
.
.
Semua orang yang ada di sana dan Patriak Xiao Yuan sangat terkejut melihat serangan pemuda ini ternyata bisa mengeluarkan serangan yang sangat kuat .
Patriak Xiao Yuan menjadi bimbang untuk melawan pemuda ini lagi , karena dirinya pasti akan di kalahkan dengan mudah .
Apalagi kondisi nya sekarang dia yang terpojok akibat terkena serangan pemuda ini hingga dua kali .
Patriak Xiao Yuan yakin pemuda ini berasal dari klan klan besar di kekaisaran Xing, sehingga memiliki kekuatan tehnik bertarung yang sangat kuat .
'' Apakah Patriak masih mau melanjutkan pertarungan ini....?" ucap Fan Lao .
'' Tidak tuan muda , aku akan melupakan kejadian ini dan akan membayar kompensasi nya karena telah menyinggung tuan muda...'' ucap Patriak Xiao Yuan sangat sopan , dia melupakan dulu masalah harga dirinya asal dirinya masih selamat .
'' Patriak Xiao Yuan harus membayar kerusakan halaman restoran ini dan tegakkan keadilan di kota ini , jangan biarkan pemuda seperti putramu bertingkah sesuka hatinya lagi . Sebelumnya aku masih berbelas kasihan kepada putramu , karena aku tidak mengunakan kekuatan penuh ku ketika memberi pelajaran . Jika aku mau mengunakan kekuatan penuh ku maka sudah di pastikan putramu akan mati di tanganku ini...'' ucap Fan Lao .
'' Iya tuan muda aku mengerti...'' ucap Patriak Xiao Yuan.
'' Sekarang cepat temui lah pemilik restoran ini dan bayarlah kerusakan halaman restoran ini....'' ucap Fan Lao tegas .
Sehingga patriak Xiao Yuan langsung masuk ke dalam restoran sesuai intruksi dari pemuda ini , karena dia tidak ingin memperpanjang masalah nya dengan pemuda ini .
Semua orang yang ada di sana langsung bertepuk tangan kepada Fan Lao , karena telah menyajikan pertarungan yang sangat menghibur .
" Nona Lin Mei dan nona Lin Ling , aku mohon pamit untuk melanjutkan perjalanan ku kembali...'' ucap Fab Lao berpamitan lagi .
'' Iya tuan muda Fan Lao berhati-hati lah...'' ucap nona Lin Ling.
Kemudian Fan Lao langsung berjalan dengan santai ke arah timur menuju gerbang timur kota Xiaolei ini , Fan Lao tidak puas sama sama sekali melihat Patriak Xiao Yuan tidak mau bertarung dengannya .
Tapi Fan Lao bisa menghormati keputusan Patriak Xiao Yuan , mungkin dia lebih memilih mengalahkan dari pada harus di kalahkan olehnya di depan banyak orang .
__ADS_1
Karena keputusan untuk mengalah adalah keputusan yang sangat bijak dari pada harus mati sia-sia di tangan nya.
Setelah Fan Lao telah pergi kemudian semua orang yang ada di depan restoran langsung masuk ke dalam restoran lagi , kedua pengawal yang datang bersama Patriak Xiao Yuan langsung menghampiri nona Lin Mei dan nona Lin Ling .
'' Maaf nona Lin Mei dan nona Lin Ling , Patriak Xiao Yuan dan pemilik restoran ini ingin bertemu dengan kalian berdua...'' ucap salah satu pengawal .
Nona Lin Mei dan nona Lin Ling yakin mereka pasti akan menginterogasi tentang tuan muda Fan Lao tadi.
'' Iya paman , paman masuklah dulu . Setelah ini kami akan masuk ke dalam...'' ucap nona Lin Mei.
Kemudian kedua pengawal ini langsung masuk ke dalam restoran .
'' Bagaimana ini adik Lin Ling , kita harus menjawab apa kepada mereka....?" ucap nona Lin Mei .
'' Kita tidak punya pilihan untuk menutupi identitas tuan muda Fan Lao, agar desa tuan muda Fan Lao tetap aman...'' usul nona Lin Ling .
