
°°°° KEDIAMAN KELUARGA ZHAN°°°°
Mei Chuan melihat mobil masuk Eric yang masuk ke halaman rumahnya. Dia mengamatinya dari dalam rumah melewati jendela rumahnya.
Cih anak tak berguna itu sudah pulang kembali. Selama dia tidak ikut urusah perusahaan maka aku akan membiarkanmu hidup disini. Tapi jika kau mencoba menggeser posisi Demian Zhan maka aku akan mengurusmu!
Mei Chuan dengan tatapan sinisnya mengawasi langkah Eric yang masuk kedalam rumah tersebut. Eric hanya memberikan salam dengan membungkuk kepada Mei Chuan.
“Darimana saja kau, kenapa siang ini baru kembali. Apakah pasienmu dirumah sakit sekarat? “ mencecar Eric yang baru pulang.
“Bibi Mei, semalam aku sibuk mengoperasi pasien. Jantungnya bocor jadi aku harus memasang ring. Bahkan aku belum tidur sama sekali” memutarkan lehernya yang kelelahan.
Eric menenteng jas warna putih kebanggaannya dilengan kirinya. Dan tas jinjingnya disebelah kananya. Seorang dokter muda yang totalitas dalam pekerjaannya. Operasinya selesai Fajar & berjalan lancar, dia hanya tidur sejenak di ruangannya. Setelah pagi tiba dia bergegas ke kantor Tracy bekerja. Memeriksa kinerja perusahaan & memantau kehidupan adiknya. Walaupun Eric sibuk sebagai dokter & pengusaha ia tetap memperhatikan keluarganya.
Huft tubuhku sangat lelah sekali, sepertinya mandi air hangat akan lebih baik.
Eric, menanggalkan bajunya dilantai lalu memakai handuk kimono warna hitam. Dadanya yang bidang itu diperolehnya dari rutin latihan kebugaran. Diam-diam Lilian mengintip adegan erotis kakak tirinya melepas baju. Setelah Eric memakai handuk kimono barulah Lilian pura-pura mengetuk pintu.
Tok... Tok... lilian mengetuk pintu lalu masuk ke kamar Eric.
“Kak Eric, sarapan kita sarapan bersama yuk. Pagi ini aku meminta koki rumah memasak makanan favoritmu” bujuk Lilian memegang lengan Eric.
“Aku sudah sarapan roti di kantin rumah sakit. Rasanya aku mau tidur sampai siang, sore ini aku ada seminar di universitas Jiangsu. Maaf ya Lilian, kau sarapan saja dengan yang lain” mengusap kepala Lilian lembut.
Lilian kesal karena Eric menolak ajakannya. Padahal niatnya ingin dipuji karena menyiapkan sarapan.
__ADS_1
“Sedang apa kau dikamar kak Eric, mengintip lagi ya” ledek Demian mengerjai adiknya.
“Sssssttt jangan keras-keras” Lilian mendorong tubuh Yanzy yang memergokinya.
“Ah kak Demian keterlaluan mengada-ada. Mana mungkin aku macam-macam dengan saudara tertua tiri kita. Aku hanya memberitahukan kalau sarapan sudah siap” menggandeng lengan Yenzy dengan manja.
“Ah masak begitu ceritanya, yakin nich Cuma nawarin sarapan. Aku juga kakakmu lho, kenapa kak Eric saja yang kau sapa? “ Yenzy berulah kembali mengacak-acak rambut adiknya.
“Oh iya, selamat atas dipilihnya menjadi Direktur baru ya kak Demian cup” Lilian mencium pipi kakanya 😘😘😘😘
“Ah... Kau pasti minta hadiah baru lagi kalau ada maunya begini” Yenzy mengusap bekas bibir Lilian dipipinya.
Kedua saudara itu menuruni anak tangga menuju ruang makan. Mei Chuan melihat kedua anaknya rukun itu tersenyum tipis. Sedangkan Mark Zhan sibuk membaca koran harian.
“Kalian ini sangat rukun sekali, apa yang sedang kalian bahas pagi ini? “ tanya Mei Chuan mengawali pembicaraan.
“Aku hanya mengucapkan selamat atas jabatan baru Direktur Demian. Jika aku memperoleh mobil baru tidak masalah bukan” mengoles selai di rotinya.
“Bukannya tahun lalu hadiah ulang tahunmu mobil. Bulan ini juga kau sudah membeli 10 tas koleksi terbaru. Mintalah perhiasan atau jam tangan” ibunya memberikan saran pada putrinya.
