
.
.
Fan Lao dan yang lainnya berjalan dengan santai menuju rumah yang akan dia beli .
Mereka berjalan sambil berbincang bincang ringan dan menikmati suasana sore hari ibukota kekaisaran Xing.
Setelah 15 menit berlalu akhirnya mereka sampai di depan rumah yang akan Fan Lao beli.
'' Itu adalah rumah yang akan saudara Fan Lao beli...'' ucap tuan muda Juan Jiang sambil menunjuk ke arah sebuah rumah yang sangat besar .
Fan Lao sangat kagum melihat rumah ini , karena rumah ini seperti sebuah istana yang sangat besar .
Kemudian Fan Lao mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam , karena Fan Lao ingin melihat secara langsung seperti apa ruangan yang ada di dalam rumah ini .
Lalu Patriak Juan Xin langsung membuka kunci rumahnya dulu , lalu mempersilahkan mereka semua masuk ke dalam .
Setelah sampai di halaman rumah ini Fan Lao melihat halaman rumah ini ternyata ada sebuah kolam ikan dan bunga bunga yang tumbuh berjajar sangat rapi .
Lalu Fan Lao langsung masuk ke dalam untuk melihat setiap ruang , kamar , dapur dan juga kamar mandi.
Ternyata semuanya masih baik baik saja tidak ada kerusakan sama sekali , bahkan perabotan rumah juga masih terawat dengan baik .
'' Rumah ini baru di jual seminggu yang lalu , sehingga semua bangunan dan area di luar masih sangat terawat . Apakah tuan muda Fan Lao tertarik membeli rumah ini , jika tidak maka akan aku tunjukkan rumah yang lainnya ...?'' tanya nona Ling Xhie.
'' Kurasa ini sudah lebih dari cukup nona Ling Xhie, bagaimana dengan area di belakang rumah ini ...'' tanya Fan Lao .
'' Area di belakang juga lumayan luas , karena masih bisa di bangun 2 rumah lagi...'' ucap nona Ling Xhie.
'' Apakah paman mau menempati rumah ini...?'' tanya Fan Lao kepada paman Xiao Shen.
'' Kenapa kamu bertanya seperti itu kepadaku , tentu aku mau menempati rumah ini . Karena rumah ini sangat bagus , hanya saja kita membutuhkan pekerja dan pelayan untuk merawat rumah ini . Karena aku tidak mungkin akan merawat rumah sebesar ini sendirian...'' ucap paman Xiao Shen .
__ADS_1
'' Untuk masalah merawat bagian luar nanti aku akan mempekerjakan pekerja sendiri untuk menemani paman Xian Li ini , sedangkan bagian dalam harus paman rawat sendiri . Kalau paman merasa terbengkalai maka paman bisa menikah lagi untuk memulai hidup baru lagi...hehehe...'' ucap Fan Lao sambil tersenyum terkekeh .
'' Kamu ada ada saja...'' ucap paman Xiao Shen sedikit malu .
'' Bagaimana paman Xian Li , apakah paman mau merawat bagian luar rumah ini . Nanti rumah ini tidak perlu di jaga karena di dalam rumah ini tidak ada apa apa , jadi paman bertugas untuk merawat dan membukakan pintu gerbang jika ada orang yang ingin bertamu . Nanti aku akan memberikan bayaran yang sama seperti bayaran yang paman dapatkan saat ini ..'' ucap Fan Lao .
'' Dengan senang hati aku pasti mau tuan muda Fan Lao...'' ucap penjaga Xian Li .
'' Nanti akan kita lanjutkan untuk berdiskusi nya , karena aku memiliki beberapa syarat jika paman mau tinggal di sini . Tapi paman tenang saja karena syarat ini tidak akan memberatkan paman sama sekali...''ucap Fan Lao .
'' Iya tuan muda Fan Lao , aku akan menerima syarat apa saja dari tuan muda Fan Lao...'' ucap paman Xian Li .
Kemudian Fan Lao berjalan keluar lewat pintu belakang untuk melihat area di belakang , ternyata area di belakang memang cukup luas seperti yang di katakan oleh nona Ling Xhie tadi .
Karena masih bisa di bangun dua rumah lagi , di sana nantinya juga bisa di tanami tanaman obat atau buah buahan .
Kemudian Fan Lao langsung masuk ke dalam rumah lagi , lalu berjalan ke ruang tamu tempat tuan muda Juan Jiang dan yang lainnya berada .
'' Aku jadi membeli rumah ini , karena rumah ini masih bagus dan sangat terawat...'' ucap Fan Lao .
