
.
.
Sambil menghindari serangan pisau terbang ini Fan Lao langsung menelan pil Pengering Luka yang di buat oleh alkemis Han Feng.
Tapi sekuat apapun Fan Lao menghindarinya dia tetap saja terkena tusukan demi tusukan pisau terbang ini .
Clapp... clapp...
'' Arghhh...arghhh....'' teriak Fan Lao.
Membuat darah Fan Lao bercucuran , Fan Lao melihat pisau terbang ini sudah di lapisi racun .
Beruntungnya tubuh nya sudah kebal racun , sehingga dia hanya merasakan sakit akibat luka tusukan ini.
Lang Ying langsung merubah tubuhnya menjadi siluman Rubah Putih yang sangat besar , karena melihat pembunuh bayaran ini ternyata ada 9 orang .
Apalagi kekuatan mereka setingkat dengan kekuatan Fan Lao , jika dia tidak membantunya maka sudah di pastikan Fan Lao akan mati di sini .
Pembunuh bayaran ini sangat terkejut melihat di sana tiba tiba muncul siluman Rubah Putih yang sangat besar .
Sehingga mereka langsung mengalihkan lemparan pisau terbang mereka ke arah siluman Rubah Putih ini , tapi tiba tiba di sekitar tubuh Siluman Rubah Putih ini muncul jarum jarum Es yang sangat banyak .
Lalu menerjang ke arah serangan pisau terbang mereka , sehingga pisau terbang mereka langsung berjatuhan ke tanah .
Karena setiap kali pisau terbang mereka bertabrakan dengan jarum jarum es ini , maka pisau terbang mereka langsung membeku menjadi Es.
Sembilan orang ini sangat terkejut melihat serangan pisau terbang mereka ternyata tidak bisa melukai tubuh siluman Rubah Putih ini.
Sebagian jarum Es yang tidak bertabrakan dengan pisau terbang ini langsung menerjang ke arah mereka seperti sebuah hujan jarum Es.
Sehingga mereka langsung mengeluarkan pedang mereka masing masing , lalu mengunakan pedangnya untuk menangkis jarum jarum Es ini .
Tapi mereka melihat jarum jarum Es ini terus bermuculan di sekitar tubuh siluman Rubah Putih ini yang terus menerus menyerang mereka tanpa henti.
Clapp... clapp...
'' Arghhhhh... arghhhhh....''
Sebagian tubuh mereka langsung membeku yang terkena tusukan jarum es ini , permukaan tanah di sana juga ikut membeku yang terkena tembakan jarum jarum es ini.
Sembilan orang ini sangat terpojok mendapat serangan mematikan ini , kemudian mereka langsung berbalik badan untuk kabur dari sana .
Karena mereka merasakan kekuatan Siluman Rubah Putih ini sangat kuat dan tidak akan mungkin bisa mengalahkan Siluman Rubah Putih ini , apalagi siluman Rubah Putih ini ekornya sudah bercabang 9 .
__ADS_1
Karena itu menandakan kalau kekuatan Siluman Rubah Putih ini sudah di puncaknya .
Tapi tiba tiba ekor siluman Rubah ini langsung memanjang yang langsung mengikat tubuh mereka semua .
Kemudian Lang Ying langsung menghantamkan tubuh mereka ke tanah dan pohon pohon yang ada di sekitarnya untuk sekedar melemahkan mereka .
Buruak..Bruakkk..Bughh..bughh.
Arghhh...arghhh...
Lang Ying sengaja membuat mereka tetap sadar diri agar mereka bisa merasakan bagaimana rasanya tekena pukulan terkuat Fan Lao , kemudian Lang Ying mengintruksikan kepada Fan Lao agar membunuh mereka satu persatu dengan pukulan terkuatnya .
Sehingga Fan Lao langsung mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke telapak tangannya hingga membentuk lingkaran .
Melihat Fan Lao sudah bersiap mengeluarkan pukulan terkuatnya kemudian Lang Ying melemparkan salah satu tubuh pembunuh bayaran ini ke arah Fan Lao dengan sangat cepat .
Setelah tubuh pembunuh bayaran ini sudah dekat kemudian Fan Lao Langsung melompat .
'' Pukulan Penghancur Tulang..."
" Haiyatt..."
Duarrrrr....cruatt...
Delapan pembunuh bayaran ini sangat terkejut melihat tubuh rekannya langsung mati seketika terkena Pukulan pemuda ini .
