LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
54. LIDAH KESELEO


__ADS_3

***


Asisten Javier yang diam melihat tingkah bosnya itupun tiba-tiba meledek.


"Hyung, sejak kapan seleramu berubah jadi kempungan. Maaf. "


"Mau mati ya kau! Dia gadis biasa yang belum tersentuh make up & barang mahal. Aku akan mengubahnya perlahan. Jangan menyesal pernah mengatakan seleraku kampungan." Menendang kursi kemudi.


Javier memainkan ponsel barunya sambil tersenyum-senyum sendiri.


***


Didalam apartemen ini Diandra memandangi suasana yang sepi. Ada perasaan sedih & kehilangan pasca berakhirnya hubungannya dengan Hansen. Diandra merasa tidak pantas tinggal di apartemen pemberian Hansen itu. Maka malam itu juga dia mengemasi barang-barangnya. Diandra meminta senior Song mengurus kepindahannya kembali ke asrama pegawai.


"Aneh sekali Diandra ingin pindah ke Asrama, padahal pacarnya sangat kaya." Nampin menguping pembicaraan Diandra.


"Jadi Diandra punya pacar? Aku pikir dia tidak normal." *Menggaruk-garuk kepala keheranan.

__ADS_1


Tlak*.... Nampin melempar sumpit dikepala Senior Song.


"Auh... Nampin sakit, mau kuusir dari rumahku ya." Mengerang kesakitan.


"Yang tidak normal itu kau, sudah berumur tapi melajang. Berhentilah minum nanti kau mabuk. Dasar bujang lapuk menyedihkan." Nyinyir Nampin sambil ikut minum bir.


"Apa bedanya lajang & berpasangan, lagipula kau sekarang juga lajang menyedihkan hahahaa. " Senior Song tertawa lebih kencang.


"Setidaknya aku pernah menikah & memiliki anak, masa tuaku tidak akan kesepian. Kau hanya punya uang banyak yang akan habis hahaha."Balas Nampin sudah mulai mabuk berat.


Tiba-tiba Senior Song berhenti minum lalu menatap tajam wajah Nampin. Menyadari perkataanya keterlaluan nampin terdiam. Senior Song mendekatkan wajahnya bahkan nafasnya terdengar sangat jelas. Keduanya dalam keadaan pengaruh alkohol. Tanpa sadar bibir mereka. menyatu berpautan. Lalu tangan mereka saling merengkuh erat. Nampin yang awalnya duduk disofa sekarang sudah tiduran. Senior Song membuka bajunya karena kepanasan lalu membuka baju Nampin. Ternyata Senior Song sangat hebat, tidak seperti suami Nampin. Mereka bergumul selama dua jam tanpa jeda. Hingga lelah & tertidur disofa sambil mengenakan baju sekenanya saja.


***


"Hai wanita tua, minggirkan kepalamu yang bau itu." Jari telunjuknya memindahkan kepala Nampin.


"Hoamm.... kepalaku pusing sekali, hah apa. Apa yang kau lakukan padaku semalam? Senior Song cepat pakai bajumu, lihatlah roti sobekmu merusak mataku." Nampin menutup matanya dan berlari kekamar mandi.

__ADS_1


"Kau yang sudah mengambil keuntungan ketika aku mabuk, masih saja kabur. Dasar benalu tidak tahu untung, sudah mencuri kesucianku juga numpang." Berdiri mengatai Nampin kesal.


Diandra tak berhenti tertawa mendengar cerita Senior Song yang sudah ternoda oleh wanita beranak satu. Senior Song tertunduk lesu saat menceritakan kisah pilunya.


"Hahahah... bagaimana bisa Senior Song tidak punya kendali. Padahal selama ini aku pikir Senior Song tidak normal." Ledek Diandra.


"Sudahlah berhenti mengejekku, yang paling berharga dariku sudah direnggut Nampin. Tapi dia manis juga kalo dilihat saat mabuk hahahaha." Timpal Senior Song sambil tertawa.


"Aigo... ponsel keluaran terbaru, seharga gajimu 2bulan Diandra. Ternyata pacarmu kaya juga." Sambil memegangi ponsel Diandra.


"Itu bukan dari pacarku, kami sudah putus. Ponsel pemberian & aku ingin mengganti hadiah yang lain juga. Aku tidak nyaman menerima barang secara cuma-cuma." Diandra melihat ponsel yang masih dipegangi Senior Song.


"Wah keren sekali ponselnya, aku saja kalo punya pacar belum tentu membelikan ponsel semahal ini. Apalagi ini edisi khusus dibayar kontan. Ckckckc"


"Senior Song akhir bulan ini datanglah diwisudaku bersama Song Nampin, hahahaha"


"Kau... kau kurang ajar sejak kapan Nampin bermarga Song. Aku hanya sekali tidur dengannya, itu kecelakaan. Aku pasti datang tapi jangan harap dengan Song Nampin ehhhh.... " Lidah Senior Song keseleo.

__ADS_1


"Hahahahaha.... kau kali ini jujur, habislah kau Senior Song kalau kau diam-diam menaruh hati pada Nampin." Diandra kabur berlari menuju kantin karena sudah jam makan siang.


__ADS_2