LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
SPOILER NOVEL LEPASKAN AKU, BOS 2


__ADS_3

***


Pagi ini mereka sarapan bersama di apartemen yang disewa selama pengobatan Javier di Singapura. Pak Basuki & Ryan yang ikur sarapan pagi ini ingin berpamitan kembali ke Indonesia. Tapi Marco berkata kalau siang ini akan tiba di Singapura membawa hasil tes darah & sampel asli bayi Laura. Ryan & Pak Basuki urung kembali karena Marco meminta tes DNA dilakukan lagi. Marco menyanggupinya karena ingin tau dengan jelas siapa ayah biologis bayi Laura itu.


Setelah selesai sarapan rombongan tersebut ikut kembali kerumah sakit sambil menunggu Marco datang. Irene berada dirumah sakit sambil melaporkan keadaan Javier & Diandra yang sudah datang. Siang telah tiba Ryan & Pak Basuki akhirnya bertemu dengan Marco untuk pertama kalinya.


"Lihatlah Pangeranmu sudah datang tidak mau menyapanya? " Javier sinis melirik Laura.


"Diamlah, aku sedang kawatir hasil tesnya ketika keluar."


"Apa Marco bukan satu-satunya laki-laki yang tidur denganmu? Wah hebat sekali kau, kalau aku wajar tidur dengan banyak wanita. "


"Hih kau ini bisa tidak berkomentar positif, aku kawatir kalau Marco akan membawa bayiku."


"Marco bisa menghidupi bayimu dengan layak, dia akan sedikit cerdas daripada kau."

__ADS_1


"Lelaki gila kerja tak tahu waktu pasti akan menelantarkan bayiku, lagipula Ryan lebih telaten saat kami menikah."


"Marco bisa menikahi wanita lain yang bersedia merawat bayimu, bahkan tanpa menikahpun Marco mampu membiayai pengasuh bayi. Keluargaku menggaji mahal keringat pegawainya."


Perbincangan dua arwah gentayangan itu terhenti saat Hansen melintasi mereka. Marco sigap menghadap majikannya menceritakan detail peristiwa yang dialami Ryan saat bertemu dengan Javier. Hansen sangat geram saat tahu Ryan menonjok pipi Javier lalu kejang-kejang.


"Kau selain tidak tahu balas Budi memang tidak punya etika." Hansen bicara sinis lalu pergi meninggalkan ruang tunggu pemeriksaan tes DNA.


Javier & Laura lantas mengikuti Hansen pergi, ternyata Hansen pergi menemui Javier dikamar ICCU.


Detak jantung Javier menurun tak stabil semakin memburuk. Hansen panik menekan tombol darurat agar tim medis masuk keruangan memberikan pertolongan.


"Tuan muda, silahkan anda keluar. Silahkan mengumpulkan seluruh anggota keluarga." Perawat itu menutup pintu.


Semuanya tertunduk lesu menunggu dokter keluar memberikan kepastian keadaan Diandra.

__ADS_1


"Keluarga pasien Javier."


"Ini tidak mungkin Javier putraku 😭😭😭." Nyonya Wijayakusuma pingsan seketika.


Hansen & Tuan Wijayakusuma membopong tubuh Nyonya Wijayakusuma. Irene datang membawa kursi roda. Diandra melihat keadaan itu berlari mendekat untuk membantu.


"Diandra, kau sebaiknya masuk melihat Javier untuk terkahir kalinya. Aku & Ayah akan menyusulmu setelah membawa ibu ke UGD. Irene urus rumah sakit sekarang, lalu kau Nampin tetap berada di sisi Diandra." Hansen pergi meninggalkan Diandra bersama Nampin.


***


"Hai kalau kau mati belum menyampaikan pesan terakhir kau akan berakhir sepertiku. "


"Tidak perduli mati atau hidup, saat ini Diandra sudah datang kesini. Aku bisa melihatnya matipun tenang, kau kembalilah keruangan tes DNA. Disini bukan tempatmu, kau harus menemui takdirmu jugakan." Javier masuk keruangan Diandra berada.


"Javier andai aku bisa memutar waktu kembali tidak akan pernah berbuat konyol hingga kau harus menderita seperti ini.Maafkan aku Javier." Laura memutar badannya pergi.

__ADS_1


"Cih andai kau tahu berharganya mencintai diri sendiri kau pasti tidak akan menyulitkan hidup orang lain." 😒


__ADS_2