
.
.
Ketika sudah sore hari paman Xiao Liu dan bibi Xing Zhie berpamitan untuk kembali ke istana kekaisaran Xing .
'' Lao Gege , aku dan adik Ya'er pamit pulang dulu . Aku sangat senang akhirnya sekarang bisa bertemu dengan Lao Gege lagi....'' ucap putri Xing Zhie.
'' Iya Zhie'er , terima kasih sudah mau datang ke rumah kecilku ini . Paman Xiao Liu dan bibi Xing Zhizu jika ada waktu luang datanglah ke sini lagi , paman dan bibi tidak perlu sungkan karena ini adalah rumah paman Xiao Shen....'' ucap Fan Lao .
'' Iya tuan muda Fan Lao , kami pasti akan sering berkunjung ke sini . Kalau begitu kami berempat mohon pamit untuk pulang ke istana...'' ucap paman Xiao Liu.
'' Iya silahkan...'' ucap Fan Lao.
Kemudian paman Xiao Liu dan bibi Xing Zhizu langsung keluar dari sana , di ikuti oleh putri Xing Zhie dan nona Xiao Douya di belakangnya .
Setelah mereka telah keluar kemudian paman Xiao Shen dan paman Xian Li langsung duduk di ruang tamu bersama Fan Lao .
'' Paman Xian Li besok harus segera mencari teman yang mau menjaga rumah ini dan tukang bangunan yang mau mengerjakan pembangunan rumah paman , nanti setelah mendapat pekerja nya maka paman Xiao Shen yang akan membelikan semua bahan bangunan untuk paman . Karena paman Xiao Shen yang membawa koin emasnya...'' ucap Fan Lao .
'' Iya tuan muda Fan Lao aku mengerti , kalau begitu aku mau menutup pintu gerbang nya dulu . Nanti akan aku diskusikan dengan saudara Xiao Shen mengenai masalah ini...'' ucap paman Xian Li.
'' Iya silahkan paman...'' ucap Fan Lao .
Kemudian paman Xian Li langsung keluar dari sana untuk menutup pintu gerbang .
'' Setelah ini paman Xiao Shen diskusikan dengan paman Xian Li mengenai pembangunan rumahnya , nanti paman bisa berdiskusi di kedai makanan yang ada di depan rumah kita ini untuk sekalian makan juga . Karena aku mau mandi dulu agar tubuhku lebih segar...'' ucap Fan Lao .
'' Iya Fan Lao, kamu tenang saja...'' ucap paman Xiao Shen.
Kemudian Fan Lao langsung berjalan masuk menuju kamar mandi , Fan Lao jadi teringat dengan rumah paman Xiao Shen di desa Lou Tong.
Karena di desa Lou Tong dulu dia selalu mandi di pagi dan sore hari ke sungai , tapi kali ini berbeda . Karena di sini dia mandi di dalam kamar mandi .
Setelah selesai mandi Fan Lao langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat .
__ADS_1
****
Keesokan harinya Fan Lao bangun pagi seperti biasanya .
Kemudian Fan Lao membuat minuman hangat , lalu duduk di teras rumahnya sambil menunggu kedatangan jendral Lin Langtian .
Kemarin Fan Lao mengatakan agar tidak terlalu pagi jika menjemputnya , karena kurang pas jika berkunjung ke sebuah klan saat masih pagi .
Apalagi kunjungannya ke klan Jiu kali ini adalah untuk mengadili Patriak klan Jiu .
'' Pagi pagi begini sangat nikmat jika bisa bersantai seperti ini...'' batin Fan Lao sambil bersiul siul menirukan suara burung .
Paman Xiao Shen kemudian ikut duduk bersantai di teras rumah sambil menikmati suasana pagi .
'' Kapan rencanamu mau berkunjung ke klan Jiu...'' tanya paman Xiao Shen .
'' Aku masih menunggu jendral Lin Langtian, mungkin jendral Lin Langtian masih mempersiapkan diri di barak militer...'' ucap Fan Lao.
'' Kamu nanti berhati hati lah , jangan bertindak gegabah dan jangan pernah meremehkan kekuatan seseorang...'' ucap paman Xiao Shen.
