
.
.
Paman Gui Yan langsung menyapa para anggota klan Gui yang ada di halaman istana kuno .
'' Terima kasih kalian semua sudah hadir di sini , semoga kedepannya klan ini tidak akan ada lagi kejadian penyerangan dan pembunuhan seperti ini . Karena pusaka yang di tinggalkan oleh leluhur kekaisaran Xing sekarang sudah jatuh di tangan orang tepat , sekarang yang mewarisi pusaka tombak Guntur Bumi adalah tuan muda Fan Lao ini...'' ucap paman Gui Yan menjelaskan .
'' Iya tetua Gui Yan, kami semua sangat setuju karena tuan muda Fan Lao juga ikut andil dalam mengatasi masalah di klan Gui ini . Selamat untuk tuan muda Fan Lao karena telah mendapatkan pusaka yang sangat berharga itu....'' ucap salah satu tetua klan Gui.
'' Terima kasih paman semua sudah menyetujui aku yang mewarisi pusaka ini , aku akan selalu menjaga pusaka ini dan akan mengunakan untuk menegakkan keadilan dan membela kebenaran...''
Kemudian satu persatu para anggota klan Gui langsung memberi selamat kepada Fan Lao dan berpamitan kembali ke rumah mereka masing masing .
Setelah mereka semua telah pergi , sekarang Fan Lao di sana hanya bersama dengan paman Gui Yan dan paman Gui Wang saja .
'' Tuan muda Fan Lao , kalau boleh tahu setelah ini apa rencana tuan muda Fan Lao selanjutnya...?"
" Aku ingin membuat pil Pengering Luka dulu lalu melanjutkan perjalanan ku ke kekasaiaran Xing sambil fokus untuk meningkatkan kekuatanku..."
" Terus rencananya di mana tuan muda mau membuat pil pengering luka ini...?"
" Rencananya aku ingin meminta bantuan kepada paman Gui Yan , apakah paman mau membantuku...?"
" Ya aku pasti akan membantu tuan muda Fan Lao , tapi pil buatanku tidak sebaik buatan alkemis Han Feng..."
" Tidak apa apa paman , sepertinya lebih baik buatan paman Gui Yan . Karena buatan alkemis Han Feng adalah pil palsu..."
" Baiklah kalau begitu sekarang mari ke rumahku dulu untuk melanjutkan berbincang bincang di sana , karena istriku pasti sudah memasak cukup banyak untuk kita makan bersama..."
" Terima kasih banyak paman , aku jadi merepotkan paman..."
" Tidak apa apa , hanya jamuan makan saja yang bisa aku berikan kepada tuan muda Fan Lao..."
Kemudian mereka bertiga langsung berjalan menuju rumah paman Gui Yan, ketika berjalan ke sana ternyata retakan permukaan tanah bekas pertarungan tadi malam masih belum di ratakan .
" Apakah aku perlu meratakan permukaan tanah ini , agar jalan ini tidak bisa membahayakan anak kecil yang melawati jalan ini..."
__ADS_1
" Iya tidak apa apa tuan muda Fan Lao , mungkin para anggota klan hanya fokus untuk mengubur jasad para bawahan alkemis Han Feng saja . Sehingga mereka belum sempat meratakan permukaan tanah ini. Tapi untuk permukaan tanah yang ada di depan istana kuno sengaja aku biarkan begitu saja , karena itu sebagai saksi bisu penyerangan tadi malam...."
Kemudian Fan Lao langsung meratakan permukaan tanah mengunakan bantuan artefak Yunzhen dengan menghentakkan kaki kanannya ke permukaan tanah yang terbelah .
Setelah selesai meratakan permukaan tanah yang ada di sana kemudian berjalan ke rumah paman Gui Yan.
Ketika akan masuk ke sana Fan Lao berpapasan dengan nona Gui Mei yang ingin berangkat kerja .
Fan Lao langsung bercakap cakap sebentar dan mengatakan kalau nanti dia akan mampir ke penginapan setelah selesai membuat pil .
Kemudian Fan Lao langsung berjalan masuk ke dalam rumah , paman Gui Yan langsung mengajak ke dalam menuju tempat makan .
" Tuan muda Fan Lao , kenalkan ini adalah istriku Qin Mei..."
" Salam kenal bibi Qin Mei..."
