
***Lokasi Syuting Javier****
"Hyung, berhentilah main ponselnya daritadi kau sibuk berbalas pesan." Asisten Park kewalahan membawa barang milik Javier.
"Ah kau ini benar-benar cerewet sekali, aku sedang chat dengan Diandra. Kali ini dia sedang senggang makanya aku harus cepat respons." Masih tersenyum tersipu-sipu bahagia.
Ceklek... Asisten Park membuka pintu mobil untuk Javier. Didalam mobil itu sudah ada gadis cantik memakai baju warna merah menyala dengan potongan pendek. Memperlihatkan kaki mulus & jenjanganya yang Indah. Javier tertegun dengan wanita yang sudah menunggunya itu.
"Jung Oppa. " Melepaskan kacamatanya.
"Kau?" Masih berdiri didepan pintu mobil yang terbuka. Menahan tubuhnya untuk segera masuk.
"Oppa, aku menunggumu selama 4 jam disini. Asisten Park bilang untuk menunggumu sampai selesai. Pesanku bahkan tak kau balas, bahkan telepon dariku kau tolak. Sengaja ya buat aku marah."π‘
"Jenny-ah aku sibuk dari wamil, jadwalku yang tertunda harus aku segera selesaikan. Denda kontrak sangat mahal." Enggan masuk mobilnya.
"Oppa... kenapa kau tidak mau masuk ke mobil. Apa perlu aku menarikmu kedalam hah." Jenny sudah jengkel sampai keubun-ubun.
"Hyung, sebelum kru lain melihat & paparazzi menangkap fotomu bisa bahaya." Berbisik & mendorong tubuh Javier masuk kedalam mobil.
Biarin ogah-ogahan nemuin si Jenny. Salah sendiri punya pacar banyak. Mentang-mentang aktor Hallyu papan atas selalu membuatku banyak berurusan. Kali ini makanlah Jenny sampai kembung. Tidak akan kubiarkan Jenny menjabakku lagi karena berbohong. π€ͺπ€ͺπ€ͺ Gumam Asisten Park dalam hati penuh kemenangan.
"Ada apa kau kemari, bukankah kau hari ini pembacaan naskah dramamu. Jangan-jangan kau didepak lagi. Lalu mencariku untuk membujuk sutradara Lee."
"Oppa, aku sudah selesai baca naskah lalu kesini untuk menemuimu. Terimakasih sudah membantuku memperoleh peran utamanya. Cups muach." πππ
Javier lantah mengelap pipi yang sudah dicium Jenny. Asisten Park tersenyum melihat dari kaca spion kemudi.
"Jenni-ah berterimakasih lah dengan formal."
"Ah aku tahu, Asisten Park kuijinkan kau menjadi tuli & buta. Tolong abaikan kami, anggap saja kau sedang sendirian dimobil ini. Okay."π
"Ya, saya mengerti. Lanjutkan saja seperti biasanya." Kekeh Asisten Park menertawakan Javier.
"Oppa, aku membawa gingseng hitam ini. Ini adalah kado yang disiapkan ibuku. Beliau mengundangmu ke Villa akhir pekan ini. Merayakan hari ulang tahunnya & dramaku. Ayahku turut mengundang karyawannya juga ada yg dari Asia Tenggara juga."
__ADS_1
"Maksutmu Asia Tenggara."
"Ayahku kan merekrut pekerja asing juga. Mereka sudah mahir berbahasa Korea. Ada yang dari Vietnam & Indonesia juga. Tapi gadisnya berkulit gelap & rambutnya hitam. Mereka tidak cantik juga, tapi sangat pekerja keras."
"Indonesia ?" Javier antusias.
Karena Diandra bercerita akan liburan di Villa akhir pekan ini. Putri Direktur Kim itu bernama Kim Jenny yang menjadi artis. Akan merayakan kesuksesan Jenny menjadi pemeran utama drama. Ternyata dunia ini sempit, Jenny adalah Putri Direktur Kim. Yang tak lain bos tempat Diandra bekerja. Bak gayung bersambut Javier menyetujui. Jenny dengan riang gembira bersedia menjemput Javier.
***Akhir pekan***
Rombongan dari perusahaan Direktur Kim yang dipimpin oleh Senior Song sudah berada dilokasi. Mereka sangat mengagumi kawasan villa yang masih asri. Suasan pedesaan khas gunung, udara yang masih bersih membuat otak yang penak menjadi santai.
"Senior Song, kalu kau merekomendasikan tempat seperti ini aku tidak akan sembelit." Nampin.
