Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 66 : Masih di kota Guiyang.


__ADS_3

.


.


'' Terima kasih atas informasinya mengenai Air Suci Surgawi , karena ini adalah pengetahuan baru untukku . kalau begitu aku mohon pamit untuk mencari penginapan di kota ini , karena sebentar lagi sudah malam...''


'' Iya tuan muda Fan Lao silahkan ...''


Kemudian Fan Lao langsung berjalan santai menuju gerbang rumah alkemis Han Feng , setelah melewati gerbang kemudian Fan Lao berjalan ke pusat kota Guiyang .


Fan Lao menyusuri jalanan kota Guiyang sambil menikmati suasana kota ini yang masih ramai banyak warga yang berlalu lalang.


'' Lang Ying , kalau boleh tahu sebenarnya berada di tingkat apa kekuatanmu sekarang...?''


'' Kekuatanku sekarang ada di atas tingkat kekuatanmu , nanti aku akan memberi tahu kepadamu jika kekuatanmu sudah melampaui ku . Karena ini adalah motivasi untukmu agar kamu menjadi semakin kuat...''


'' Hahaha , kamu itu sama dengan Roh Beladiri Kelelawar Api . Karena selalu membuatku kesal...''


'' Jangan samakan aku dengan roh beladiri jelek itu , karena aku adalah seorang Ratu...''


Fan Lao langsung mengerutkan keningnya mendengar apa yang di katakan oleh Lang Ying ini , karena Fan Lao tidak bisa membela salah satu dari mereka .


Setelah 15 menit berlalu Fan Lao melihat ada sebuah penginapan yang cukup besar lengkap dengan restorannya , sehingga Fan Lao langsung masuk ke dalam penginapan ini .


Lalu berjalan menuju meja resepsionis penginapan .


'' Selamat sore tuan muda , apakah ada yang bisa saya bantu...'' sapa resepsionis penginapan ramah.


'' Iya nona , aku pesan satu kamar untuk satu malam saja . Berapa biayanya...?''


'' Tuan mau kamar biasa atau VIP , karena kebetulan kamarnya banyak yang kosong ..?''


'' Kamar VIP saja nona...''


'' Kamar VIP per malamnya hanya 5 koin emas saja tuan...''


Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan 5 koin emas lalu di letakkan di atas meja resepsionis.


'' Terima kasih tuan muda , ini adalah kunci kamarnya . Nanti kamarnya ada di lantai 3 sesuai dengan nomor kunci itu , apakah tuan mau di antar ke sana ...''


'' Tidak usah nona , karena aku mau makan dulu di restoran...''


'' Iya silahkan tuan muda...''


Kemudian Fan Lao langsung berjalan masuk ke dalam restoran yang ada di lantai satu , lalu duduk di kursi yang masih kosong karena restoran ini cukup ramai .


Setelah Fan Lao duduk kemudian melambaikan tangannya ke pelayan restoran yang ada di dekatnya .


'' Iya tuan , apakah ada yang bisa saya bantu...?''


'' Aku pesan daging bakar dua porsi dan juga minumannya , karena aku sangat lapar...''

__ADS_1


'' Iya tuan muda , mohon di tunggu sebentar...''


Kemudian pelayan restoran ini langsung pergi dari sana untuk mengambilkan pesanan Fan Lao.


Sambil menunggu makanan datang Fan mendengarkan perbincangan orang orang yang ada sekitarnya .


Setelah 5 menit berlalu makanan akhirnya datang , kemudian Fan Lao langsung memakan makanannya .


Fan Lao juga memberi satu porsi untuk Lang Ying yang duduk di kursi di sampingnya , ternyata Lang Ying sangat cepat menghabiskan daging bakar ini .


Beruntungnya semua orang yang ada di dalam restoran tidak ada yang melihatnya .


'' Daging bakar ini sangat enak , tapi sedikit panas di mulutku...'' ucap Lang Ying.


'' Itu namannya pedas , apakah kamu mau aku pesankan lagi...?''


'' Tidak usah Fan Lao, aku tadi hanya penasaran saja dengan rasanya . Tapi jika kamu memaksaku maka aku tidak akan menolaknya...''


Fan Lao langsung menjitak kepala Lang Ying karena kata katanya membuat dirinya sangat kesal .


Kemudian Fan Lao langsung memanggil pelayan lagi untuk memesan 2 porsi lagi .


Sambil makan Fan Lao tetap mendengar perbincangan orang orang yang ada di sekitarnya , ternyata akhir akhir ini di kota Guiyang ini banyak bermunculan perampokan dan pembunuhan .


Pelakunya sangatlah misterius kerena selalu memakai pakaian serba hitam dengan penutup kepala .


Bahkan penguasa kota Guiyang ini telah di bunuh oleh mereka juga .


Hanya saja Fan Lao belum memiliki bukti yang kuat untuk menangkap alkemis Han Feng, karena Fan Lao tadi melihat sekelebat bayangan hitam di sekitar rumah alkemis Han Feng.