" Salam kenal juga tuan muda Fan Lao , ayo silahkan duduk tuan muda Fan Lao dan saudara Gui Wang . Maaf hari ini aku hanya memasak ini saja...." ucap bibi Qin Mei .
" Iya bibi , ini sudah lebih dari cukup..."
Kemudian mereka semua langsung makan bersama sambil berbincang bincang.
Sehingga nanti Fan Lao harus menceritakan siapa dirinya sebenarnya kepada nona Gui Mei , agar bibi Qin Mei ini tidak terlalu berharap kalau dirinya akan menikahi nona Gui Mei.
Setelah selesai makan kemudian paman Gui Yan mengajak Fan Lao ke ruang alkemisnya untuk membuatkan pil pengering luka .
Sedangkan paman Gui Wang berpamitan untuk pulang ke rumahnya .
Ternyata ruang alkemis paman Gui Yan sangatlah besar , karena 2 kali lipat dengan luas milik paman Xiao Liu.
Di sana tertata rapi bahan bahan obat yang di atas rak kayu dan ada rak kayu yang masih kosong .
" Paman Gui Yan , aku ingin paman membuatkan aku pil Pengering luka ini dari 2 tangkai rumput Roh Darah Spiritual ini..."
" Ternyata tuan muda Fan Lao memiliki rumput Roh Darah Spiritual ini cukup banyak juga..."
" Iya paman , aku memang masih memiliki beberapa yang sengaja aku simpan . Karena di dalam pertempuran nantinya pasti memerlukannya..."
__ADS_1
" Kalau begitu aku akan memberikannya sekarang juga , tuan muda Fan Lao lihat saja cara aku memurnikan pil ini . Siapa tahu tuan muda Fan Lao tertarik dengan tehnik alkimia..."
" Iya paman , aku akan melihatnya..."
Kemudian paman Gui Yan langsung mengambil rumput Roh Darah Spiritual itu , lalu mengumpulkan bahan bahan lain ke dalam sebuah keranjang .
Fan Lao mengeluarkan cincin penyimpan milik alkemis Han Feng tadi sambil menunggu paman Gui Yan mengumpulkan bahan pil.
Lalu melihat isi di dalam cincinnya terlebih dahulu , Fan Lao langsung tersenyum melihat isi di dalam cincin ini .
Karena berisi banyak koin emas yang menggunung , pil yang ada di dalam botol dan bahan bahan pil yang sangat banyak , juga ada beberapa cincin penyimpan di dalamnya .
Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan semua bahan pil , botol pil dan cincin penyimpan yang ada di dalamnya .
Untuk koin emasnya dia simpan sendiri dulu karena Fan Lao memiliki rencana sendiri dengan koin emas sebanyak ini , lalu melihat isi di dalam cincin penyimpan satu persatu .
Setelah memeriksanya ternyata isinya adalah bahan bahan pil , bola racun Ilusi Kegelapan kurang lebih 50 butir dan juga rumput Roh Darah Spiritual 5 tangkai yang sengaja di pisahkan .
Sehingga Fan Lao langsung tersenyum lega karena akhirnya rumput Roh Darah Spiritual miliknya telah kembali ke tangannya lagi .
Sedangkan untuk bahan bahan pil lainnya ini Fan Lao yakin ini adalah bahan bahan pil yang di beli dari para orang orang dari desa seperti paman Luo Zhan waktu itu.
Paman Gui Yan sangat terkejut melihat bahan bahan pil yang ada di depan Fan Lao , karena itu sangatlah banyak .
" Apakah semua ini adalah bahan bahan pil milik alkemis Han Feng..?"
" Benar paman , ini semua untuk paman saja . Karena aku tidak membutuhkannya , aku hanya mengambil koin emas nya saja..."
" Terima kasih banyak tuan muda Fan Lao , aku sangat senang menerimanya karena aku pasti membutuhkan bahan bahan ini . Kalau begitu aku minta bantuan kepada tuan muda Fan Lao agar menata dengan rapi semua bahan itu di atas rak kosong itu , sedangkan aku akan memurnikan pil pengering luka untuk tuan muda Fan Lao..."
" Iya paman silahkan..."
Kemudian paman Gui Yan langsung duduk di depan tungku pil , sedangkan Fan Lao langsung menata semua bahan pil itu di rak kosong .
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...