LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
JANGAN TAMPAN-TAMPAN, NANTI AKU YANG REPOT!


__ADS_3

Benar-benar nekat, Eric Zhan memakai dandanan eksekutif muda. Tracy Zhan yang tidak biasa dengan penampilan gagah rupawan kakaknya ini salah tingkat. Bukan arti ketertarikan lawan jenis ya. Tapi sejenis kekhawatiran jika kakaknya menjadi incaran karyawan dikantornya.


“Kak, yakin tidak mau ganti baju?” Tracy bertanya lagi.


“Yakin sekali, kenapa? Apakah matamu tidak biasa dengam aura yang Tuhan anugrhakan padaku?” menggelengkan kepalanya dengan perlahan agar seksi.


Ilustrasi gambar babang tamvan.



“Waduh-waduh posenya ganas bikin wanita dewasa tergoda. Sudah ayo kita berangkat. Paman Wang tolong bakar semua baju tampannya. Merepotkan sekali melihatnya tampan” goda Tracy agar kakaknya minder dengan penampilan barunya.


“Kau berani membuang, kubakar poster aktor Korea-mu” ancam Eric Zhan dengam menjewer adiknya.


*


*


*


Keduanya turun dari mobil, dengan posesif Tracy menggandeng kakaknya. Biasanya Eric hanya lewat hari parkiran bawah tanah. Tapi karena dia merasa percaya diri, maka lewat lobi utama.


“Ya ampun, tampan-tampan begini mau saja dengan CEO galak” bisik seorang karyawan dengan temannya.


“Woah, tampan sekali sepertinya ada artis baru ya. Aku harus mencari tahu lewat ponsel” langsung mencari tahu lewat akun pencarian.


Seorang gadis lewat didepan jalan Eric dan Tracy. Tidak ada yang menyenggolnya, mungkin hak sepatunya saja yang terlalu tinggi. Lalu kakinya terkilir. Tapi kenapa bisa tepat didepan mereka berjalan.


“Auh, sakit sekali. Sepertinya kakiku patah auh auh auh” terduduk dilantai dengan mengusap-usap kakinya.


“Jika kakimu patah, segera ambil uang asuransi. Perusahaan Zenue tidak memperkerjakan orang cacat. Uangnya bisa kau buat amputasi agar kakimu itu tidak sakit” ketus Tracy kepada wanita yang pura-pura jatuh didepannya.


“Kau, kejam sekali” membersihkan roknya yang pendek dan berdiri tegak lagi.


“Aku bebas mengatakan apapun, karena aku CEO. Yang biasa kalian sebut iblis betina” Tracy menggeret Eric yang berhenti berjalan.

__ADS_1


“Oh jadi nona adalah CEO Tracy ya, ma’afkan saya. Maafkan saya” berulang kali menunduk memohon maaf.


“Cih dasar murahan, beraninya menggoda tunanganku” menggertak karyawan ganjen tadi.


Karena malu dipertontonkan oleh orang banyak. Karyawan itu pergi berlalu dengan cepat. Didalam lift, Eric tidak terima disebut tunangannya Tracy.


“Lepaskan, menjijikan sekali kau merangkulku di hadapan semua orang” dengan nada kesal.


“Hai Eric Zhan, aku melakukan ini agar kau tidak dilecehkan karyawan disini. Kau lihat baru saja ada karyawan perempuan pura-pura terjatuh. Agar menarik perhatianmu, belum lagi mata lapar para wanita-wanita nakal itu. Sangat menjijikkan” Tracy melipat tangannya.


“Kau sendiri tidak berkaca, betapa menjijikannya dirimu. Bertahun-tahun mengirim pengutit bayaran. Membayangi kehidupan artia idolamu, bahkan menyogok artis yang pacaran dengannya untuk putus. Apa kau buta, seluruh isi kamarmu penuh dengan foto dan poster ukuran jumbo. Itu yang dinamakan normal hah normal” menowel kepala adiknya.


“Aw sakit, kenapa sih kepalaku selalu dijadikan sasaran. Aku kan sudah besar hih” mengusap kepalanya yang sakit.


“Sudah tahu kejiwaanmu terganggu masih mengatai orang lain. Dasar wanita, maunya menang sendiri” menghujat kaum wanita yang egois. Terumata Tracy.


“Kau tidak aku ijinkan ikut rapat pagi ini karena sudah melakukan kekerasan dalam keluarga” bentak Tracy pada Eric.


“Lakukan saja, lagipula aku bisa mengikutinya lewat video konferensi hahaha” tertawa penuh kemenangan.


“Bagus, dengan begitu semua karyawan wanita disini tidak saling membunuh. Karena ingin mencari perhatianmu” lontar Tracy gemas.


