
***
Setelah selesai membantu istrinya merapikan barang-barang pada tempatnya suami Nampin tertidur di sofa. Nampin selama ini tidak pernah mengecek ponsel suaminya. Entah kenapa dia tidak sengaja membaca pesan singkat & panggilan berkali-kali. Kali ini Nampin mengangkatnya panggilan telpon itu.
"Hallo dengan siapa? Ini saya istrinya Nam Pil Gu, beliau sedang tidur. Silahkan tinggalkan pesannya."
Lalu terputus begitu saja, ponsel milik suaminya dikunci jadi Nampin tidak bisa mengecek isinya. Karena dia senggang maka keluar mencari angin ditaman. Petang telah tiba kali ini dia melihat Diandra membawa bahan makanan & ransel berisi leptop. Melihat teman kerjanya kerepotan Nampin menawarkan bantuan.
"Kau ini sudah tahu membawa ransel & buku ditangan masih juga menenteng belanjaan. Kan bisa pesan antar." Nampin menggerutu.
"Tadi ada diskon makanan kak diswalayan ujung jalan. Naluriku mengatakan kalo harus membelinya untuk stok belajarku hahaha. " Diandra sambil tertawa.
"Dilantai berapakah kau tinggal aku antar sampai depan pintu? " Tanya Nampin.
"Ada dilantai 6 no. 555 kak Nampin, sekalian yuk temani aku minum susu hahaha. " Diandra menawari .
__ADS_1
"Hah bukanya itu sebelah apartemenku? Serius kalo bagitu kita bertetangga dong Diandra hahaha."
Diandra mempersilahkan masuk Nampin lalu meletakkan belanjaannya. Nampin melihat apartemen Diandra begitu rapi. Terpasang foto Diandra dengan laki-laki dibeberapa bingkai.
"Apakah pria tampan ini saudaramu Diandra? "
"Bukan kak Nampin, Dia teman dekatku. "
"Apakah kalian berkencan? " Nampin penasaran.
"Wah romantis sekali ada tulisan tangan dan nama kalian banyak sekali. " Nampin takjub.
"Itu dia yang melakukannya kak. Mari minum susunya kak Nampin." Diandra membuka leptop sambil mengerjakan tugas mata kuliahnya.
"Diandra aku salut padamu yang tekun dengan pendidikan. Kelak kau harus bisa sukses jangan bergantung pada siapapun." Nasehat Nampin.
__ADS_1
"Akupun berpikir demikian kak, oleh karena itu aku harus selesai sebelum masa kerjaku disini usai."
"Lantas bagaiamana hubunganmu dengan pacarmu itu? "
"Dia sibuk dengan urusan pekerjaanya, aku tinggal mengirim jadwal harianku. Dia pulalah yang mendukungku. " Jawab Diandra sekenanya.
"Jangan lepaskan dia, kudoakan semoga kalian berjodoh kalo dia yang terbaik pilihan Tuhan." Nampin meneguk susunya.
Waktu sudah malam Nampin ijin pulang ke apartemennya karena suaminya tadi menelpon. Hari ini Diandra tidak lagi kesepian karena Nampin menjadi tetangganya. Nampin adalah orang baik jadi tidak masalah kalo mengajaknya kerumah. Sebenarnya Hansen sudah memasang kamera disetial sudut kecuali kamar mandi. Jadi Hansen bisa mengecek kegiatan Diandra. Selama ini Diandra tidak sadar kalo apartemennya disadal CCTV yang bisa diakses lewat ponsel milik Hansen.
***
Diandra kelelahan tertidur disofa dengan leptop masih menyala. Hansen yang tengah memantau kekasihnya itupun sedang berada diruang kerja dirumahnya. Andai bisa dia ingin membopong kekasihnya pindah kekamar. Tapi melihat usaha keras Diandra untuk lulus cepat Hansen kadang tak tega melihat kekasihnya kewalahan.
***
__ADS_1
Pagi hari Nampin & Diandra berangkat kerja bersama. Kali ini Diandra numpang mobil milik Nampin. Walaupun mobil bekas tapi kondisinya masih Bagus. Lumayan untuk kerja daripada naik bus. Didalam mobil Nampin mengeluh setelah makan malam suaminya belum pulang. Dia hanya berasumsi kalo ada acara dengan temannya lalu mabuk tidak pulang. Tapi Diandra ada ide gila untuk menyadap no ponsel suaminya. Agar bisa mengecek keberadaan & isi percakapan pesan dalam ponsel tersebut. Istirahat siang mereka pergi ke gerai provider untuk proses kloning no ponsel. Karena Nampin membawa bukti sah pernikahan maka mudah saja.