
.
.
Komandan Mo Qinshan dan komandan Mo Luye sangat lega mendengar raja iblis Mo Wuyue ikut senang mereka berdua membawa anak manusia menjadi iblis.
" Terima kasih yang mulia sudah setuju dengan kami berdua yang telah memasukkan anak manusia ke dalam kerajaan iblis ini..." ucap komandan Mo Luye.
" Iya , kalian berdua sekarang pulanglah untuk beristirahat . Karena besok kita akan akan menyerang desa desa kecil lagi mengunakan Monster Cacing iblis Pelahap jiwa..." ucap raja iblis Mo Wuyue.
" Iya yang mulia , terus bagaimana dengan Han Lian yang ada di rumah Bordil Mawar Merah . Karena aku sebelumnya mengatakan kepadanya kalau seminggu lagi kami akan menjemputnya ke sana..." ucap komandan Mo Qinshan.
" Nanti biar jendral Mo Gueye yang akan menjemput dia ke sana , jadi kalian harus tetap menjalankan misi untuk menghancurkan desa mengunakan Monster Cacing iblis Pelahap jiwa . Karena aku membutuhkan mustika nya setelah melahap banyak manusia agar kekuatanku bisa meningkat dengan cepat..." ucap raja iblis Mo Wuyue.
" Baiklah kalau begitu , besok pagi kami akan ke sini kembali untuk menjalankan misi ini lagi , kami mohon pamit..." ucap komandan Mo Qinshan.
" Iya pergilah..."
Kemudian komandan Mo Qinshan dan komandan Mo Luye langsung keluar dari sana, sedangkan raja iblis Mo Wuyue melanjutkan berdiskusi dengan ketiga jendral nya.
Karena mereka juga fokus untuk menyerang dimensi lain termasuk dimensi Roh tempat Fan Lao di lahirkan .
.
****
Berpindah di tempat Fan Lao berada .
Fan Lao terus terbang menuju kekaisaran Xing tanpa mampir di desa ataupun kota yang dia lewati , karena Fan Lao ingin segera menemui Kaisar Xing Shan.
Setelah 3 hari berlalu Fan Lao akhirnya sampai di dekat ibukota kekaisaran Xing.
Dari sana Fan Lao melihat Ibukota kekaisaran Xing ini ternyata memiliki 2 gunung yang sangat besar di tengah kota , gunung ini ada di bagian Utara dan Selatan ibukota .
Gunung yang bagian Utara terus di sambar petir dari langit , sedangkan gunung yang bagian selatan adalah gunung yang sangat hijau dan asri .
Fan Lao yakin pihak kekaisaran pasti menguatkan jiwa mereka di puncak gunung sebelah Utara ini dengan sambaran petir.
__ADS_1
Kemudian Fan Lao langsung mengitruksikan Roh Beladiri Kelelawar Api untuk mendarat di sana , setelah mendarat Fan Lao langsung memasukkan Roh Beladiri Kelelawar Api ke dalam lautan jiwanya.
Lalu berjalan ke gerbang ibukota sambil mengendong Lang Ying , Fan Lao juga ikut mengantri di sana .
Karena banyak orang yang ingin masuk ke dalam ibukota , sambil menunggu antrian Fan Lao menyiapkan lencana dan koin emas untuk biaya masuk nanti.
Setelah 5 menit berlalu akhirnya giliran Fan Lao masuk ke dalam dan di periksa dulu .
'' Tolong tunjukan identitas dan siapkan 50 keping perak untuk biaya masuknya...'' ucap penjaga gerbang.
'' Aku hanya memiliki ini sebagai identitasnya...'' ucap Fan Lao sambil menunjukan lencana dari desa Yunshui.
'' Iya tidak apa apa tuan muda , lencana itu juga berguna..." ucap penjaga gerbang , karena banyak anggota pasukan Hunter yang memiliki lencana itu .
Kemudian Fan Lao juga memberikan 1 koin emas kepada penjaga ini .
'' Kembaliannya untuk tuan saja , kalau boleh tahu berapa jam lagi aku akan sampai di istana kekaisaran Xing...?'' tanya Fan Lao .
