LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
KU JUAL KAOS DAN CELANA MILIK SAHABATKU


__ADS_3

××× TOILET PRIA ×××


“Hai nona, kau lagi ya?” Irene tersipu malu tertangkap basah untuk kedua kalinya.


“I-iya tuan” tersipu malu-malu.


Daei luar toilet terdengar suara beberapa pria hendak masuk, ketika menyadari hal tersebut. Eric dengan cekatan menarik tubuh Irene kedalam bilik.


“Ssssttttt...” Irene paham agar dia diam tak bersuara.


“Hai, kau tadi lihat para gadis antri ke dalam toilet untuk membenarkan dandanan mereka”, seorang pria berbicara dengan temannya. “Iya, aku sudah dengar samar-samar suara mereka membicarakan dokter muda. Kalau tidak salah namanya Eric Zhan.”


Irene melihat wajah pria didepannya dengan teliti, ternyata benar. Dialah sang narasumber di fakultas kedokteran. Eric Zhan, dokter muda yang banyak digandrungi kaum hawa. Selain parasnya yang rupawan. Kecerdasannya sangat membanggakan.


“Aku sudah selesai, bagaimana denganmu? “ Tanya pria yang selesai menggunakan alat pengering tangan. “Iya, aku sudah selesai juga. Ayo kita lanjutkan pestanya lagi”. Keadaan sudah aman, toilet kembali sepi. Eric mengecek ruangan toilet untuk memastikan kosong tidak ada orang.


“Nona, kau bisa keluar” dengan mengendap-endap Irene keluar bilik toilet.


“Terimakasih,” dengan suara lirihnya. Eric keluar lebih dulu, baru diikuti Irene. Keduanya berpisah menuju meja masing-masing.


“Cepat sekali kau kembali, padahal antriannya sangat panjang. Aku saja memutar balik” Zivara menyodorkan gelas berisi bir.


Glukkk, glukk glukkk “Ahhh,,,” mengelap bibirnya yang basah.


“Apa kau sudah gila menghabiskan bir dalam satu tenggakan?” Zivara yang keheranan melihat Irene kuat minum bir.


“A-ku tadi bertemu dengan Eric Zhan di toilet” dengan aksen orang mabuk.


“Yah, anak ini sudah mabuk, awalnya aku yang mau cerita. Urusannya beda lagi bukan, kalau begini hih” menoyor kepala Irene yang berputar-putar karena pusing mabuk bir.


Daripada mabuk semua, lebih baik membawa Irene pulang kembali ke asrama. Dengan sempoyongan Zivara memapah sahabatnya yang tengah mabuk berat.


Brukk, menabrak punggung seorang pria yang berdiri didepannya.


“Ma’af tuan, aku sedang memapah temanku. Dia sedang mabuk berat” Eric Zhan memperhatikan wajah wanita yang mabuk itu lagi. Ternyata benar, gadis toilet itu yang mabuk.


“Oh tidak apa-apa, sepertinya kau kewalahan memapahanya sendiri. Aku bantu ya sampai diluar klub” karena remang-remang Zivara tidak menyadari kalua yang bicara tersebut. Adalah dokter yang ia bicarakan di ruang loker karyawan. Barulah menyadari jika Eric Zhan yang membantu memapah. Ketika di tempat yang terang.


“YA TUHAN, INI MIMPI BUKAN YA. KAU DOKTER ZHAN ASLI ITU?” terkesima melihat idola rumah sakit didepannya.

__ADS_1


“Iya, perkenalkan aku Eric Zhan” mengulurkan tangan untuk berjabatan. Zivara yang meraih tangan halus lembut pria itu. Seolah tersetrum listrik. Dia bergetar dan tersipu malu. Zivara memperkenalkan dirinya juga.


“Mau aku ambilkan taksi untuk mengantar kalian pulang” Eric melihat sliweran kendaran di jalan raya.


“Tidak usah tuan, tarif taksi sangat mahal. Kami akan ke halte bis.”


“Ini sudah larut, sangat sulit menemukan bis jam malam. Juga bahaya kriminal” Eric melihat arloji yang berada di tangannya.


“Tapi uangku tidak cukup untuk membayarnya, jadi kami putuskan naik bis saja” sanggah Zivara menolak naik taksi.


“Kau, tunggu disini dengan temanku. Aku akan datang sebentar lagi” Eric berlari menuju parkiran mobil.


“Naiklah! “ Eric membukakan pintu mobilnya yang otomatis tersebut.


