
.
.
Setelah Fan Lao selesai memperlebar retakan tanah kemudian semua orang yang ada di sana langsung menarik Monster Cacing iblis Pelahap jiwa satu persatu ke dalam retakan tanah yang sudah di buat oleh Fan Lao .
Mereka bahu membahu menarik tubuh Monster ini , karena tubuh Monster ini sangat berat .
Fan Lao yang menjadi penggerak atau yang mengucapkan aba aba saat akan menariknya , sehingga suasana di sana terlihat sangat ramai .
" Satu..., dua..., tiga..." teriak Fan Lao lantang .
Sehingga dalam hitungan ke tiga semua orang langsung menariknya bersama sama .
Sebenarnya Fan Lao bisa saja memotong motong tubuh Monster ini , tapi nanti nya akan membuat bau busuk di sana.
Setelah berhasil memasukkan kedua tubuh Monster ini kemudian Fan Lao langsung mengunakan hentakkan kakinya untuk mengubur tubuh kedua Monster ini agar lebih cepat .
Semua orang sangat kagum melihat apa yang di lakukan oleh Fan Lao , karena ini adalah hiburan tersendiri bagi mereka .
Apalagi di sana juga sudah banyak warga desa yang telah kembali ke desa Weijiang .
Sehingga butuh beberapa menit saja Fan Lao telah selesai mengubur kedua Monster ini .
Lalu Fan Lao berkumpul lagi dengan rekan rekannya .
" Komandan Cheng Ming, kami akan segera kembali ke Asosiasi Gunung Huangshan , apakah komandan akan kembali bersama kami...?" ucap Fan Lao menawarinya .
" Maaf tuan muda Fan Lao , karena harus ada pasukan Hunter yang mengantikan kami dulu di sini . Jadi untuk sementara waktu kami dan rekan rekan harus berjaga di sini sampai ada yang menggantikannya ..." ucap komandan Cheng Ming.
" Saudara Fan Lao , bolehkah aku tinggal di desa ini untuk satu hari saja . Karena aku masih ingin berkumpul bersama keluarga , besok pagi aku akan kembali ke Asosiasi Gunung Huangshan lagi...'' ucap tuan muda Wei Hong.
__ADS_1
" Boleh saudara Wei Hong, kalau begitu aku dan rekan rekan akan menemani saudara Wei Hong di desa ini . Karena kita berangkat ke sini bersama sama , jadi kita pulang juga harus bersama sama apapun yang terjadi..." ucap Fan Lao , karena Fan Lao juga kasihan jika rekannya ini hanya bisa berkumpul bersama keluarganya hanya sesaat saja .
'' Kalau begitu sekarang mari berkumpul di rumah , kita lanjutkan berbincang bincang di sana..." ajak kepala desa Wei Han ramah .
Karena dia sangat senang melihat tuan muda Fan Lao meng ijinkan putra nya menginap satu malam lagi .
Kemudian mereka semua langsung mengikuti ajakan kepala desa Wei Han , sedangkan para warga desa pulang ke rumah mereka masing masing.
Sesampainya di rumah kepala desa Wei Han kemudian mereka duduk di teras rumah , sedangkan kepala desa Wei Han langsung masuk ke dalam rumah .
Mereka di sana melanjutkan berbincang bincang sambil bersantai menikmati suasana desa ini , meskipun siang hari ternyata desa ini tidak terlalu panas .
Karena langit selalu di tutupi awan dan juga tiba tiba turun salju .
Tuan muda Shen Lin dan tuan muda Juan Jiang langsung menanyakan mengenai tehnik Fan Lao yang bisa membelah permukaan tanah tadi , karena mereka semua yang ada di sana sangatlah penasaran .
Kemudian Fan Lao langsung menceritakan kalau dirinya memiliki Artefak Yunzhen, artefak ini memiliki efek getaran .
Sehingga semua tehnik pukulan yang dia miliki jika di gabungkan dengan artefak ini bisa membuat tehnik pukulannya 10 kali lebih kuat , karena pukulannya bisa memiliki daya kejut yang sangat luar biasa .
Kemudian Fan Lao juga menceritakan di mana dia mendapatkan artefak ini dulu ketika mengikuti kompetisi Pemimpin Muda di desa Yunshui .