" Terima kasih banyak tuan muda atas koin emasnya , dari sini tuan muda hanya butuh waktu 1 jam saja akan sampai di istana kekaisaran . Bangunan megah berwarna biru putih yang ada di lereng gunung Petir itu adalah istana Kekaisaran Xing..." ucap penjaga gerbang sambil menunjuk ke arah bangunan yang ada di lereng gunung bagian Utara .
" Tidak boleh tuan muda , hanya petugas kekaisaran saja yang boleh menaiki Roh Beladiri dan terbang di atas ibukota kekaisaran ini ...." ucap penjaga .
" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu , paman lanjutkan lah berjaga nya..." ucap Fan Lao sambil berjalan masuk ke dalam ibukota kekaisaran Xing.
Fan Lao berjalan dengan santai sambil menikmati suasana ibukota , Fan Lao yakin gunung bagian selatan ini adalah tempat Asosiasi Gunung Huangshan.
Karena di lereng gunung bagian selatan juga banyak bangunan megah seperti istana kekaisaran Xing .
Setelah 1 jam berlalu akhirnya Fan Lao sampai di dekat gerbang istana kekaisaran Xing , kemudian Fan Lao langsung berjalan mendekati pos penjaga gerbang istana .
" Selamat siang paman , namaku adalah Fan Lao dari desa Lou Tong yang ada di bawah hutan terlarang . Aku datang ke istana kekaisaran ini karena ada keperluan dengan nona Xing Zhie , bisakah paman memanggilkan nona Xing Zhie ke sini...?" ucap Fan Lao sangat sopan kepada penjaga yang berdiri di depan pos penjaga.
" Bisa tuan muda , apakah tuan muda Fan Lao ini teman putri Xing Zhie....?" tanya penjaga memastikannya.
" Benar paman , aku adalah temannya ketika dia dulu mencari Batu Kristal Ungu di hutan terlarang ..." ucap Fan Lao.
" Baiklah kalau begitu tuan muda Fan Lao tunggu saja di sini , aku akan memanggilkan putri Xing Zhie ke sini..."
__ADS_1
Kemudian penjaga ini langsung masuk ke dalam pos penjaga lalu di gantikan oleh rekannya yang berjaga di dekat Fan Lao .
Setelah melewati halaman istana penjaga ini melihat putri Xing Zhie ternyata sedang duduk sendirian di depan teras istana .
Kemudian penjaga ini langsung menghampiri putri Xing Zhie.
" Salam tuan putri Xing Zhie..." ucap penjaga ini sopan .
" Salam juga paman , apakah ada seorang pemuda di depan yang ingin mencariku...?" tanya putri Xing Zhie memastikannya , karena dia melihat segel penanda miliknya tadi sedikit bersinar .
" Iya benar tuan putri , dia bernama Fan Lao dari desa Lou Tong...."
" Kalau begitu suruh dia segera masuk , paman tidak perlu mengawalnya lagi karena dia adalah orang baik..." ucap putri Xing Zhie.
" Iya tuan putri Xing Zhie, kalau begitu aku akan kembali ke pos lagi..."
Kemudian penjaga gerbang ini langsung berjalan kembali ke gerbang lagi , sesampainya di gerbang langsung menemui tuan muda Fan Lao .
" Tuan muda Fan Lao sudah di tunggu oleh tuan putri Xing Zhie di teras istana..." ucap penjaga ini.
" Iya paman , bisakah paman mengantarku ke sana...?" ucap Fan Lao sedikit terkejut mendengar nona Xing Zhie sudah menunggunya .
Mungkin dia bisa merasakan keberadaannya lewat segel di perutnya ini , karena tadi sempat bercahaya ketika sudah berada di dekat gerbang istana kekaisaran Xing ini .
" Maaf tuan muda Fan Lao , tadi tuan putri Xing Zhie mengatakan kalau tidak perlu mengantar tuan muda ke sana . Sekarang tuan muda Fan Lao silahkan masuk ke dalam..."
" Terima kasih paman..."
Kemudian Fan Lao langsung masuk melewati gerbang , lalu berjalan dengan santai menuju istana kekaisaran.
Fan Lao melewati halaman istana yang lumayan besar , dari sana Fan Lao melihat gadis yang telah merenggut perjakanya sedang berdiri sambil tersenyum manis ke arahnya .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1