Gila, mobil sport mewah. Mimpi apa aku semalam. Zivara, ini adalah berkah dari Irene yang mabuk. Bayangkan, kita seatap dengan dokter Eric. Wuuuhuuuu hatiku rasanya tak karuan bahagia ( suara hati Zivara)


“Nona, kau tinggal dimana? “


“Aku tinggal di asrama Universitas Jiansu. “


“Oh baiklah, aku antar langsung kalian ke Asrama sana. Pakai sabuk pengaman dengan baik” Eric memasangkan sabuk pengaman di badan Zivara.


*


*


*


“Terimakasih dokter Eric, sudah repot-repot mengantarkan kami sampai asrama.”


Huuuueeeeekkkkkk sooorrrr soooorrr, terjadilah bencana. Irene memuntahkan semua isi celengan semarnya. Kemeja dan celana dokter Eric sudah kotor dan bau ampas pencernaan Irene.


Mati aku, matiiii pake acara muntah segala sih SAODAH (Irene). Itu baju mahal semua, merk import semua. Sepertinya barang asli, bisa tidak makan satu tahun berturut-turut.


“Dokter Eric, maafkan temanku ini hih” menjitak kepala Irene keras.


“Assshhh... Bau sekali, bisakah aku menumpang membersihkan ini semua. Baunya sangat busuk sekali hwwekkk. “


“Baiklah, tuan Eric kita masuk di Asrama kami. Kau boleh menggunakan kamar mandi kami. Mari-mari masuk kedalam” Zivara mempersilahkan Eric masuk di Asramanya.

__ADS_1


*


*


*


“Dokter Eric, kau bisa memakai bajuku ini. Tenang saja, bajuku ini sudah aku cuci bersih. Berikan bajumu yang kotor ini. Aku akan mencucinya.”


Setelah mandi, aroma bekas muntahan Irene yang melekat di tubuhnya sudah hilang. Dia memakai kaos oblong warna putih dan celana basket warna abu-abu gelap. Pas dan cocok ditubuh Eric yang proporsional. Pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu menambah kesan jantan. Kulitnya sangat mulus, terpampang nyata karena celana basket itu diatas lutut.


“Aku akan mengganti bajumu ini, jadi terimalah uang penggantinya ini” menyerahkan beberapa lembar Yuan dari dompetnya.


“Wah banyak sekali, terimakasih dokter Eric. Seharusnya tidak usah ganti, itu sebenarnya hanya baju temanku. Bukan milikku, tadi aku salah bicara saja karena gugup hhhheee. Sudah seharusnya dia yang bertanggungjawab karena sudah memgotorj bajumu. Tapi aku juga tidak menolak kalau diberi uang hehehehe.” Dasar matre ya cewek dimana saja.


“Bilang kepada temanmu, jangan minum banyak kalau tidak kuat. Kesehatan hati dan prangkeas bisa rusak akibat alkhohol. “


Perhatian sekali dokter Eric, sampai-sampai memberikan nasehatnya. Zivara hanya menikmati pemandangan yang ada didepannya. Entahlah, dia hanya melongo sambil tersenyum-senyum layaknya idiot masuk karantina hahaha.


“Aku pulang dulu” Eric pergi meninggalkan asrama.


*


*


*


“Huaaaaaaahhhh, eh eh kok tiba-tiba sudah di ranjang asrama. Sulapan ya, kan seingatku di klub semalam.” Zivara melihat Irene yang baru saja bangun kebingungan.


Plakkk, menempelkan uang kertas di jidat Irene. Uang hasil penjualan satu stel baju ganti untuk Eric.


“Wah banyak sekali uangny” menghitung lembaran uang Yuan.


“Aku sudah mengambil jatah mencuci bajunya dokter Eric, nanti siang aku akan berikan langsung. Saat bekerja. “


Zivara menceritakan semua adegan saat Irene mabuk. Dia sangat malu, ini ketiga kalinya dia bertemu dengan Eric Zhan. Dalam keadaan yang buruk.


“Ya Tuhan, aku tidak ingin bertemu dengannya lagi. Aku malu Tuhan, kalau bercanda tidak begini kan. Tuhan kenapa kau membuat aku semakin ***** saja? Hwaaaaa” Zivara membiarkan sahabatnya menggila diranjang susun.


Yes, hari ini aku bisa mempunyai alasan untuk bertemu lagi dengan dokter Eric hmmmm. Bahagianya berkenalan dengan dokter tampan, jalur apesnya teman hahaha (Hati Zivara kegirangan).

__ADS_1


__ADS_2