“Ibu... Temanku belum ada yang punya mobil ini. Jadi aku mohon bantulah aku agar Direktur muda itu memberikannya” mengatupkan tangannya memohon. 🙏🙏🙏🙏
“Baiklah, nanti kita ke Showroom mobil bersama. Demian seharusnya kamu mengganti mobilmu yang baru agar terlihat keren” Mei Chuan memang begitu memanjakan kedua anaknya.
“Dimana Eric, hampir 3 minggu dari kepulanganku dia tidak pernah ikut makan bersama? “ Mark menutup koran setelah selesai membaca semua berita.
__ADS_1
“Kak Eric ada dikamar, katanya dia sudah sarapan & ingin tidur sampai siang. Sore ada seminar di universitas Jiansu” Lilian menjawab dengan cepat.
“Apakah dia tidak pernah sarapan bersama ketika aku pergi juga?”
“Suamiku, putramu itu sangat sibuk juga dingin. Dia hanya pulang untuk singgah tidur lalu mengambil pakaian ganti saja. Baginya rumah sakit adalah rumah. Sedangkan pasien adalah keluarganya yang dicintainya” Mei Chuan mengompori suaminya agar kesal.
“Aku mengharapkan kedua putraku bisa meneruskan perusahaanku. Tapi sepertinya hanya Demian yang lebih tertarik dengan bisnis.”
“Suamiku, putra kita Demian memang tahu caranya berbakti & membalas Budi kepada orang tua” mengusap punggung tangan Mark.
“Ketika aku di Jepang, tidak sengaja bertemu dengan Putri menteri Perdagangan. Saat itu aku sedang menghadiri kongres bilateral. Dia hadir mendampingi ayahnya. Namanya Megumi, ternyata dia juga seorang dokter & pernah magang di rumah sakit yang sama. Akan lebih baik jika aku memperkenalkannya pada Eric. Aku rasa ekspor ke Jepang akan lebih mudah bila kita menjodohkan mereka” usul Mark kepada keluarganya.
“Oh Bagus sekali idemu suamiku, tapi apakah kau sudah memberitahu Eric. Diakan sangat tertutup, takutnya kalau dia sudah memiliki pacar” Mei Chuan menambahkan komentarnya.
Lagi-lagi anak dari wanita itu bernasib baik. Putri seorang menteri perdagangan dan juga seorang dokter. Kenapa tidak dikenalkan saja pada putraku. Jelas-jelas Demian juga tampan & bermasa depan cerah. Apa untungnya menjadi dokter, hidupnya saja mengurusi orang sakit hihihi.
“Ayah, kenapa tiba-tiba menjodohkan dengan Megumi dengan kak Eric. Aku sudah membaca berita kalau Megumi sedang berkencan dengan atlit renang. Kenapa ayah mengumpan kak Eric menjadi orang ketiga? “ tolak Lilian mengenai rencana perjodohan Eric.
“Lilian, sebagai anak konglomerat kau harus tau. Pernikahan adalah bisnis, jadi kelak kau harus bersiap untuk itu pula” Demian menepuk pundak adiknya.
“Kelak kau juga akan aku jodohkan dengan pria yang mapan & bertanggungjawab. Jangan harap kau bisa menikah atas dasar Cinta saja. Kau sudah terbiasa hidup di kemewahan. Jika kau hanya mengandalkan Cinta saja, barang murahpun tak akan mampu kau beli” tegas Mei Chuan menasehati putrinya
“Dengarkan baik-baik nasehat dari ibumu” Mark mendukung pernyataan istrinya.
Tak... Tak.. Tak... Suara langkah kaki yang menuruni anak tangga. Nampak Eric melipat ujung lengan kemejanya. Dia memakai kemeja bergaris-garis & sepatu pantofel. Tampak lebih kasual & tampan dengan rambut tersibak natural.
__ADS_1
“Kak Eric kau mau kemana, kenapa terburu-buru sekali. Katanya mau tidur sampai siang kenapa sudah mau pergi lagi” Lilian berdiri dengan tatapan penuh kearah Eris yang berjalan keluar.
“Ma’af aku pamit lebih dulu, jadwal seminarku diajukan. Oleh karena itu aku harus berangkat sekarang” memberikan salam pada anggota keluarga yang sedang asik sarapan bersama.