
*******-********
Akhirnya Javier menyadari kalau dia menjadi pusat perhatian. Dia malu karena ada Diandra yang ikut melipat bibirnyanya. Mereka semua menahan tawanya tapi takut kalau Javier tersinggung lalu marah lagi.
“Sudahlah, aku berubah pikiran antar aku kepemandian air panas. Ambilkan baju gantiku dikamar sanan! “
“Baik hyung” berlari kekamar tamu.
Masih mendapati Jenny yang mencecar paparazi habis-habisan. Di villa pribadinya milik orang tuanya masih ada penguntit.
“Maaf nona Jenny, aktor Jung sudah kembali. Aku ingin masuk mengambil baju ganti untuknya” asisten Park meminta ijin orang yang sedang sibuk didalam.
“Oh masuklah asisten Park” Jenny mempersilahkan masuk.
Asisten Park mengambil baju ganti miliknya & Javier dimasukkan kedalam tas ransel berukuran besar. Di villa milik Direktur Kim dilengkapi pemandian air panas. Karena juga disewakan untuk kalangan tertentu untuk berlibur.
“Nona Jenny terimakasih, aku keluar laga harus menemani aktor Jung. Aku tadi berhasil menahannya untuk kembali ke Seoul. Tolong kerjasamanya ya” seolah ngeisyaratkan agar Jenny mengawasi paparazi itu agar tidak kabur.
“Baiklah asisten Park, kau bisa mempercayakan kepadaku. Aku akan mengintrogasi siapa dalangnya. Berani-beraninya dia menguntit sampai villa-ku.”
Asisten Park menutup pintunya kembali. Menyusul dimana Javier sedang bergabung berkumpul dengan yang lainnya.
“Hyung, tadi nona Jenny bilang akan mengurus paparazi itu. Jadi kita berangkat” berjalan nyelonong begitu saja.
Kerah kaosnya ditarik Javier, sehingga langkah kakinya tertahan. Kepalanya tertinggal dibelakang tertarik mengikuti kerahnya.
“Eh..... Apalagi” keheranan seolah ada yang salah.
“Siapa juga yang mau pergi berdua denganmu. Kita pergi beramai-ramai dengan kru kantor juga. Jangan egois ingin menikmati fasiltas villa.”
“Oh iya sampai lupa, kawan-kawan ayo ikut bergabung di pemandian air panas. Ayo kita bersenang-senang” komando asisten Park.
Semuanya bersemangat, karena pemandian air panasnya privat. Mereka bisa bersantai berlama-lama.
***Pemandian Air Panas***
__ADS_1
“Asisten Park, bisakah kau mengatur agar aku bisa berdua dengan Diandra saja?” Menjentikkan jarinya memberi perintah.
“Bagaimana bisa, kuperhatikan nona Diandra acuh saja padamu hyung. Apalagi mengaturnya agar kalian bisa berdua dikolam bersamanya. Aneh-aneh saja kau hyung. Sudahlah kau bersamaku saja seperti biasanya. Aku akan menggosok punggungmu hingga bersih.”😌😌😌
“Gaji ekstramu tidak akan ku transfer bulan ini” ancam Javier.
Jreng jreng..... Mengingat cicilan & biaya hidupnya yang mewah. Asisten Park memutar otak agar keinginan bos-nya terkabulkan.
“Hyung bisakah kau tidak menyulitkanku. Nona Diandra orang yang dingin bukan mudah ditaklukkan” mengeluh kesal.
“Atur saja, aku hanya ingin berdua dengannya” melucutinya bajunya dengan memakai handuk menutupi bagian tubuhnya.
Keluar dari kamar ganti menuju kolam berendam. Javier membenamkan tubuhnya setengah. Sangat nyaman sekali air panas untuk melepaskan lelas & stres. Beberapa makanan & minuman sudah disiapkan oleh pelayan villa. Dia tinggal menunggu hasil kerja asisten Park membawa Diandra.
Sementara itu asisten Park menunggu Diandra keluar dari kamar ganti wanita. Dia mengatur untuk mengolah kata-kata agar Diandra mau dibujuknya.
“Hallo asisten Park, sedang mancari siapa. Kenapa kau ada didepan pintu kamar ganti wanita? “ Nampin bertanya.
Devi yang sudah tidak sabar berhamburan pergi meninggalkan rekan-rekannya.
“Wah perhatian sekali aktor Jung, jadi iri akunya” eh itukan untuk Diandra bukan aku.