Kemudian Fan Lao langsung mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke tanganya hingga membentuk melingkar .
'' Lang Ying, sekarang lemparkan tubuh mereka satu persatu kepadaku , agar mereka bisa merasakan bagaimana rasanya mati tanpa memiliki tubuh yang utuh . Karena mereka akan mati hanya tinggal nama saja..." Ucap Fan Lao.
Sehingga mereka yang tersisa langsung berusaha melepaskan diri mereka dari lilitan ekor Siluman Rubah Putih ini , karena mereka tidak mau mati .
Tapi akhirnya mereka hanya bisa menjerit dan pasrah akan kematian mereka , karena mereka tidak bisa melepaskan lilitan ekor siluman Rubah Putih ini.
Kemudian Lang Ying langsung melemparkan salah satu dari mereka ke arah Fan Lao.
" Tidakkkkk.... "
Duarrrrr... cruatt....
Tubuh pembunuh bayaran ini langsung hancur sama seperti tubuh rekan mereka yang pertama tadi.
Setiap kali Fan Lao berhasil membunuh mereka maka Lang Ying langsung melemparkan tubuh mereka satu persatu .
Melihat tubuh rekan rekannya mati dengan sangat tragis , kemudian pembunuh bayaran yang terakhir sendiri tubuhnya langsung lemas lalu pingsan yang masih terlilit ekor siluman Rubah Putih.
__ADS_1
Sehingga Fan Lao menarik kembali Douqi yang ada di telapak tangannya , sedangkan Lang Ying langsung melepaskan lilitan ekornya .
Setelah Lang Ying melepaskan lilitan ekornya tubuh pembunuh bayaran ini langsung terjatuh ke tanah .
Kemudian Lang Ying langsung membekukan kedua kaki pembunuh bayaran ini agar nanti jika sudah siuman tidak akan bisa kabur.
Di rasa sudah aman kemudian Lang Ying langsung merubah tubuhnya menjadi kecil lagi , sedangkan Fan Lao langsung mengobati lukanya .
Fan Lao sedikit kesal karena lukanya tidak kunjung kering meskipun sudah menelan 3 pil Pengering Luka .
Dia penasaran dengan pil pengering luka ini , kenapa tidak memiliki efek sama sekali dengan lukanya .
Tapi Fan Lao mencoba berfikir positif saja , mungkin pil ini membutuhkan waktu untuk memulihkan lukanya .
Sampai sekarang Fan Lao penasaran siapa yang menyewa kelompok pembunuh ini , kenapa bisa menargetkan dirinya .
Sambil menunggu lukanya kering kemudian Fan Lao dan Lang Ying langsung mencari cincin penyimpanan mereka , karena sangat di sayangkan jika di temukan orang lain .
Setelah mencarinya Fan Lao hanya menemukan 4 saja , lalu memeriksa isi di dalamnya .
Ternyata isi nya juga sama dengan milik ketiga perampok yang menghadang tetua Luo Zhan , yaitu koin emas dan beberapa butir Racun Ilusi Kegelapan .
Berarti ini adalah kelompok yang sama dengan perampok waktu itu .
Kemudian Fan Lao mengeluarkan Roh Beladiri Kelelawar Api untuk membakar daging dan tulang para pembunuh bayaran tadi yang berserakan di atas tanah .
Tapi setelah 30 menit berlalu Fan Lao melihat lukanya ternyata tak kunjung kering juga , sehingga Fan Lao langsung memakan satu tangkai rumput Roh Darah Spiritual.
Karena jika tidak segera memakan rumput Roh Darah Spiritual ini maka darahnya akan terus menerus keluar yang membuat tubuhnya semakin melemah .
Setelah 5 menit berlalu luka Fan Lao akhirnya berangsur angsur kering , ini berkat rumput darah Spiritual yang dia makan tadi .
Fan Lao curiga dengan alkemis Han Feng ini , bisa jadi pil Pengering Luka buatan alkemis Han Feng telah di ganti dengan tanaman obat lainnya sehingga pil ini tidak memiliki efek apa apa di lukanya.
Fan Lao sekarang hanya ingin mengintrogasi tetua ini , untuk mengetahui siapa sebenarnya mereka ini dan siapa pemimpin pembunuh bayaran ini .
Sambil menunggu pria ini sadar kembali kemudian Fan Lao membuka kain penutup wajahnya dan melepaskan cincin penyimpanan nya.
Fan Lao melihat ternyata pembunuh bayaran ini masih berumur kira kira 40 tahun .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1