'' Saudara Xian Li hari ini akan mencari tukang bangunan nya dulu , dia tadi pagi sudah berangkat untuk mencarinya . Nanti setelah dia sudah mendapatkan tukang bangunan nya maka aku yang akan berbelanja bahan bangunan nya , karena harus bersama tukang bangunan jika membeli bahan bahan bangunannya agar bisa tahu bahan apa saja yang di butuhkan ...'' ucap paman Xiao Shen .
'' Baguslah kalau begitu , masalah ini aku percayakan kepada paman . Nanti jika koin emasnya masih kurang maka paman langsung katakan saja kepadaku...'' ucap Fan Lao .
'' Aku yakin ini sudah lebih dari cukup , karena saudara Xian Li ingin membuat rumah sederhana saja yang penting bisa di tempati dengan istri barunya...'' ucap paman xiao Shen .
Setelah beberapa saat jendral Lin Langtian akhirnya datang ke sana , sehingga Fan Lao langsung mempersilahkan untuk duduk dulu.
'' Kita bersantai saja dulu di sini , apakah Jendral Lin Langtian sudah makan pagi...'' tanya Fan Lao .
'' Sudah tuan muda Fan Lao , aku selalu makan pagi bersama para prajurit kekaisaran . Karena makan pagi adalah agenda wajib para prajurit saat di barak militer...'' ucap jendral Lin Langtian.
'' Terus siapa yang menyiapkan makanan nya , apakah pelayan istana...?'' tanya Fan Lao .
'' Bukan tuan muda Fan Lao , yang menyiapkan makanan adalah para prajurit sendiri . Setiap pagi mereka selalu bergantian menyiapkan makanan ini , tapi ini ada sisi baik nya juga karena sama dengan melatih kekompakan dan rasa kekeluargaan mereka...'' ucap jendral Lin Langtian.
__ADS_1
'' Jendral Lin Langtian benar juga , pasti sangat seru jika bisa makan pagi bersama sama seperti itu . Nanti jendral Lin Langtian ikuti saja apa yang aku rencanakan kemarin , aku ingatkan kepada jendral Lin Langtian untuk selalu waspada . Karena klan Jiu adalah para praktisi elemen Es , jadi mereka pasti memiliki serangan menyelinap yang sangat mematikan...'' ucap Fan Lao .
'' Iya aku mengerti tuan muda Fan Lao , nanti mohon bimbingannya . Karena tuan muda Fan Lao pasti memiliki pengalaman lebih untuk mengatasi masalah seperti ini...'' ucap Fan Lao .
'' Kalau boleh tahu berapa jarak tempuh ke klan Jiu dari sini...'' tanya Fan Lao .
'' Kurang lebih 1 jam kita akan sampai di sana , karena klan Jiu berada di dekat gerbang Utara...'' ucap jendral Lin Langtian .
'' Kalau begitu mari kita berangkat sekarang saja , karena satu jam adalah waktu yang cukup lama...'' ucap Fan Lao .
'' Aku mendapat hak otoritas untuk terbang di atas ibukota ini , jadi kita terbang saja agar lebih menghemat waktu...'' ucap jendral Lin Langtian.
'' Kita berjalan kaki saja jendral , karena aku ingin menikmati keramahan para warga ibukota kekaisaran ini . Aku pamit paman Xiao Shen...''ucap Fan Lao .
'' Iya berhati-hati lah...'' ucap paman Xiao Shen.
Kemudian Fan Lao dan jendral Lin Langtian langsung berdiri , lalu berjalan keluar dari halaman rumahnya .
Mereka berdua berjalan dengan santai sambil berbincang bincang ringan menuju klan Jiu .
****
Berpindah di klan Jiu .
Patriak Jiu Heng pagi ini melihat langsung para anggota klan Jiu yang sedang berlatih di halaman klan Jiu .
Karena tadi malam dia langsung menemui para tetua klan Jiu agar mengajak semua anggota klan untuk berlatih , tapi Patriak Jiu Heng tidak menceritakan apa alasan di mengitruksikan para anggota klan untuk berlatih .
Karena Patriak Jiu Heng memberi alasan bahwa ini adalah perintah leluhur Jiu Xin .
Sehingga semua anggota klan langsung menurut untuk berlatih , karena semua anggota klan Jiu yakin kalau leluhur Jiu Xin pasti memiliki rencana sendiri.
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...