“Ada apa” Diandra keluar kamar mandi memakai handuk menutupi tubuhnya.
“Ini asisten Park kemari membawa kaos ganti untukmu. Konon katanya ini kaos aktor jung yang sengaja dia pinjamkan untukmu berganti. “ Nampin menyenggol siku Diandra.
“Oh tidak perlu repot-repot, aku sudah mengeringkannya lalu menjemurnya disana. Sampaikan terimakasih ku saja padanya” menunjuk binatu.
“Nona jika kau menolaknya akan lebih baik bila kau sendiri yang menyampaikannya. Aku sudah dimarahinya habis-habisan karena ulah paparazi itu. Sekarang kau menolaknya lagi, mungkin ini hari terakhirku bekerja sebagai asisten pribadinya” memasang muka memelas.
“Oh baiklah aku akan menyusulnya, dimana dia berada? “ Diandra tidak ingin menyulitkan posisi asisten Park.
“Disana” menunjuk arah Javier berada.
“Baiklah aku akan kesana, kak Nampin kau pergi dululah. Aku akan menemui aktor Jung” Diandra pergi membawa kaos milik Javier tersebut.
__ADS_1
Memasuki pemandian yang berada Javier didalamnya.
“Tutup pintunya lalu gosok punggungku dengar benar! “ membalikkan tubuhnya seolah-olah memerintah asisten Park.
Diandra meletakkan kaosnya dinakas. Lalu mencari handuk untuk membasuh punggung milik javier.
Setelah menemukan handuknya dia ragu-ragu untuk menggosokannya. Ini pertama kalinya dia melihat tubuh pria lain selain milik Hansen. Kulitnya mulus tidak ada bekas noda. Bagaikan kertas lukasanya yang masih baru. Belum tertumpah cat lukis.
Pantas saja wanita menggilainya, tubuhnya saja bagai anugrah. Semua yang didambakan ada padanya. Bahkan bila didunia ini ada orang yang lahir seperti dirinya pasti hidupnya akan mudah.
“Kenapa lama sekali asisten Park” tersenyum tipis untuk mengerjai Diandra.
"Ehemmmmm aktor Jung, aku bukan asisten Park. Aku mau mengantarkan kaosmu kembali."
"Kenapa? aku hanya ingin kamu memaki baju ganti, sangat tidak nyaman untuk mata normalku tadi."
Senyuman licik tergaris nyata dibibir tipis milik Javier. Pasti dia melihat sebuah pemandangan dari tubuh Indah milik Diandra. Seketika Diandra membalikkan badannya. Belum sempat melarikan diri, Javier memeluknya dari bekalang. Mendekap kuat tubuh gadis memakai handuk kimono.
"Jangan bergerak, jika kau berteriak aku akan melepaskan tali yang mengikat ini" mengulur tali handuk yang dipakai Diandra.
Jantungnya berdecak tak berirama, keadaan dimana Javier memeluknya erat. Aroma tubuh Diandra diciumi setiap inci.
"Hemmbb aroma bayi, aku suma" terus menghirup aroma khas tubuh Diandra.
Diandra mencoba menguraikan pelukan erat Javier namun kalah tenaga.
"Jangan berontak, aku tidak akan memperkosa wanita. Aku hanya memastikan kau benar-benar dalam keadaan baik-baik saja" membalikkan tubuh Diandra agar menghadap wajahnya.
Gadis itu hanya tertunduk malu & gugup dalam situasi erotis ini.
"Diandra, saat aku berada di kamp militer setiap hari yang aku pikirkan hanya dirimu. Bagaimana mencarimu, lalu membawamu kesini. Aku ingin menjadikanmu wanita satu-satunya."
"Maksutmu? " Diandra keheranan dengan ucapan Javier yang tiba-tiba serius.
"Aku sudah jatuh Cinta padamu, kau boleh meragukanku. Karena sebagai selebriti hidupku tak jauh dari wanita. Tapi jujur aku tidak memiliki perasaan terdalam seperti padamu. Saat aku tau kau menjadi wanitanya hyung. Hatiku sedih, jika bukan saudara kandungku sendiri. Mungkin aku rela merebutmu dengan terang-terangan. Sekarang kau sendiri & aku juga sendiri. Maukah kau beradaptasi hidup denganku?" tatapan mata Javier penuh makna.
__ADS_1
"Aku..... aku..... tidak memiliki perasaan padamu. Selama ini aku hanya menganggapmu sebagai adik bos-ku."💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