"Kau saja yang sial kenapa menyalahkanku."π€¨
"Direktur Kim sangat keren, villanya kayak di tempat syutinh drama kolosal Korea. Aku mau swafoto sebanyak mungkin. Untuk pamer ke emak-bapak." Devi mulai beraksi dengan kamera ponselnya.
Dari kejauhan Javier melihat Diandra berada di rombongan tersebut. Jenny & Javier berjalan dibelakang agak jauh dari rombongan tersebut. Untuk menghindari keributan kehebohan. Jenny memang mengajak Javier ke villa seperti dahulu. Hubungan mereka pernah dekat. Tapi karena kesibukan masing-masing akhirnya. Sebenarnya Jennya sudah lama berkencan dengan Javier tapi tidak dipublikasikan. Takut mempengaruhi popularitas mereka masing-masing.
"Oh... "
"Oppa."
"Iya Jenny, itukan dulu saat kita sedang promosi."
"Oppa, aku mengajakmu kemari bukan tanpa alasan."
"Jenny, jangan serius kau membuatku takut."
"Oppa, gandeng tanganku cepat."
"Kau jangan manja, aku tidak suka gadis manja kekanak-kanakan. Apalagi da karyawan Appa-mu jagalah sikapmu." Javier menepis kalungan tangan Jenny yang melingkar dilengannnya.
"Oppa, setelah tiba di Villa apa yang hendak kau lakukan." Jenny mencari topik pembicaraan lain.
__ADS_1
"Aku ingin memancing di sungai ini lalu membakar, hemmb pasti sedap sekali bukan begitu Asisten Park? "
Terussss..... terus saja aku yang kau jadikan umpanmu. Jelas-jelas aku disini hanya sebagai pelarianmu saat kau jengah. Niatmu kesini tidak murni melainkan magnetmu (Diandra).
"Oh tentu saja Hyung, ikan disini dagingya tebal juga gurih. Tapi sayangnya aku tidak membawa perlengkapan pancing." Menggaruk-garuk kepalanya sambil akting kebingungan.
"Kau kan membelinya setelah sampai di Villa denganku."
Dengan begitu Jenny tidak akan ikut, karena aku akan menjadi menyuruhnya menyiapkan makanan. Aku akan meminta ya membuatkan jamuan yang banyak. Agar dia kewalahan tanpa sempat mencariku hehehehehe. Gumam Javier licik mengerjai Jenny.
Rombongan Senior Song mulai kewalahan karena mobil mereka terparkir dibawah bukit. Villa ini benar-benar berbeda seperti cagar budaya. Tidak sembarangan transportasi melintas kecuali ambulans, pemadam kebakaran & polisi.
"Aigoo lelah sekali, Diandra bagi air minum ya haus sekali." Menyodorkan tangannya kedepan Diandra yang memegang botol air mineral.
"Silahkan Senior Song." Memberikan botol minuman yang sudah dia buka.
"Cih kau ini mencuri kesempatan dengan Diandra. Itukan bekas minum Diandra dasar tidak tahu malu." Ejek Nampin yang menenggak air mineral juga.
"Gluk gluk gluk ah.... Nyawaku kembali lagi. Diandra maaf aku habiskan airnya terimakasih ya." Tersenyum penuh kegiranganπ.
"Tidak masalah Senior Song, nanti aku akan membelinya lagi."
"Senior Song kita disini berapa lama? " Devi menyela pembicaraan mereka.
"Emb kurang lebih 2 hari 1 malam, hari Senin sore kita kembali ke kota. Rabu kembali bekerja seperti biasanya."
"Hah 2 hari saja tidakkah Direktur Kim berlama-lama disini. Sayang sekali Villa ini bila sebentar saja disinggahi." *Devi mengerucutkan bibirnya kedepan.
Pletak* ..... Nampin menyentil kepala Devi keras-keras.
"Auwh Kak Nampin kau keterlaluan sekali, apasih masalahmu ini ish." Mengurut kepalanya yang disentil Nampin.
"Kalian pikir Direktur Kim menanggung kalian tidak memakai uang apa. Sebaiknya kita banyak-banyak berterimakasihlah karena menginap di Villa cantik ini. " Nampin menjelaskan kepada Devi.
"Hai Nampin jangan suka main kasar, kau ini bersikaplah lebih anggun. Laki-laki juga akan enggan mendekatimu jika sedikit-sedikit ringan tangan." Senior Song mengingatkan.
__ADS_1