LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
SPOILER NOVEL LEPASKAN AKU, BOS 2


__ADS_3

°°°


Diandra bergegas masuk keruangan lalu menghentikan perawat menutup wajah Javier.


"Hentikan!"


Diandra berteriak kepada perawat yang sudah mengangkat kain tepat diatas wajah Javier.


"Tinggalkan kami berdua saja. Kak Nampin kau boleh keluar juga."


"Baiklah Diandra bila itu maumu, aku berada diluar jika kau perlu apa-apa segara panggil aku."


"Terimakasih Kak Nampin."


Nampin & perawat sudah menutup pintu rapat.


"Hiks... hiks... teruslah hidup, jika kau mati yang terluka bukan ayah-ibumu tapi Hansen. Selama ini kau tak pernah tahu besar rasa sayangnya padamu. Jika kau mati maka aku juga akan mati bersamamu. Aku tahu kekecewaanmu bersumber dariku, maka aku tukar hidupku untukmu." Diandra mencium kening Javier lama sekali sebagai salam perpisahannya.


Lalu Diandra pergi meninggalkan ruangan tersebut. Perawat masuk melanjutkan tugasnya kembali. Nampin berjalan mengikutinya dari belakang sambil menggunakan ponselnya. Diandra memasuki lift menuju lantai tertinggi. Dia terus berjalan menuju lorong yang berujung balkon. Nampin mengirim posisinya ke ponsel Hansen. Dia takut Diandra akan berbuat macam-macam.


"Kak Nampin kau tunggulah disini, aku mau menghirup udara segar dibalko."


"Hai jangan aneh-aneh sebentar lagi Hansen datang."


"Kak Nampin katakan pada semuanya permintaan maafku. Maafkan aku sluuuuttt..." Diandra melompat dari balkon.

__ADS_1


"Help please, someone please help me" Nampin berteriak sekuat-kuatnya sambil memegangi tangan Diandra.


Perawat berlarian menolong Nampin yang berusaha menahan berat badan Diandra yang menggantung.


"Pasang matras dibawah lalu tarik tubuhnya dari bawah balkon." Seorang petugas keamanan memberi komando.


Tangan Diandra terlepas dari genggaman kuat Nampin, mantel penjanganya tersangkut kawat balkon rumah sakit. Seorang satpam bertubuh besar berhasil menangkap tubuh Diandra yang tekulai lemas.


Bruk... Benturan keras kepala Diandra menghantam dinding balkon membuat berdarah. Satpam berhasil menyelamatkan tubuhnya. Keduanya terlempar di lantai lorong dibawah balkon tersebut.


Mata Diandra terbuka dari kejauhan samar-samar bayangan berlari kearahnya. Lalu dia menutup matanya kembali.


"Diandra bangun, panggilkan doktor aku mohon." Hansen memeluk tubuh Diandra yang terkulai lemas.


"Tuan muda maafkan saya yang tidak berguna." Nampin.


"Besok kau ke Bendara kembali ke Korea, biar Irene yang mengurus segalanya." Hansen mengabaikan Nampin.


"Saya tidak akan kembali ke Korea, walaupun harus dipecat tapi Diandra sudah seperti keluarga sendiri bagiku."


"Jangan menyulitkan hidupmu sendiri, terlalu mendominasi seseorang yang sudah jadi milikku. Kemasi barangmu sebelum aku berubah pikiran." Hansen membalikkan badannya.


Sudah 5 jam sejak Diandra masuk UGD belum juga ada tanda-tanda keluar. Tiba-tiba Irene datang memberitahukan kalau Nyonya Wijayakusuma sudah dipindahkan keruanhan VVIP.


"Ayo kita lihat keadaan Javier, kita harus mempersiapkan semuanya." *Hansen mengelap butiran airmatanya. Tubuhnya sangat lelah sekali karena sejak pulang syuting sampai ke Singapura belum istirahat.

__ADS_1


°°°*


Lucifer datang mendekati Javier yang masih terbatu melihat Diandra pergi. Dia seolah tak percaya kalau Diandra bisa berbuat nekat mencium keningnya.


"Jadi kau sudah ikhlas pergi denganku? " Laura.


"Siapa? " Javier.


"Lucifer sudah datang tugasnya membawa kita pergi. " Laura menoleh Lucifer.


"Aku tidak mau mati, biar kau saja yang pergi. Walau harus jadi hantu asal bisa mengikuti Diandra aku rela. Bahkan tidak reinkarnasi juga tak apa." Javier.


"Kalian pikir aku ini sopir daring apa? Kau masuk kembali ke tubuhmu."Lucifer.


"Hai.... lalu aku bagaimana?" Laura.


"Javier lebih banyak hutang Budi kalau mati sekarang Novel ini tidak seru!" Lucifer.


"Lantas aku?" Laura.


"Kalau masih betah dibumi jadilan hantu yang elit. Lagipula Javier memang harus hidup, dengan begini trilogi novel akan tamat sempurna." Lucifer pergi menghilang.


°°°


"Detak jantung berfungsi kembali, pasien pasang alat-alat kembali ke tubuhnya. Pantau terus perkembangannya. Sampaikan kepada keluarga pasien kalau nyawanya terselamatkan." Dokter. 😬

__ADS_1


__ADS_2