'' Baiklah kalau begitu kita katakan saja kalau tuan muda Fan Lao berasal dari ibukota kekaisaran Xing , dia mampir ke kota ini karena telah bermeditasi di Kuil Mistik Api...'' ucap nona Lin Mei .
'' Aku setuju kakak Mei , itu adalah jawaban yang sangat masuk akal...''
Sehingga nona Lin Ling dan nona Lin Mei langsung ikut duduk satu meja bersama Patriak Xiao Yuan dan pemilik restoran.
" Salam nona Lin Mei dan nona Lin Ling , siapa nama pemuda tadi dan berasal dari mana dia , terus ada hubungan apa kalian berdua dengannya ...?" tanya Patriak Xiao Yuan.
" Dia tadi bernama Fan Lao dari ibukota kekaisaran Xing , kami berdua tidak ada hubungan apa apa dengan tuan muda Fan Lao karena kami tadi hanya satu meja saja dengannya ..." ucap nona Lin Mei berbohong .
" Sekarang tolong ceritakan bagaimana kejadian sebenarnya hingga putraku bisa menyinggung tuan muda Fan Lao tadi....?" ucap Patriak Xiao Yuan.
Kemudian nona Lin Ling langsung menceritakan kalau dirinya tadi datang ke restoran ini untuk makan , tapi karena mejanya telah penuh mereka berdua langsung bergabung duduk dengan tuan muda Fan Lao tadi .
Di saat mereka sedang makan tiba tiba tuan muda Xiao Liu datang ke lantai 2 , sehingga tuan muda Xiao Liu langsung marah marah kepada tuan muda Fan Lao karena duduk satu meja dengan mereka berdua.
Tuan muda Fan Lao masih diam saja meskipun tuan muda Xiao Liu memaki-maki tuan muda Fan Lao , tapi akhirnya perselisihan pun terjadi saat tuan muda Xiao Liu memegang kepala tuan muda Fan Lao .
__ADS_1
Sehingga tuan muda Fan Lao langsung memberi satu pukulan ke dada tuan muda Xiao Liu .
'' Maaf hanya itu yang bisa aku ceritakan kepada Patriak Xiao Yuan, kalau Patriak tidak percaya silahkan tanyakan kepada para pengunjung di lantai 2. Karena mereka semua juga melihat kejadian tadi...'' ucap nona Lin Ling .
'' Terima kasih atas penjelasannya , sekarang kalian boleh pergi...'' ucap patriak Xiao Yuan.
Kemudian nona Lin Mei dan nona Lin Ling langsung berdiri , lalu berjalan keluar dari restoran untuk segera pulang ke rumah .
Patriak Xiao Yuan hanya bisa menyesali nasibnya saja yang harus menanggung semuanya , sekarang putranya sedang terluka parah di tambah harus membayar kerusakan halaman restoran ini.
Dia hanya bisa memendam rasa dendam nya yang tidak bisa dia lampiaskan , karena Patriak Xiao Yuan yakin tuan muda Fan Lao ini pasti berasal dari klan kuat di ibukota kekaisaran Xing.
Kemudian Patriak Xiao Yuan langsung membayar biaya kerusakan halaman restoran ini, lalu pulang ke klan nya dengan wajah tertunduk lesu karena telah di kalahkan oleh seorang pemuda .
.
****
Berpindah di tempat Fan Lao berada .
Setelah 1 jam berlalu akhirnya Fan Lao sampai di gerbang timur kota Xiaolei , kemudian Fan Lao berjalan keluar gerbang kota Xiaolei.
Ternyata di luar gerbang ini adalah Padang rumput yang Kukup luas , tapi setelah keluar gerbang Fan Lao melihat ada banyak warga yang berlari ke arah gerbang kota Xiaolei ini .
Fan Lao melihat mereka adalah para warga biasa yang memiliki kekuatan yang sangat rendah .
Rata rata adalah para ibu , orang yang sudah tua dan anak anak yang masih dalam masa pertumbuhan .
Fan Lao penasaran dengan para warga ini yang berlari ke arah gerbang kota Xiaolei ini , apa sebenarnya yang telah terjadi dengan mereka .
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...