'' Kalau begitu saudara Fan Lao tempati saja rumah ini bersama keluarga , saudara Fan Lao tidak perlu memikirkan harganya . Rumah ini adalah pemberian dari ku , anggap saja ini sebagai tanda pertemanan kita....'' ucap tuan muda Juan Jiang .
'' Terima kasih banyak saudara Juan Jiang sudah mau memberiku rumah sebesar ini , tapi aku dan paman Xiao Shen tidak jadi menempati rumah ini . Karena niat ku ke pavilun Jianxu adalah untuk membeli rumah , bukan untuk meminta rumah kepada saudara Juan Jiang...'' ucap Fan Lao sangat kesal .
'' Maksudku bukan begitu saudara Fan Lao , karena aku tidak bisa menerima koin emas dari saudara ku sendiri...'' ucap tuan muda Juan Jiang.
'' Aku tahu saudara Juan Jiang tidak mau menerima koin emas dariku , apakah saudara Juan Jiang pikir aku juga bisa menerima pemberian rumah sebesar ini . Anggap saja aku membeli rumah ini ke paviliun Jianxu tanpa sepengetahuan saudara Juan Jiang , jadi aku akan membelinya sesuai harga sebelumnya...'' ucap Fan Lao .
'' Baiklah kalau begitu saudara Fan Lao silahkan membayar sesuai harga ketika paviliun ini mendapatkan rumah ini saja . Ling'er , berapa harga rumah ini saat kita mendapatkannya...'' tanya tuan muda Juan Jiang.
'' 7800 koin emas Jiang Gege...'' ucap nona Ling Xhie.
'' Saudara Fan Lao bisa membayar rumah ini dengan harga 7800 saja...'' ucap tuan muda Juan Jiang .
__ADS_1
'' Aku sangat berterima kasih kepada saudara Juan Jiang , paman Juan Xin dan nona Ling Xhie. Karena secara tidak langsung kalian sama saja membantu mendapatkan rumah ini tanpa imbalan sedikitpun...'' ucap Fan Lao .
'' Sama sama saudara Fan Lao , aku minta maaf jika keinginanku tadi sedikit egois menurut saudara Fan Lao...'' ucap taun muda Juan Jiang .
'' Iya aku maafkan saudara Juan Jiang, lain kali janganlah seperti itu lagi . Jika kalian ingin berbaik hati atau berbagi maka berikan kepada orang yang lebih membutuhkan , seperti orang miskin atau orang terlantar di jalanan . Karena mereka lebih membutuhkan uluran tangan kita....'' ucap Fan Lao .
'' Iya saudara Fan Lao , aku mengerti...'' ucap tuan muda Juan Jiang .
Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan cincin kosong , lalu di isinya dengan 7800 koin emas .
'' Ini koin emasnya untuk biaya pembelian rumah ini , aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena kalian tidak mendapatkan keuntungan apa apa dari penjualan rumah ini...'' ucap Fan Lao sambil memberikan cincin penyimpanan berisi 7800 koin emas kepada tuan muda Juan Jiang .
'' Tidak apa apa saudara Fan Lao , bantuan dariku ini tidak seberapa di bandingkan apa yang telah saudara Fan Lao ajarkan kepadaku ....'' ucap tuan muda Juan Jiang .
Kemudian Patriak Juan Xin langsung mengeluarkan sebuah lembaran kain berwarna emas , lalu di letakkan di atas meja.
Lalu menulis beberapa kata di atas lembaran kain berwarna emas ini .
'' Tuan muda Fan Lao , ini adalah bukti kepemilikan rumah ini . Tapi tuan muda Fan Lao harus meneteskan darah tuan muda Fan Lao ke kain ini tepat di atas nama tuan muda Fan Lao ini...'' ucap Patriak Juan Xin sambil menyodorkan lembaran kain berwarna emas itu.
'' Terima kasih paman Juan Xin....'' ucap Fan Lao sambil melukai jari nya , lalu menempelkan jarinya tepat di atas nama nya .
'' Sekarang rumah ini sudah sah menjadi rumah milik tuan muda Fan Lao , aku ucapkan selamat dan semoga bisa betah menempati rumah ini...'' ucap Patriak Juan Xin sambil meletakkan kunci rumah ini di atas meja .
'' Iya terima kasih paman Juan Xin...'' ucap Fan Lao sambil menyimpan lembaran kain berwarna emas dan kunci rumah ke dalam cincinnya.
Fan Lao merasa sangat lega setelah memiliki rumah ini , karena setelah ini dirinya bisa fokus untuk menyelesaikan masalahnya dengan klan Jiu lalu melamar putri Xing Zhie.
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1