
.
.
Setelah 30 detik berlalu waktu kembali normal lagi , tuan muda Jiu Quan dan kedua wanita ini tidak ada yang menyadari kalau baru saja terkena serangan tehnik Angin Pengendali Waktu.
Kemudian Fan Lao berjalan mendekati tuan muda Jiu Quan untuk memberinya kata kata mutiara.
Tuan muda Jiu Quan sedikit takut melihat Fan Lao datang mendekati nya , dia bimbang mau berbuat apa sekarang.
'' Kau jangan menyakiti putraku , karena dalam hal ini putraku tidak ikut campur masalah klan . Kau jangan menambah penderitaan kami , apakah kau masih belum puas setelah membunuh suamiku...'' ucap istri Patriak Jiu Heng sangat kesal .
'' Bibi tenang saja , aku tidak akan menyentuh kalian bertiga karena kalian bertiga bukanlah tandinganku . Aku sengaja menangkap kalian bertiga karena aku ingin mengingatkan kepada kalian bertiga untuk berubah menjadi orang baik dan hilangkan rasa dendam di hati kalian , karena kematian Patriak Jiu Heng adalah karma perbuatan nya sendiri . Tapi jika kalian datang lagi untuk menyerang kekaisaran ini maka aku dengan senang hati akan membunuh kalian hingga menjadi kabut darah . Hari ini aku masih berbaik hati kepada kalian bertiga , jadi jangan sia siakan kebaikan dariku...'' ucap Fan Lao .
Tuan muda Jiu Quan dan kedua wanita ini hanya diam saja tidak menjawab apa yang di ucapkan oleh Fan Lao , karena mereka bertiga sudah terlanjur kesal dan sangat dendam kepada Fan Lao .
'' Lang Ying , bebaskan mereka bertiga ini ....'' ucap Fan Lao .
Kemudian Lang Ying langsung melepaskan lilitan ekornya di tubuh kedua wanita ini , tapi tidak untuk tuan muda Jiu Quan . Karena Lang Ying tidak ingin melepaskan tuan muda Jiu Quan begitu saja setelah mendengar apa yang di ucapkan tadi dan apa yang di lakukan oleh tuan muda Jiu Quan ini yang telah menyerangnya dengan racun.
'' Tuan muda Fan Lao , tolong lepaskan lah putraku . Karena siluman Rubah ini tidak mau melepaskan putraku...?'' ucap istri Patriak Jiu Heng memohon .
'' Aku tidak bisa membantu bibi , mungkin putra bibi tadi telah menyerang hewan kontrak ku ini . Jadi biarkan hewan kontrakku membalas apa yang telah di lakukan oleh putramu tadi...'' ucap Fan Lao sambil membalikkan kedua telapak tangan nya.
Kemudian Fan Lao langsung mengajak komandan Liu Cheng dan para bawahannya untuk berjaga lagi .
Setelah Fan Lao telah pergi kemudian Lang Ying langsung mengangkat tubuh tuan muda Jiu Quan ke atas .
Lalu menghantamkan tubuh tuan muda Jiu Quan ke tanah dangan sangat kuat.
Debgh....
'' Arghhhhh....'' teriak tuan muda Jiu Quan sambil mengeluarkan darah di mulut nya.
Setelah menghantamkan tubuh tuan muda Jiu Quan kemudian Lang Ying langsung melepaskan lilitan ekornya .
__ADS_1
Tuan muda Jiu Quan sangat lega melihat ekor siluman Rubah ini tidak lagi mengikat tubuhnya , berarti siluman Rubah ini sudah selesai menyiksanya .
Kemudian ibu tuan muda Jiu Quan dan bibi Lan Ling langsung membantu tuan muda Jiu Quan berdiri , karena mereka berdua bisa merasakan sakit yang di alami oleh tuan muda Jiu Quan setelah tubuhnya menghantam permukaan tanah.
'' Kita sekarang segera pergi saja dari sini , karena siluman Rubah Putih ini sepertinya sudah puas menyiksa kita...'' ucap istri Patriak Jiu Heng.
'' Iya ibu , kenapa nasib kita sangat sial seperti ini...'' ucap tuan muda Jiu Quan sangat kesal sambil mengusap tetesan darah di bibirnya.
Kemudian mereka bertiga langsung mengeluarkan roh beladiri mereka masing, lalu menaikinya dan langsung terbang dari sana .
Setelah mereka bertiga telah pergi kemudian Lang Ying langsung berjalan ke tempat Fan Lao berada .
