
***
Malam ini Hansen mengundang seluruh anggota keluarganya & almira. Tamu sudah hadir dirumah Hansen tepat pada waktu yang ditentukan.
"Nak, tidak biasanya kau mengundang jamuan makan malam dirumahmu?" Nyonya Wijayakusuma memasuki rumah anaknya.
"Aku mau memperkenalkan calon menantumu, dia pintar,mandiri,penurut,pekerja keras tapi sayang dia yatim piatu." Hansen menuntun ibunya menuju ruang keluarga.
"Jangan bicara seperti itu, ibumu juga dulu yatim piatu. Asalkan kau teliti benar-benar calon istrimu ibu tidak akan mempermasalahkan hal lain." Nyonya Wijayakusuma menepuk bahu putranya.
"Hyung, aku mau dimana dia?" Javier berbisik.
"Dia sedang merias diri setelah menyiapkan jamuan makan malam." Balas Hansen berbisik.
"Rumah ini sangat besar tapi sangat sepi, setidaknya peliharalah ikan." Timpal Tuan Wijayakusuma.
"Aku sudah serahkan kepada Marco, selera ayah sama dengan calon menantumu." Hansen tersenyum sumringah.
"Hohohoho akhirnya aku akan mempunyai calon menantu yang memiliki selera yang sama denganku." Tuan Wijayakusuma berkeliling ruangan.
"Apakah calon Istrimu mampu merawat dirinya, kau tahu kan hidup sebatang kara sangat sulit." Nyonya Wijayakusuma gelisah.
__ADS_1
"Ibu jangan kawatir, dia bekerja sebagai model di Agensi Javier. Hanya sebagai sampingan saja, tapi dia jago mengurusku. Lihatlah aku sekarang tampak lebih sehat & tampan kan." Hansen memamerkan tubuhnya sambil berdiri.
"Ah andai dulu kau tinggal di Korea pasti sudah seperti adikmu. Tapi dimana calon Istrimu?" *M*elirik segala arah.
Ting.... tong... suara bel berbunyi, pelayan membuka pintunya. Munculah wajah Almira.
"Selamat malam semuanya, maaf terlambat saya sengaja mempersiapkan diri lebih baik untuk jamuan makan malam." Almira memasuki ruangan & bergabung bersama.
"Hyung, jadi Almira calon istri yang kau banggakan itu. Eomma lihat gadis yang menjadi patner iklanku, sangat cantik bukan. Dia kuliah dikorea, bekerja sebagai teknisi robotik & terakhir dia mengambil les tambahan ketrampilan. Cantik bukan, pilihanku hahahaha." Javier tertawa sombong sambil memamerkan fotonya dengan Diandra.
Diandra sedang menuruni anak tangga mengenakan gaun yang cantik. Javier menatap penuh pesona melihat keanggunan Diandra. Hansen menuntunnya bersama kearah tamu sambil memperkenalkan Diandra secara resmi.
"Ommo... Ca... cantik sekali seperti boneka, rambutnya sangat Indah. Inikan warna rambut model terbaru. Baju ini juga edisi terbatas perancang butik di Seoul. Kau pasti salah satu artis Korea yang dipinjam bukan?" Nyonya Wijayakusuma terbelalak melihat sosok Diandra yang sebenarnya. Sambil menutup mulutnya yang masih menganga.
"Selamat malam Tuan, Nyonya, Javier & Almira." Sap a Diandra satu persatu.
"Sudah jangan membuat calon istrinya canggung, berhenti menatap seperti itu. Javier lap air liurmu hahaha." Hansen melemparkan tisu kearah Javier.
"Jadi saya kesini diundang sebagai siapa?" Almira menyela pembicaraan.
"Kau adalah tamuku juga, marilah kita duduk & membicarakan hubungan kerjasama kita sambil makan malam." Hansen mempersilahkan Almira untuk duduk bergabung dimeja makan.
__ADS_1
Sambil menikmati santapan makan malam Hansen menjelaskan akan memutuskan kontrak khusus dengan Almira. Dan akan mempromosikan kepada beberapa kenalan produser di Jakarta untuk karir artisnya. Awalnya Almira menolak tapi Hansen tahu kalau kejadian seperti Dae Yoo dapat terulang kembali. Dan Hansen memberitahukan kepada Javier untuk menghormati Diandra sebagai calon kakak iparnya. Tidak seenaknya melakukan kontak fisik atau yang membuat Hansen cemburu.
"Apa yang dikatakan kakakmu masuk akal, kelak ketika kau akan menikah pasti lebih posesif terhadap pasanganmu." Tuan Wijayakusuma mengelap bibirnya.
"Diandra apak kau suka memasak makanan Korea?" Nyonya Wijayakusuma bertanya malu-malu.
"Semua yang terhidang diatas meja ini saya yang memasaknya dibantu pelayan Nyonya." Jawab Diandra singkat.
"Almira maaf dari dulu bukannya aku tidak tahu kalau kau menaruh hati kepada Hansen. Tapi sejak dulu keputusan mereka ada ditangan masing-masing. Kami sebagai orang tua hanya bisa merestui saja. Berbesar hatilah, masih banyak pemuda baik yang pantas untukmu." Nyonya Wijayakusuma memeluk Almira sambil menguatkan.
"Tapi aku tidak setuju kalau Hyung menikamku dari belakang. Sudah jelas mereka putus kenapa mendadak menjadi calon istri." Javier mulai berulah.
"Ayah lebih tahu daripada kau, sejak awal Hansen menjalin hubungan Diandra. Jika kau jatuh Cinta carilah wanita yang benar-benar seperti Diandra. Jangan merebut kekasihnya kakakmu." Tuan Wijayakusuma murka sambil menggebrak meja makan.
Sontak semuanya kaget termasuk Almira yang menangisi keadaannya. Javier lalu pulang lebih awal tanpa pamitan karena kesal. Diikuti Almira yang pamit pulang karena ingin segera kembali ke Jakarta. Suasana menjadi kacau karena ada orang yang kecewa tentang pengumuman resmi ini. Tetapi sebagai orangtua yang bijak mereka senang putranya menemukan tambatan hati.
"Diandra, aku titip putraku ini ya g berharga. Dia sangat mencintaimu, jangan kawatir dia pria yang bertanggungjawab dari awal sampai akhir. Aku selalu mengajarinya dengan disiplin." Tuan Wijayakusuma membelai kepala Diandra saat hendak pulang.
"Aku senang akan memiliki menantu cantik sepertimu, ternyata yang dibicarakan Javier adalah kau. Jadi kami sudah merestui kalian, berbahagialah sampai tua seperti kami. Kami pulang dulu ya nak, kapan-kapan kunjungi kami. Cup." Nyonya Wijayakusuma mencium kening Diandra.
"Ayah, ibu terimakasih sudah menerima Diandra. Kedepan aku akan menjadi suami yang bertanggungjawab. Istirahatlah dengan baik, putra kalian akan menikah & memberikan cucu." Hansen berteriak keras.
__ADS_1
"Sudah, jangan buat aku malu. Ayo masuk sudah malam, ingat besok kau harus bekerja. Sekarang tugasmu bertambah banyak." Diandra mengajak masuk Hansen.
"Aku akan mempersiapkan pernikahan kita langsung tanpa tunangan atau lamaran." Hansen berjalan sambil menggendong Diandra.