
PROMO:
- Yang kangen dengan kisah Cinta Hansen dan Diandra cung tangannya?
- Author sudah bikin sekuel kelanjutannya, tapi masih aja pada bingung.
- Nich Author kasih infonya ya, episodenya udah panjang banget.
- Novel On Going ini butuh jadi List Favoritmu, karena Author sedang membangun konflik. Banyak pembaca yang ketinggalan bab-bab diluar dugaan. Segera baca Novel kelanjutan kisah 'SAAT KU PERGI'. Dengan Bintang utama Hansen dan Diandra.
-------------++++--------------
**KEMBALI KE ALUR CERITA SEBELUMNYA.
*** PARKIRAN APARTEMEN** ***
“Hai Jason,” suara wanita separuh baang datang mengagetkannya.
“Sedang apa kau disini?” Membalikan badannya.
“Sepertinya kau sudah melupakan aku, setelah bekerja di kediaman Zhan. Seharusnya dulu aku memperlakukanmu dengan baik. Ma’af, jika dulu hidupmu sulit sayang.” Jason menapis tangan yang menyentuh daguniya.
“Kita sudah tidak punya hubungan lagi.”
“Aku akan berikan kau penawaran yang lebih menarik. Asal kau kembali lagi denganku.”
“Lupakan, aku sudah tidak tertarik lagi. Hidupku sekarang jauh lebih baik. Jadi, silahkan cari mangsa lain.” Jason membuka pintu mobilnya.
“Auw, sepertinya aku lupa bahwa keluarga Zhan sangat kaya. Bahkan kau sudah pindah dari Apartemen kumuhmu.”
“Jangan menggangguku, sekarang aku harus bekerja.” Menyalakan mesim mobilnya.
__ADS_1
Wanita itu menghadang di depa mobil Jason. Sehingga Jason harus turun lagi.
“Apa kau sudah gila,” bentak Jason yang kesal denga ulah wanita itu.
“Aku sangat menyukaimu sangat marah, slruuppp,” menjilat leher jenjang Jason.
“Wanita gila sialan,” mengeluarkan sapu tangan mengelap air liur yang menempel.
“Kenapa, kau berani menolakku? Apa karena gadis itu kau menolakku, jangan harap kau bisa lepas dari jertannku.” Jason mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Wanita itu lantas menelepon seseorang, dia menunggu lama di parkiran bawah tanah Apartemen mewah. Berharap Jason tertarik padanya lagi. Ternyata dia salah, Jason sudah bahagia dengan pekerjaan dan kekasih barunya. Sialnya lagi, kehidupan Jason sudah membaik. Sudah tidak terpikat oleh iming-iming janji manisnya.
+++++ ADEGAN MEGUMI +++++
Selama tinggal di China, Eric membantu mempromosikan Megumi bekerja di tempat yang sama dengannya. Hal ini membuat Megumi semakin senang. Karena sepanjang waktunya bersama tunangannya.
“Selamat pagi nona Megumi, perkenalkan saya Zivara. Saya yang akan menjadi staff perawat anda. Mohon bimbingan dan kerjasamanya.” Meletakkan berkas diatas meja kerja Megumi.
“Dengan senang hati nona Megumi, jika ada keluhan atau yang ingin ditanyakan padaku jangan sungkan-sungkan ya.”
“Terimakasih atas tawarannya, karena aku baru saja disini. Bisakah kau menjadi penunjuk jalanku?”
“Heeh, maksud nona?” Zivara keheranan dengan kalimat Megumi.
“Disini aku tidak memiliki teman, bisakah kau menemaniku setelah pulang bekerja?”
“Ehmmbb, aku tanyakan pada pacarku dulu ya. Takutnya dia khawatir kalau aku pulang terlambat.” Mengeluarkan ponselnya dari saku.
“Oh manis sekali hubungan kalian, aku saja tidak pernah begitu dengan tunanganku.”
“Itu karena kami sudah tinggal bersama, jadi kami harus saling bertukar pesan. Ini merupakan hal sepele, tapi kami sudah menjadi kebiasaan kami.”
“Wah kalau begitu aku harus banyak belajar darimu juga ya. Aku juga tinggal bersama dengan tunanganku. Tapi jangankan bertukar pesan, selama tujuh tahun bertunangan saja. Kami tidak pernah berkencan. Layaknya pasangan biasa, yang bergandengan tangan dan menonton bioskop.” Kelakar Megumi yang ingin mendapat perlakuan tersebut dari Eric.