" Saudara Fan Lao sungguh sangat beruntung bisa memiliki artefak itu , padahal aku tadi berencana ingin mempelajarinya tehnik ini..." ucap tuan muda Wei Hong sedikit sedih .
" Saudara Wei Hong janganlah bersedih , nanti aku juga akan mengajari saudara Wei Hong tehnik lain yang juga sangat kuat . Meskipun tidak sekuat tehnik yang di gabungkan dengan artefak Yunzhen..." ucap Fan Lao .
" Iya aku mengerti saudara Fan Lao , aku yakin saudara Fan Lao pasti masih memiliki rahasia lagi yang masih di sembuyikan kepada kami ..." tebak tuan muda Wei Hong.
" Hahaha... Tebakan saudara Wei Hong memang benar , tapi aku masih belum waktunya mengunakan pusaka itu karena aku belum mempelajarinya sepenuhnya...." ucap Fan Lao .
Karena Fan Lao memang belum mempelajari tehnik Badai Angin Petir dan cara mengunakan Pusaka Tombak Guntur Bumi , mungkin jika nanti sudah menguasainya maka akan langsung mengunakannya dan memperlihatkan kepada rekan rekannya ini .
__ADS_1
Rekan rekan Fan Lao dan para pasukan Hunter yang ada di sana semakin kagum kepada Fan Lao , karena masih memiliki pusaka lagi yang belum dia perlihatkan kepada mereka .
Ternyata Patriak Xing Fu tidak salah memilih saudara Fan Lao menjadi pemimpin kelompok pasukan khusus ini, karena saudara Fan Lao memiliki tehnik yang sangat kuat dan di dukung oleh pusaka dan roh beladiri yang sangat unik .
Mereka berbincang bincang di sana hingga sore hari , lalu kepala desa Wei Han dan bibi Hong Ling mempersilahkan mereka semua yang ada di teras rumah untuk masuk ke dalam .
Karena bibi Hong Ling dan para ibu ibu yang ada di desa ini sengaja masak cukup banyak untuk di makan para penolong desanya ini .
Kemudian mereka semua langsung mengambil makanan satu piring , lalu membawanya keluar untuk di makan di teras rumah .
Setelah mereka selesai makan kemudian Fan Lao mengintruksikan rekan rekannya mencari kayu bakar , karena Fan Lao ingin membuat api unggun di halaman rumah untuk menikmati kebersamaan mereka malam ini .
Sehingga malam itu halaman rumah kepala desa Wei Han sangat ramai , karena semua orang duduk mengelilingi api unggun sambil bercerita untuk menghabiskan malam di sana.
Para warga desa juga ikut berkumpul di sana dengan wajah ceria , karena mereka sekarang sudah tidak perlu cemas dan takut lagi di serang oleh iblis .
Kabar mengenai keberhasilan pasukan Hunter membunuh 2 Monster Cacing iblis Pelahap jiwa langsung tersebar luas di sekitar Pegunungan Salju Berkabut .
Desa desa kecil yang ada sekitarnya juga sangat senang mendengar berita ini , karena mereka sekarang tidak lagi di hantui rasa takut di serang oleh iblis lagi .
Warga kota Jiuyi juga mendengar berita ini , semua warga kota Jiuyi sangat penasaran dengan pasukan Hunter yang bisa mengalahkan kedua Monster Cacing iblis Pelahap jiwa yang sudah memporak-porandakan dan meresahkan desa desa kecil di lembah Pegunungan Salju Berkabut.
Para warga desa ini yakin iblis akan berfikir dua kali jika ingin menyerang mereka lagi , karena iblis harus mempersiapkan semuanya jika tidak ingin gagal lagi .
Sedangkan Pasukan Hunter pasti sudah berkembang dan memiliki cara atau menemukan kelemahan iblis ini , sehingga para pasukan Hunter pasti akan lebih percaya diri menghadapi serangan iblis .
Tapi tidak menutup kemungkinan iblis ini bisa jadi akan menyerang mereka lagi dengan serangan yang lebih besar dari pada ini .
Karena dari dulu iblis tidak pernah puas untuk menyerang manusia .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...