
.
.
Fan Lao melihat di depan Asosiasi Gunung Huangshan masih sangat sepi , karena hanya ada beberapa murid saja yang keluar masuk ke dalam Asosiasi dan Restoran .
Kemudian Nona Xing Zhie mengajak Fan Lao mendarat di halaman Restoran Teratai Putih .
Setelah mendarat kemudian Fan Lao menyimpan Roh Beladiri Kelelawar Api ke dalam lautan jiwanya , sedangkan nona Xing Zhie menyimpan Artefak Teratai Langit miliknya .
'' Kita makan saja dulu , karena sekarang masih terlalu pagi...'' ucap nona Xing Zhie sambil meminta Lang Ying untuk di gendongnya .
'' Boleh juga , aku juga sangat suka dengan sup di restoran ini...'' ucap Fan Lao .
Kemudian mereka berdua berjalan masuk ke dalam restoran , para pelayan restoran langsung memberi hormat kepada nona Xing Zhie.
'' Aku pesan 3 porsi sup iga , nanti tolong di antarkan ke lantai 3...'' ucap nona Xing Zhie.
'' Iya tuan putri Xing Zhie , setelah ini akan aku antarkan ke sana...'' ucap salah satu pelayan restoran.
Kemudian nona Xing Zhie dan Fan Lao langsung naik ke lantai 3 .
Fan Lao melihat di lantai 1 masih sepi , karena hanya ada 4 murid yang makan di sana .
Di lantai 2 justru tidak ada murid sama sekali , sesampainya di lantai 3 kemudian mereka berdua duduk di kursi yang ada di dekat jendela agar mereka bisa melihat ke arah asosiasi Gunung Huangshan.
Lalu nona Xing Zhie langsung melepas cadarnya , karena di lantai 3 tidak ada orang sama sekali .
" Zhie'er, kamu semakin hari semakin cantik saja..." puji Fan Lao.
Nona Xing Zhie hanya bisa tersenyum saja mendengar Fan Lao memujinya.
" Kenapa kamu diam nona Xing Zhie, itu tandanya kekasih mu ini minta kecupan manis darimu..." ucap Lang Ying .
Nona Xing Zhie langsung menjitak kepala Lang Ying setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Lang Ying .
" Oh iya Zhie'er, apakah tadi malam ayahmu langsung menemui mu...?'' tanya Fan Lao mengalihkan pembicaraan , karena Lang Ying selalu merusak momen indah mereka.
" Iya , ayah langsung menemuiku ke kamar . Dia juga bercerita mengenai Lao Gege yang mengajari jendral Lin Langtian dan mengenai hubungan kita juga ...'' ucap nona Xing Zhie jujur .
" Kalau boleh tahu berbicara apa yang mulia kaisar kepadamu tentang hubungan kita..?'' tanya Fan Lao .
__ADS_1
" Dia mengatakan kalau Lao Gege akan melamar ku setelah berhasil membebaskan paman Xiao Shen , hanya itu yang ayah katakan kepadaku...'' ucap nona Xing Zhie sambil tersenyum .
Setelah beberapa saat mereka merasakan ada aura yang datang mendekat , sehingga mereka menghentikan obrolan mereka .
Ternyata yang datang adalah 2 pelayan restoran yang membawa makanan pesanan mereka , lalu mereka meletakkan 3 porsi sup di atas meja.
" Silahkan menikmati sup ini tuan putri Xing Zhie dan tuan muda..." ucap pelayan restoran ramah.
" Iya terima kasih nona..." ucap nona Xing Zhie.
Kemudian kedua pelayan restoran ini langsung turun dari lantai 3.
Setelah kedua pelayan telah pergi kemudian Lang Ying langsung merubah dirinya menjadi gadis bersayap sesuai intruksi dari nona Xing Zhie.
" Lang Ying, mari kita makan sup ini . Karena jika pagi begini sangat segar kalau menikmati Sup seperti ini...'' ucap nona Xing Zhie.
" Kenapa daging nya cuma sedikit saja...?'' tanya Lang Ying.
'' Sudah kamu rasakan dulu , jika kamu ingin kenyang nanti aku akan pesankan kamu daging bakar...'' ucap nona Xing Zhie sambil menyeruput sesendok demi sesendok sup yang ada di hadapannya .
