkut pautnya dengan masalah klan Jiu , aku hanya ingin bersantai saja dengan mereka . Karena paman Xiao Shen tadi masih keluar untuk membeli sesuatu...." ucap Fan Lao .
" Baiklah kalau begitu aku akan kembali ke istana , besok aku menunggu kedatangan tuan muda Fan Lao di istana . Karena para keluarga korban butuh penjelasan dari tuan muda Fan Lao mengenai detail kejadian ini..." ucap kaisar Xing Shan.
" Iya yang mulia , besok akan aku usahakan datang ke sana..." ucap Fan Lao .
" Kalian semua tetap waspada dan selalu mengingat apa yang aku ucapkan tadi..." ucap kaisar Xing Shan.
" Iya yang mulia..." ucap komandan Lin Langtian.
Kemudian kaisar Xing Shan langsung melompat naik ke punggung roh beladiri Phoenix nya , lalu terbang menuju istana kekaisaran Xing.
Setelah kaisar Xing Shan telah pergi kemudian Fan Lao mengisyaratkan para penjaga gerbang agar kembali berjaga lagi , sehingga di sana hanya tinggal Fan Lao dan komandan Liu Cheng saja.
" Aku sangat iri melihat kedekatan tuan muda Fan Lao dan yang mulia Kaisar Xing Shan, tuan muda Fan Lao sungguh sangat beruntung bisa mengambil hati yang mulia Kaisar Xing Shan ..." ucap komandan Liu Cheng .
Fan Lao langsung mengerutkan keningnya mendengar apa yang di ucapkan oleh komandan Liu Cheng ini , karena baru kali ini ada seorang komandan berani berkata seperti itu kepadanya .
" Hehehe , maaf aku hanya bercanda saja jangan di ambil hati . Aku sudah tahu kalau tuan muda Fan Lao memiliki hubungan khusus dengan tuan putri Xing Zhie , karena jendral Lin Langtian pernah bercerita kepadaku mengenai hubungan itu dan sifat tuan muda Fan Lao yang ternyata sangat baik mau membantunya meskipun pernah berselisih..." ucap komandan Liu Cheng .
" Aku kira komandan Liu Cheng memiliki maksud lain berkata seperti itu kepadaku , aku akan berbaik hati kepada orang orang terdekatku dan orang yang membutuhkan bantuanku . Tapi aku akan sangat kejam kapada musuh musuhku..." ucap Fan Lao .
" Iya tuan muda Fan Lao , sekarang mari masuk ke dalam pos penjaga . Karena aku yakin tuan muda Fan Lao pasti memiliki alasan tersendiri berada di sini..." ucap komandan Liu Cheng .
" Iya komandan , aku memang ingin mengali informasi mengenai wilayah Utara . Karena hanya wilayah Utara saja yang belum pernah aku kunjungi..." ucap Fan Lao .
Karena Fan Lao harus mengenal semua wilayah di dalam dimensi iblis ini jika dirinya nanti akan menjadi seorang Kaisar .
" Kalau begitu mari kita ke pos penjaga , nanti silahkan bertanya kepada salah satu bawahanku . Karena dia adalah penduduk asli dari wilayah Utara..." ucap komandan Liu Cheng .
Kemudian Fan Lao langsung mengikuti Komandan Liu Cheng ke pos penjaga , sebelum masuk ke dalam pos penjaga komandan Liu Cheng langsung memanggil salah satu prajurit penjaga .
__ADS_1
Sehingga prajurit penjaga yang di panggil oleh komandan Liu Cheng ini langsung berjalan mendekat , kemudian masuk ke dalam pos penjaga lalu duduk bersama Fan Lao dan komandan Liu Cheng .
" Saudara Wan Lian , tuan muda Fan Lao ini ingin bertanya mengenai wilayah Utara . Jadi ceritakan lah seperti apa wilayah Utara ini , karena tuan muda Fan Lao tidak pernah berkunjung ke sana..." ucap komandan Liu Cheng .
'' Kalau boleh tahu infomasi apa yang tuan muda Fan Lao inginkan mengenai wilayah Utara ini...?'' tanya prajurit Wan Lian .
Kemudian Fan Lao langsung menanyakan apa kebiasaan warga di wilayah Utara , kekuatan klan Jiu di sana dan mengenai mustika siluman Beruang Putih .
Prajurit penjaga Wan Lian langsung menceritakan semua kebiasaan warga di wilayah Utara yaitu mencari tanaman obat dan berburu mustika siluman elemen Es , mereka berburu tanaman obat dan mustika siluman ini di gunung Jingshan dan gunung gunung kecil lainnya .
Gunung Jingshan ini adalah gunung yang paling besar di wilayah Utara , sehingga gunung ini sangat terkenal di sana.
Tapi sayangnya tidak semua orang bisa masuk ke wilayah gunung Jingshan ini , karena gunung Jingshan ini sudah di kuasai oleh klan Jiu.
Jadi jika seseorang yang ingin berburu ke gunung Jingshan harus membayar pajak kepada klan Jiu .
Lalu prajurit Wan Lian berlanjut menceritakan mengenai klan Jiu ini adalah satu satunya klan yang berkuasa di sana .
Sehingga tidak ada yang berani berurusan dengan klan Jiu , karena klan Jiu di sana memiliki kekuatan yang sangat kuat .
Leluhur klan Jiu ini menurut kabar kabar yang beredar memiliki kekuatan di tingkat Dou Ancesor tahap 5 .
Lalu prajurit Wan Lian berlanjut menceritakan mengenai mustika siluman Beruang Putih , kalau mustika ini adalah mustika yang sangat berharga di sana .
Tapi saat bercerita di sana tiba tiba ada salah satu prajurit penjaga yang masuk ke sana.
" Lapor jendral Liu Cheng, aku melihat dari kejauhan ada anak Patriak Jiu Heng terbang bersama dua wanita paruh baya..." ucap prajurit penjaga.
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ]...