" Komandan Liu Cheng dan yang lainnya semoga bisa mengambil sisi baiknya setelah melihat caraku mengambil cincin penyimpanan mereka tadi , tapi isi di dalam cincin ini rencananya akan aku serahkan kepada yang mulia kaisar Xing Shan untuk di berikan kepada para keluarga korban yang telah di bunuh oleh Patriak Jiu Heng besok . Karena besok yang mulia kaisar Xing Shan akan berdiskusi dengan para keluarga korban , jadi kalian jangan berprasangka buruk kepadaku ..." ucap Fan Lao .
" Kami semua tidak ada yang berprasangka buruk kepada tuan muda Fan Lao , kami semua di sini sangat kagum melihat tehnik yang di miliki oleh tuan muda Fan Lao tadi . Kalau boleh tahu tehnik apa yang tuan muda Fan Lao gunakan itu tadi...?" tanya komandan Liu Cheng .
" Itu adalah tehnik Angin Pengendali Waktu yang aku dapatkan di Kuil Emas 7 tingkat di Asosiasi Gunung Huangshan..." ucap Fan Lao .
" Sungguh tehnik yang sangat luar biasa , aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi wajah mereka bertiga tadi saat melihat isi cincin penyimpan mereka telah menghilang..." ucap komandan Liu Cheng.
" Tuan muda Fan Lao sungguh sangat cerdik , sekarang mari kita masuk ke dalam untuk melanjutkan bercerita mengenai wilayah Utara tadi..." ajak komandan Liu Cheng.
" Terima kasih banyak komandan Liu Cheng dan saudara Wan Lian yang telah bercerita banyak mengenai wilayah Utara , sekarang aku pamit untuk pulang ke rumah . Maaf aku tidak bisa berlama lama di sini karena ada urusan yang harus aku selesaikan...'' ucap Fan Lao .
'' Sama sama tuan muda Fan Lao , kami semua juga sangat berterima kasih karena tuan muda Fan Lao sudah memberi kami hiburan dan pelajaran setelah mengerjai tuan muda Jiu Quan tadi...'' ucap komandan Liu Cheng.
'' Sampai jumpa semuanya...'' ucap Fan Lao sambil melompat di punggung Lang Ying, kemudian Lang Ying langsung terbang menuju rumah Fan Lao .
Sambil terbang Fan Lao langsung memeriksa cincin penyimpanan yang telah dia dapatkan tadi.
Ternyata ada ada satu cincin penyimpanan yang berisi gunungan koin emas, tapi dalam cincin ini juga ada beberapa pakaian wanita .
Berarti cincin ini adalah milik istri Patriak Jiu Heng , kemudian Fan Lao langsung menyimpan ketiga cincin itu untuk di berikan kepada keluarga korban .
'' Ternyata kerja kerasku tidak sia sia...'' batin Fan Lao .
__ADS_1
Karena cincin penyimpan milik Patriak Jiu Heng tadi sudah menghilang besama dengan hancurnya tubuh Patriak Jiu Heng .
****
Suasana di ibukota kekaisaran Xing langsung gempar setelah jendral kekasaiaran telah menyebarkan berita mengenai kebusukan klan Jiu .
Para warga di ibukota kekaisaran Xing tidak menyangka kalau klan Jiu telah melakukan perbuatan ini , sehingga berita ini langsung menyebar dengan sangat cepat dan menjadi pembicaraan hangat warga ibukota kekaisaran Xing.
Klan Jiu yang ada di setiap kota langsung menutup diri , karena banyak warga yang langsung mendatangi klan mereka untuk membuktikan kebenaran berita ini .
Tapi para warga langsung kecewa saat sampai di klan Jiu , karena klan Jiu telah menutup diri dan tidak mau memberi klarifikasi kepada mereka .
Sehingga semua warga ibukota kekaisaran Xing semakin yakin kalau berita ini memang benar adanya .
****
Berpindah di tempat tuan muda Jiu Quan.
Setelah satu jam berlalu istri Patriak Jiu Heng mengajak putranya dan adik Lan Ling untuk beristirahat sejenak , karena ingin mengobati luka putranya tadi .
Apalagi mereka bertiga melihat sekarang sudah aman , karena tidak ada orang dari kekaisaran yang mengikuti mereka.
'' Quan'er , sekarang kita sudah aman . Aku memiliki pil untuk mengobati luka yang kau dapatkan dari siluman Rubah sialan tadi...'' ucap ibu tuan muda Jiu Quan.
'' Iya ibu , sekarang keluarkanlah...'' ucap tuan muda Jiu Quan .
'' Apa...!!!! Huhuuuhuuuuu.... hiks...hiks... '' suara ibu tuan muda Jiu Quan yang menangis sesenggukan sambil mengusap air matanya .
Tuan muda Jiu Quan dan bibi Lan Ling sedikit bingung melihat ibunya langsung menangis seperti ini .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1