Diruangan CEO Tracy, Eric menyaksikan berjalannya rapat. Ditengah-tengah rapat ponsel Eric berdering. Ternyata Yanzy menelpon dirinya.


---PERCKAPAN TELEPON---


• Yanzy : Kak Eric, apa kau tahu yang aku lihat didepanku ini siapa?


• Eric : Kartu remi dan taruhan judi


• Yanzy : Bukan, Zero 1 yang sedang berada didepanku. Dia bermain di Makkau ditemani gadis cantik. Sepertinya seorang artis muda, dia bermain taruhan besar. Bagaimana ini, aku lanjut tidak?


• Eric : Seperti yang Tracy katakan, datang, bermain dan menangkan. Keruk habis taruhannya jadikan modal untuk pemilu.


• Yanzy : Baiklah, tapi dia kan...

__ADS_1


• Eric : Dia hanya gen-ku bukan keluargaku. Lanjutkan saja tugasmu, aku sedang memantau rapat. Serta menghitung data keuangan perusahaan.


Bagus sekali saat Yanzy berada di Makkau. Ternyata Mark juga berada disana untuk menghabiskan uangnya. Eric yakin kalau Yanzy bisa mengeruk habis pemain diatas meja judi. Menjadi sponsor pemilu membutuhkan dana yang besar. Bahkan sekelas pejabat akan melakukan apa saja asal menang di putaran ke 2.


“Sudah jam 10 seharusnya aku kembali ke rumah sakit” Eric menyimpan semua datanya.


“Kenapa sudah mau pergi saja, aku kan belum memberikan laporanku” Tracy masuk kantor CEO dengan membawa leptopnya yang berisi data.


“Aku sudah menyalinnya, Samuel akan tiba di rumah sakit. Jadi aku harus memberikan sambutan yang luar biasa” Eric membuka jas dan dasinya. Dia sekarang mengenakan kemeja dengan satu kancing terbuka.


“Syukurlah kalau kau mengubah penampilanmu. Jadi aku tidak usah khawatir lagi” dengan santai Tracy duduk dikursi bekas kakaknya tadi.


“Aku begini saja sudah membuat rumah sakit kerepotan dengan aura ketampananku” menyombongkan diri.


Clutak... Tracy melempar pena kearah Eric.


“JANGAN TAMPAN-TAMPAN, NANTI AKU YANG REPOT” nasehat Tracy sebelum kakaknya pergi.


Setelah meninggalkan ruangan kerja CEO ZENUE. Eric kembali lewat pintu belakang, lewat lift khusus. Sudah terparkir mobil dengan rapi. Tinggal memilih yang mana semuanya miliknya.


Tracy membuka nakas kerjanya, dia menarik sebuah figura foto. Dilihatnya foto bergambar pria yang tak lain ialah Javier.


Cuuppss... Bibir Tracy melekat di foto Javier.


“Walaupun aku memiliki kakak pria yang tampan, tapi dihatiku tatap ada dirimu aktor Jung Jae Min. “


Diletakkan figura foto Javier didadanya. Dia berkhayal tentang masa depannya bersama Javier. Memiliki beberapa anak, bermain diladang rumput kuas. Memiliki rumah disebuah perkampungan kecil.


Ah, tapi mana mungkin dia mau hidup di kampung. Sejak kecil dirinya kan sudah menjadi artis. Mana mau dia bermain di rerumputan yang kotor. Gusar Tracy Zhan yang berangan-angan dengan Javier, idolanya.


Masih beruntung Eric tidak membongkar isi laci maupun nakas kerjanya. Bisa habis diejek Eric jika tahu dia menyimpan atribut tentang Javier. Sejak remaja, Tracy selalu kecanduan dengan drama maupun film yanh dibintangi Javier. Bahkan jika ada konser di Hong-kong dan Jepang. Dia pura-pura pergi berbisnis sebagai alasan menghadiri acara temu fans dan konser Javier.


***RUMAH SAKIT****


“Pakai alat pelindung diri kalian, target sudah masuk diruangan rawatnya” Eric memberikan instruksi kepada 2 perawat suruhannya untuk membantu misinya.

__ADS_1


Ketiganya berpura-pura mengecek keadaan pasien. Dikamar Samuel mereka bertiga memulai misinya. Seorang perawat membungkam mulut Samuel dan satunya lagi menindih tubuh Samuel agar tidak banyak berontak. Diluar sudah berjaga polisi yang sudah disuap. Eric menyuntikkan bibit virus kedalam tubuh Samuel.


“Selanjutnya kau akan hidup dalam penyesalan sebagai orang jahat” menonjor kepala Samuel yang pingsan, setelah adegan medis ilegal tersebut.


__ADS_2