LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
35. MENGANTAR


__ADS_3

***


Hansen dari fajar sudah bangun sibuk dalam sambungan ponsel seolah. Sudah berpakaian rapi kaos berkerah & celana jeans. Tampak seperti idola Korea kearifan lokal. Diandra yang masih tertidur pulas seolah mimpi indah. Hingga pelayan membawakannya sarapan untuk disantap dikamar. Hansen mengatakan kalo hari ini pesawatnya yang akan membawanya sampai ke Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Diandra yang sudah memesan tiket kereta kaget. (Yakali kalo pacarnya miskin, nah ini pacaran ma konglomerat coy masak iya peritungan ma calon bini).


"Aku kebetulan ada pekerjaan di Jakarta jadi sekalian saja membawamu bersamaku. Lagipula Jakarta kota besar, tidak apa-apakan majunya maju Dua hari lebih cepat dari jadwal?." Ucap Hansen saat mereka sarapan.


"Kita berangkat jam berapa sayang? Agar aku bisa menyiapkan keperluanmu juga."


"Nanti malam jam 7 sayang, kau jangan capek-capek. Kita akan tinggal di Apartemen pribadiku. Ada pelayan disana jangan kawatir. Sebenarnya aku kawatir karena ini perjalanan pertamamu tanpa aku disisimu." *Ucap Hansen sedih menahan onak dihatinya.


"Sayang, doakan aku agar sehat & baik-baik saja. Semoga aku diberi kelancaran semuanya. Aku mulai merindukan semuanya yang ada disini. Aku rindu hiks hiks*... "


Hansen berangkat kekantor karena ada rapat penting pimpinan & kembali sore hari.


***

__ADS_1


Malam hari Irene sudah berada di Bandara Juanda. Hansen meminta Irene mengurus pekerjaan dari Surabaya sementara dia di Jakarta. Ada maksut lain dari itu karena Hansen tidak ingin Irene melihatnya menangis ketika berpisah dengan Diandra.


"Sayang, ayo naik pesawatnya jangan takut. Ada aku disini bersamamu, ini pesawatku sendiri kau bebas melakukan muntah hahaha". Sambil meraih tangan Diandra.


"Tuan muda ini pertama kalinya aku naik pesawat sebelumnya aku hanya bermimpi."


"Selama di Korea gunakan Kartu kredit ini untuk biaya hidup & keperluanmu. Simpan gajimu untuk modal usahamu kelak ketika kembali. Jangan foya-foya dikartu itu setiap digit angka ada keringatku! "


"Iya sayang, terimakasih banyak. Cup."


***


Didalam Apartemen Diandra sibuk menyusun jadwal pekerjaan & sekolahnya. Dia sudah memasukkan jurusan apa saja yang dia ambil 2 tahun kedepan. Karena Hansen berpesan Enam bulan awal untuk tinggal di Korea & Enam bulan akhir untuk adaptasi ke Indonesia. Hansen sengaja membuat Diandra sibuk agar tidak santai tanpa pantuannya tetap disiplin.


***

__ADS_1


Hari tiba dimana Diandra akan berangkat ke Korea meninggalkan Indonesia. Hansen menenangkan Diandra kalau liburan tiba pesawat akan menjemputnya. Atau Hansen saat mengunjungi Javier & beberapa pekerjaan disana.


"Diandra, jangan menangis nanti diejek teman-temanmu. Lihat matamu yang sembab jelek tahu."


"Iyaya, kalo kau kawatir ada wanita yang menggodaku akan aku pasang CCTV di rumah & kantor. Kau bisa mengeceknya, akan aku atur setelah semuanya beres."


"Hansen, bolehkah aku memelukmu sebelum pesawatku membawaku pergi?" *Pinta Diandra sedikit memaksa.


"Tentu saja sayang, hanya kau wanita yang bebas menyentuhku. Tolong titip & jaga dirimu untuk masa depan yang sudah aku siapkan. Aku juga berat melepasmu tapi sudah janjiku memberikan apapun yang kau minta."


"Sayang, terimakasih."


"Kelak kita tidak akan berpisah untuk waktu yang lama. Aku tidak ingin nasibku seperti ayah ibuku. Sayang pergilah kejar cita-citamu, ada aku tempatmu kembali, cup".


Sepasang kekasih akan diuji tapi untuk bertahan pastilah ada kerjasama yang baik kedua belah pihaknya. Mungkin kita pernah mengalami kegagalan dalam bercinta. Bisa jadi Tuhan menyiapkan pasangan yang lebih baik atau buruk tergantung diri kalian masing-masing. Jangan mencintai orang yang salah, selalu bawa akalmu ketika hatimu tidak bisa membedakan mana cinta atau nafsu. Semoga kalian pembaca memperoleh kebaikan hidup setelah mengalami hidup yang sulit. Muach....

__ADS_1


__ADS_2