
°°°
Saat Diandra putus dengan Hansen dia banyak menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan tugas pendidikan. Entah manjadi istri atau wanita karis dia harus bisa. Mengenang masa sulit saat ibunya sakit membuat pilu hatinya. Dulu Diandra merupakan anak seorang pengusaha menengah. Karena pernikahan ayah & ibunya tidak direstui maka mereka nekat kabur. Dalam perjalanan pernikahan pasti ada onak & kerikil tajam. Entah itu dari pasangan, keluarga & pekerjaan.
"Bagaimanapun juga nasibku harus lebih baik. Ayah-ibu doakan anakmu ini dari surga."
Sejak mengembalikan kartu milik Hansen, sepenuhnya kebutuhan hidup dia tanggung sendiri dari gajinya. Berbagai macam pekerjaan dia lakoni mulai dari pelayan restoran atau kedai yang menjual makanan Indonesia. Karena di Korea juga banyak orang Indonesia bekerja & lanjutkan pendidikan.
Ada sebagaian wanita Indonesia yang menikah dengan pria Korea. Memperoleh keistimewaan visa tinggal. Hidup harus berjalan sebagaimana mestinya walaupun hatinya masih belum rela melepaskan ketergantungan selama ini.
"Tuan muda apakah kau baik-baik saja." Diandra menatap langit pagi yang cerah.
"Kau sedang apa, langit tidak akan runtuh walaupun kau menangisi nasibmu." Nampin membawakan secangkir kopi panas.
"Kak Nampin sejak kau putus dengan suamimu apa hal yang kau takutkan."
"Anak, iya anak. Aku sudah memiliki seorang anak dan membutuhkan banyak kebutuhan bukan saja materi tapi in-materiil."
__ADS_1
"Apakah pernikahan begitu sulit untuk dipertahankan?"
"Jelas, karena seumur hidupmu akan terikat dengan seorang pria. Kau tahu bukan kalau pria itu bayi yang berkumis. Mereka lebih egois, jujur aku masih mencintainya tapi dia sudah bosan lalu memilih berselingkuh daripada bertahan."
"Bersyukur sekali ibuku sampai akhir hayatnya hanya dia yang dicintai ayahku. Kini mereka sudah bahagia disurga."
"Diandra jika kau bisa menikah maka berpikirlah lebih matang, walaupun usia bukan muda lagi jangan tergesa-gesa karena cibiran orang. Mengerti."
"Aku mengerti kak, terimakasih atas nasehatnya."
°°°
***percakapan lewat sambungan telepon seluler***
"Hallo Diandra, apa kau sudah membaca tautan berita yang aku kirimkan? "
"Iya, aku sudah membacanya. Jadi seorang artis muda lagi ya. Safira apa aku tidak bisa sedikit lebih cantik ya."
__ADS_1
"Kau ini baru sadar tentang penampilanmu, sejak kau kuliah & bekerja dirimu seperti bibi-bibi."
"Oh jadi begitu ya, lalu aku harus bagaimana. Sekarang aku memiliki waktu luang diakhir pekan. Jika aku operasi plastik bagaimana? "
"Kau mau gila, tidak kau tidak aku ijinkan. Biayanya mahal juga perawatannya berkala. Mau jual ginjal. kau. Mulai sekarang kau dietlah, aku punya beberapa produk kosmetik dari Korea yang Bagus. Kau bisa membelinya disana."
"Benarkah, darimana kau tahu kosmetik tersebut? "
"Kau ini bodohnya,semua sudah berjalan jauh sedangkan kau masih duduk manis. Nanti aku kirimkan contoh prosuknya.Aku menjual kosmetik dari korea lewat aplikasi. Kau bisa manjadi pemasokku kalau kau mau."
"Wah ide yang bagus,aku mau. Karena aku juga butuh pemasukan tambahan selain gajiku."
"Baiklah,nanti malam kita sambung lagi. Aku harus bekerja & mengurus suamiku juga."
"Sampai nanti safira, tut."
***Percakapan selesai***
__ADS_1
"Mulai sekarang aku harus berubah menjadi cantik."
Tekat bulat sudah membakar semangatnya. Mulai dari makanan sekarang lebih terkontrol.Mengurangi bergadang & olahraga rutin.