Kemudian Lang Ying langsung mengikuti nona Xing Zhie cara menikmati sup nya dengan menyeruput sesendok demi sesendok .
" Iya memang benar , ini adalah makanan kesukaan ku ketika pagi hari...'' Ucap nona Xing Zhie.
Kemudian Lang Ying langsung menghabiskan sup ini dengan cepat , karena merasakan ada aura mendekat ke lantai 3 .
Setelah menghabiskan sup itu kemudian Lang Ying berubah lagi menjadi Rubah Putih kecil, lalu duduk di pangkuan nona Xing Zhie .
Nona Xing Zhie juga menghabiskan sup nya dengan cepat , lalu memakai cadarnya kembali .
Sehingga hanya tinggal Fan Lao yang masih menikmati sup nya .
Setelah beberapa saat ada seorang pemuda yang di kawal oleh dua pengawal naik ke lantai 3 .
Pemuda ini menatap Fan Lao dengan tatapan permusuhan , tapi Fan Lao berpura pura tidak melihatnya sambil menikmati sup nya.
Nona Xing Zhie tahu pemuda ini berasal dari klan Xiao di ibukota kekaisaran , dia bernama Xiao Duan yang selalu saja mencari perhatian kepadanya .
Klan Xiao adalah klan terkuat nomer 2 setelah klan Xing .
" Selamat pagi tuan putri Xing Zhie..." ucap tuan muda Xiao Duan .
__ADS_1
" Selamat pagi juga tuan muda Xiao Duan..." ucap nona Xing Zhie ramah , karena dia harus bersikap ramah kepada siapa saja mengingat dirinya adalah putri dari kekaisaran .
Kemudian tuan muda Xiao Duan dan kedua pengawalnya langsung duduk kursi yang berdekatan dengan Fan Lao.
Setelah Fan Lao selesai menghabiskan makanan kemudian nona Xing Zhie langsung angkat bicara.
" Lao Gege , sekarang mari kita ke Asosiasi Gunung Huangshan . Karena tempat ini sudah tidak nyaman lagi..." ucap nona Xing Zhie.
" Iya Zhie'er..."
Kemudian Fan Lao dan nona Xing Zhie langsung berdiri , lalu Fan Lao langsung memegang tangan nona Xing Zhie dan berjalan ke tangga untuk turun ke lantai 1 .
Fan Lao sengaja memegang tangan nona Xing Zhie agar tidak ada lagi pemuda yang mencari perhatian kepada nona Xing Zhie .
Di lantai 2 ternyata juga sudah ramai para murid murid dari asosiasi Gunung Huangshan, di antara para murid ini lagi lagi Fan Lao melihat tuan muda Lin Juan dan Lin Fan dari desa Lou Tong.
Tapi mereka berdua tidak berani berkomentar atau mengejek Fan Lao lagi , karena melihat Fan Lao sedang bergandengan tangan dengan putri Xing Zhie.
Tuan muda Lin Fan dan tuan muda Lin Juan hanya bisa memendam kekesalan mereka , karena justru Fan Lao yang mengenal putri Xing Zhie hingga sedekat ini .
Padahal mereka jauh lebih lama berada di ibukota kekaisaran Xing ini .
Sesampainya di lantai satu kemudian Fan Lao langsung membayar makanan yang mereka pesan tadi , lalu keluar dari restoran dan berjalan menuju asosiasi Gunung Huangshan.
Nona Xing Zhie langsung mendekati pos penjaga untuk melapor .
" Maaf paman , aku ingin masuk ke dalam Asosiasi Gunung Huangshan. Ini adalah tuan muda Fan Lao, dia datang ke sini karena mendapat undangan dari Patriak Xing Fu..." ucap nona Xing Zhie.
" Iya tuan putri Xing Zhie dan tuan muda Fan Lao silahkan masuk , apakah perlu di antar untuk menemui Patriak Xing Fu...?'' ucap penjaga .
" Tidak usah paman , aku sudah tahu tempat Patriak Xing Fu biasanya berada...."
Kemudian nona Xing Zhie langsung mengajak Fan Lao masuk ke dalam gerbang Asosiasi Gunung Huangshan , mereka berpapasan dengan banyak murid Asosiasi Gunung Huangshan.
Tapi para murid ini langsung memberi jalan ketika melihat nona Xing Zhie, para murid ini juga selalu memberi hormat kepada nona Xing Zhie.
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1