
***
Selama Dua minggu Diandra akhirnya kembali kerumah majikannya. Pelayan menyambutnya dengan suka cita & mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Pak Haris. Kali ini Hansen menarik tangannya bukan menuju kamarnya tapi kamar utama. Diandra hanya bisa pasrah.
"Sayang, mulai sekarang kita akan berbagi kamar. Irene sudah memindahkan semua barangmu dari kamar lamamu. Barang bututmu sudah aku simpan rapi. Istirahatlah karena selama kau sakit tidurku bermasalah."
Diandra menurut apa kata majikannya dan membaringkan tubuhnya. Hansen berada dikamar mandi cukup lama, mungkin berendam air panas. Tiba-tiba perawat datang membawa sup & obat. Setelah memastikan Diandra makan & minum obat lalu Hansen pamit turun kebawah. Diandra ingin mandi lalu menyiapkan baju ganti untuk tidur.
"Kalian semua aku kumpulkan disini sudah pahamkan untuk apa! " Hansen berkata tegas.
*Kami paham tuan muda.* Serentak suara seluruh pelayan.
"Bagus, sesuai arahan dari Irene kerjakan tugas kalian dengan baik & gaji kalian naik. "
*Baik Tuan muda, terimaksih atas kemurahan hati tuan muda.*
__ADS_1
Hansen kembali naik keatas menuju kamarnya, perasaanya mulai senang karena bisa bebas dirumahnya sendiri. Diandra yang sudah tertidur pulas pengaruh obatpun tidak menyadari kehadiran Hansen. Malam ini Hansen ingin memeluk Diandra sambil bermanja-manja ria. Tapi apalah daya ditahan dulu lawan mainnya sudah koleps. Hansen mencium pipi Diandra & tidur sambil memeluk erat kekasihnya.
"Tuan muda, apa tidak capek memelukku sepanjang malam? "
*Sayang, kau sudah bangun. Cup. * Yess, dan Hansen mencium kening Diandra sebagai ucapan selamat pagi.
"Saya akan mandi & menyiapkan sarapan dulu. " Diandra sambil bangkit dari ranjang.
*Siapa yang mengijinkanmu? kembali! *
"Baik tuan muda."
"Iya, aku mau. "
*Apa? kau mau? katakan lagi, ulangi biar aku rekam. Ayolah katakan lagi, aku mohon Diandra. *
__ADS_1
"Iya, aku mau"
Pagi ini Hansen sumpringah, karena perasaannya terbalas oleh Diandra. Pelayan dirumah tidak mengijinkan Diandra selain belajar atau bermain ditaman. Karena Hansen sudah mengumumkan Diandra adalah pacarnya. Selama dikantor mod tuan muda melancarkan urusan pekerjaan. Irene merasa lega karena tugasnya tidam dipersulit. Hansen menerima pesan gambar dari Diandra. Ternyata Diandra sudah menyiapkan semua jenis makanan khas Jawa Timur. Sontak Hansen ingin bergegas pulang. Tetapi Nyonya Jung menelepon agar Hansen mempir kerumah, karena sejak kembali dari Korea anaknya belum berkunjung. Hansen menuju rumah orangtuanya.
"Ayah & Ibu apakabar?" Sapa Hansen kepada kedua orang tuanya.
Sore itu mereka sedang minum teh ditaman sambil menikmati senja.
"Nak, kau sangat bekerja dengan bagus bahkan kinerjamu sangat luar biasa. Tidakkah kau memiliki teman kencan yang bisa kau perkenalkan pada Ayah? " Tuan Wijayakusuma memulai perbincangan.
"Adikmu Javier sudah ada calon gadis Indonesia, kelak ketika selesai Wamil dia akan memperkenalkannya. Apa ibu perlu bantu? " Imbuh Nyonya Wijayakusuma.
*Terimaksih atas perhatian ayah & ibu, sebenarnya urusan pekerjaan & pribadi adalah hal yang berbeda. Tapi bagiku sama karena harus ada kecocokan & kenyamanan. Ketika aku sudah siap kelak dia akan kubawa kesini dengan bangga kuperkenalkan. Sepertinya aku harus pulang kerumah, ayah tahukan kalo aku harus lembur untuk rapat direksi besok. * Hansen pamit meninggalkan kediamam orangtuanya.
Tuan Wijayakusuma sudah paham tabiat putranya yang gila kerja dan penuh dedikasi. Nyonya Jung sudah ingin punya menantu agar tidak kesepian. Tapi sepertinya impian itu kandas, karena Hansen masih bersikap dingin.
__ADS_1
***
Setibanya dirumah Hansen disambut meriah oleh semua pelayannya. Hari ini mereka pesta kecil-kecilan merayakam hari jadian Hansen & Diandra. Semua kompak merahasiakan hubungan itu. Makan malam ini menjadi istimewa karena Hansen sudah tidak memiliki jarak antara Diandra bila ingin berduaan. Pelayan juga menyoraki pasangan baru itu. Sehingga suasana rumah menjadi meriah. Semua bersuka cita, selain gaji naik tentunya.