
***
Hari ini Nampin & suami sepakat bercerai dengan ketentuan hak asuh anak jatuh kepada Nampin. Setengah harta Pil Gu diserahkan kepada Nam Pin sebagai harta bersama. Hasil penjualan apartemen 80% diserahkan untuk kompensasi anak. Jadi Pil Gu hanya memiliki sedikit harta. Karena ketahuan berselingkuh & terjadi kehamilan disaat terikat pernkahan resmi. Saar hendak keluar dari ruang sidang Pil Gu sempat meminta maaf & menyesali perbuatannya.
"Nampin maafkan aku yang telah merusak rumah tangga kita. Aku titip rawat & jagalah Putri kita dengan baik. Ketika dewasa aku malu menghadapkan wajahku kepadanya." Pil Gu tertunduk malu.
"Kak Pil Gu marilah bersama-sama membesarkan Putri kita. Walaupun kau bekas suamiku kau tetap ayah putriku. Kalau ada kesempatan akan kuajak dia kesini untuk mengunjungimu. Lekaslah menikah dengan Rita. Bayi yang ada perutnya semakin besar. Menjalani kehamilan tanpa suami akan berat. Aku pamit dulu mau membereskan barang-barang yang ada di apartemen. "Nampin pamit sambil menyalami Pil Gu.
Didalam mobil senior Song sudah siaga mengantar Nampin ke Apartemen bekas suaminya dulu. Karena sudah laku makanya harus segera dikosongkan. Selama Nampin belum menemukan tempat kontrakan baru senior Song menampungnya. Karena Nampin tidak ingin berurusan dengan Hansen.
"Senior Song bagaimana kalau kita ajak rekan kantor merayakan perceraianku? Aku tidak ingin menangis seperti kebanyakan wanita." Nampin penuh semangat.
"Tidak masalah aku tau tempat yang cocok untuk berkumpul di Kota Seoul. Tempatnya sering dikunjungi selebritis & kalangan elite. Sapa tahu disana aku bisa bertemu artis idolaku Dae Yoo." Senior Song dengan mata berbinar ekspresi lucu.
"Baiklah karena kau yang merekomendasikan jadi kau yang traktir. Hahahaha" Nampin memukul lengan senior Song.
"Menyesal aku mengatakannya, pada akhirnya juga menggesek kartuku juga hiks. " Senior Song mode melas.
***
__ADS_1
Pagi ini Asisten Javier sudah datang untuk menjemput keluarga Wijayakusuma. Diperkirakan jalan akan macet karena reporter & fans Javier sudah memenuhi sekitaran Asrama tersebut.
"Selamat pagi Tuan besar, Nyonya besar & Tuan Muda. Mari kita berangkat sekarang sebelum jalan macet." Asisten itu memberi salam & hormat.
"Dimana Manajer? " Tanya Hansen.
"Beliau hari ini ada urusan keluarga jadi berhalangan masuk kerja. Jadi hari ini saya datang sendiri." Asisten itu melajukan mobil.
"Jadi keluarganya ada yang sakit atau terjadi kesulitan? " Tanya Nyonya Wijayakusuma.
"Lebih tepatnya Manajer Nam hari ini putusan cerai. Dalam waktu dekat akan melangsungkan pernikahan. " Sahut Asisten kembali.
"Putraku kelak kalau kau menikah usahakan sekali seumur hidupmu. Jangan sakiti wanita ingat karma! " Nyonya Wijayakusuma sambil melirik suaminya.
"Apa? kau lirik-lirik aku, bukanya aku sudah memiliki istri yang cantik walaupun tidak muda lagi tapi bagiku kau lebih menarik. Terlebih kau sudah memberikan aku Dua putra yang hebat. Sial. " Tuan Wijayakusuma menggerutu kesal.
"Hansen putraku kelak ketika kau akan menikah pikirkanlah matang-matang, agar penikahan kalian lenggeng."
"hemmbb (kenapa giliranku yang diserang sih, cih)" Gumam Hansen kesal.
__ADS_1
Jalanan sudah mulai padat kendaraan, ada kelompok gadis-gadis yang membawa spanduk, souvenir, & kado. Mereka sudah bersiap menuju lapangan sambil berjalan bergerombol. Reporter sudah memasang kamera & mikrofon untuk mengambil berita. Suasana podium berubah menjadi riuh ketika Javier keluar dengan seragam lengkap & topi. Tampak gagah & agak coklat kulitnya. Dia melambaikan tangan & memberikan pidato. Setelah turun melayani foto lalu wawancara media. Setelah selesai melakukan prosesi Javier menuju aula khusus bagi keluarga untuk bertemu.
"Eomma.... lihat aku sangat gagah bukan, bahkan bisa menjadi wakil CEO seperti Hyung." Sambil memeluk ibunya.
"Hemmb tapi aku lebih berwibawa," Sambil melepaskan kacamata hitamnya.
"Hyung.. kau sekarang sangat tampan mirip selebriti Korea. Masuklah jadi artis di Agensiku pasti cepat orbitkanmu. Walapun usiamu tidak muda hahahah. " Ejek Javier sambil memukul pundak kakaknya.
"Kau tidak akan mampu membayar kakakmu, dia tidurpun digaji. Kau ingin dikutuk ribuan karyawan Wijaya Grup apa? Sembarangan bicara." Tuan Wijayakusuma memukul kepala putranya.
"Eomma ayo pulang ke Indonesia secepatnya." Sambil merengek-rengek manja.
"Kau ini bagaimana sih, Hansen sudah menyiapkan pesta penyambutanmu. Ibu juga ingin perawatan dulu disini." Sambil bercermin dilayar ponsel.
"Ayah, kau disini saja ya temani ibu. Nanti aku berikan voucher-ku. Tapi pinjamkan pesawat untuk membawaku ke Indonesia." Ganti membujuk ayahnya.
"Kau ini seperti bayi saja, merengeklah dengam benar pada kakakmu!
"Hyung.... tampung aku ya ketika pulang, aku mohon?" Mengatupkan kedua tanganya kepada Hansen.
__ADS_1
"Cih... aku mencium parasit." sambil memalingkan wajahnya.