__ADS_1
“Mungkin tunangan nona tipe pria yang dingin dan gila kerja.”
“Bisa jadi, makanya aku sengaja pindah dari Jepang ke sini. Agar aku bisa memperbaiki hubungan kami yang hambar. Awalnya orang tua kami meminta kami untuk menikah tahun ini. Tapi dia menolak dengan alasan belum mapan.”
“Kalau boleh tahu apa pekerjaan tunangan nona? “ Zivara penasaran.
“Dokter, iya dia seorang dokter. Aku mengenalnya sejak masuk Univesitas. Dari awal aku sudah jatuh kepadanya. Segala cara aku pakai agar dia dekat denganku. Termasuk mendekatinya sebagai temannya. Karena aku dan dia masuk di jurusan yang sama. Jadi banyak memiliki kecocokan. Orang tua kami bertemu dan berkenalan saat wisuda di gelar. Hingga saat ini hubungan mereka berlanjut di bidang bisnis. Orang tua kami sangat beruntung, dari awalnya hanya sebatas calon besan. Sekarang menjadi mitra bisnis, tetapi tunanganku sangat sulit. Dia adalah tipe orang yang sempurna. Tapi... “ Megumi menghentikan. Ceritanya.
“Tapi, kenapa nona? Maaf jika kau keberatan untuk bercerita denganku. Sebaiknya aku melanjutkan pekerjaanku saja. “ Zivara undur diri dari ruang kerja Megumi.
.
.
.
+++ KEDIAMAN KELUARGA ZHAN +++
Mendengar kabar saudarinya yang sakit. Mei Ling langsung meluncur untuk menjenguk. Dia membawa banyak buah-buahan dalam keranjang yang berukuran besar. Para pengurus dan pelayan rumah sibuk mengangkutnya.
“Kau ini, kenapa harus repot-repot membawa buah banyak sekali? Apa kau ingin membuka toko buah disini. “ Mei Chuan sangat senang ada yang perhatian padanya.
“Sudahlah kak, aku tahu di rumahmegah ini tidak ada yang memperdulikanmu. Oleh karena itu, saat kau bercerita tadi. Aku langsung menghentikan pekerjaanku yang lain. Katakan padaku, apakah yang melalukan ini Mark itu?” Mengamati lengan tangan yang masih lebam.
“Aku yang salah pula, karena tidak mendidik Lilian berbicara. Dia memotong pembicaraan saat, calon besan dan tunangan Eric datang. Mark sengaja mengundangnya karena akan membahas rencana pernikahan Eric dan Megumi.”
“Mereka kan sudah lama bertunangan jadi wajar kalau menikah. Lagipulan Eric sudah menjadi dokter terkenal, aku lihat iklan acara kesehatan di Stasiun TV Nasional. Wajahnya terpampang nyata, walaupun jujur. Aku tidak menyukai Eric, tetapi Vivian mewariskan wajah tampan. Teman-temanku sering membicarakan Eric. Karena putri mereka yang di bangku kuliah Kedokteran. Akhir-akhir ini mengikuti seminar, dengan menghadirkan Eric sebagai Narasumber. Bahkan yang lebih menghebohkan lagi, mahasiswi dari Universitas lain juga menyusup ikut. Benar-benar pesona anak tirimu itu luar biasa, andai Eric bukan anak tirimu. Sudah pasti aku meng...” Mei Ling melihat Mei Chuan melotot tidak suka topik pembicaraan tentang Eric.
“Aku beri tahu kau, kalau Mark akan maju pada Pemilu tahun ini. Dia membutuhkan banyak dukungan dari pihak manapun, termasuk dukungan dari ayah Megumi. Dia adalah Menteri Kesehatan Jepang, yang memiliki banyak pengaruh kuat. Jadi Mark ingin mengikat kesepatakan mereka dengan mengikat Eric dengan pernikahan. Tapi bagusnya Eric menolak, artinya aku masih punya Demian untuk maju. Menggeser status tunangannya, jika Eric tidak keberatan.”
“Memang Demian mau dengan Megumi, wajahnya saja biasa saja. Bahkan lebih cocok Eric dengan Lilian, jika mereka bukan sekandung ( satu ayah).”
“Wah benarkah apa yang bibi Ling ucapkan? aku senang sekali mendengarnya.” Lilian datang mengendap-endap menguping pembicaraan ibu dan bibinya.
__ADS_1