Seandainya Fan Lao memiliki masalah dengan alkemis Han Feng pasti Fan Lao akan menyelidikinya hingga permasalahan ini memiliki titik terang.


Setelah beberapa saat makanan pesanan nya akhirnya datang lagi , kemudian Fan Lao langsung memberikan kepada Lang Ying .


Agar Lang Ying puas menikmati daging bakar ini .


'' Fan Lao , apakah kamu tidak tertarik menyelidiki kasus pembunuhan di kota ini...'' tanya Lang Ying.


'' Aku sebenarnya tertarik untuk menyelidiki kasus ini , tapi aku tidak cukup memiliki bukti untuk mengungkap tentang dalang di balik semua kejadian di desa ini...''


'' Apakah kamu sudah memiliki gambaran siapa dalang di balik kasus ini...?'''


'' Aku lebih condong ke alkemis Han Feng dalang di balik semua kejadian ini , karena tadi aku melihat ada sekelebat bayangan hitam di sekitar rumah nya....''


'' Apakah kamu perlu bantuanku untuk menyelidiki kasus ini , karena aku bisa masuk ke rumah alkemis Han Feng dengan sangat mudah...''


'' Aku tahu kalau kamu bisa masuk ke dalam rumah alkemis Han Feng dengan sangat mudah , tapi itu terlalu beresiko karena aku tidak mau jika terjadi sesuatu kepadamu . Jadi untuk sementara ini kita jalani saja seperti tidak terjadi apa apa di sekitar kita , jika nanti kita memiliki alasan dan petunjuk . Maka kita harus segera menyelidikinya ...''


'' Baiklah kalau itu maumu , tapi jika memang kamu berniat ingin menyelidikinya maka kamu tidak perlu sungkan sungkan untuk mengajakku menyediki masalah ini ...''


'' Iya , kita lihat saja nanti ..."

__ADS_1


Setelah mereka selesai makan kemudian langsung berjalan ke meja kasir untuk membayar , lalu naik ke lantai 3 menuju kamar yang telah dia pesan.


Sesampainya di lantai 3 kemudian Fan Lao langsung masuk ke dalam kamarnya , karena kebetulan kamarnya paling dekat dengan tangga .


'' Apakah ini tempat tidur para manusia....?'' tanya Lang Ying.


'' Iya , ini namanya adalah kamar . Sedangkan itu adalah tempat untuk tidur....'' ucap Fan Lao sambil menunjuk ke sebuah ranjang.


Sehingga Lang Ying langsung melompat ke ranjang , karena sangat penasaran .


Fan Lao juga langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang agar besok tubuhnya lebih segar.


'' Ternyata manusia sangatlah beruntung bisa tidur di tempat yang nyaman seperti ini...?''


Kemudian Fan Lao langsung menceritakan kebiasaan manusia dan keahlian manusia yang bisa menciptakan apa saja yang di inginkan .


Mereka berdua bercerita hingga larut malam , setelah mengantuk kemudian Fan Lao dan Lang Ying langsung tidur.


.


****


Keesokan harinya Fan Lao bangun pagi seperti biasanya , setelah selesai mandi kemudian Fan Lao keluar kamar .


Lalu menuruni tangga menuju lantai satu , sesampainya di lantai satu kemudian berjalan ke meja resepsionis.


'' Selamat pagi nona , ini kunci kamarnya aku kembalikan . Kalau boleh tahu berapa jauh gerbang yang terhubung ke selanjutnya , karena aku ingin pergi ke ibukota kekaisaran...?''


'' Pagi juga , tuan muda hanya butuh lima menit saja sudah sampai di gerbang timur kota Guiyang ini...''


'' Terima kasih atas informasinya , kalau begitu aku mohon pamit....''


'' Iya silahkan tuan muda...''


Kemudian Fan Lao keluar dari penginapan , lalu berjalan ke arah timur dengan santai sambil menikmati suasana pagi kota Guiyang ini .


Sesampainya di gerbang timur Fan Lao melihat penjagaan di sana sangat ketat , mungkin ini di karenakan ada pembunuhan Penguasa kota Guiyang ini.


Setelah melewati pemeriksaan kemudian Fan Lao langsung mengunakan tehnik meringankan tubuh, karena di dekat gerbang timur ini adalah sebuah hutan .


Fan Lao sengaja tidak meminta bantuan Roh Beladiri Kelelawar Api karena Fan Lao merasakan ada seseorang yang mengikutinya sejak keluar dari penginapan.


Di tengah hutan tiba tiba ada serangan pisau terbang yang sangat banyak menyerangnya .


Dengan sigap Fan Lao langsung menghindari serangan ini , tapi ada beberapa pisau yang berhasil menancap tubuhnya karena pisau terbang ini sangat banyak .


'' Arghhh.... Arghhhhh....


.


.

__ADS_1


...[ Bersambung ] ™...


__ADS_2