LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
14. PERASAAN YANG MULAI BERKEMBANG


__ADS_3

***


Hansen mengutus Pak Hanafi agar mengumpulkan pelayan dari rumah utama. Karena Rumah yang ditempati Hansen sangat luas. Ada alasan lain mengapa Hansen ingin menambah pelayan, karena saat tidur didapatinya bekas luka ditangan Diandra akibat pekerjaan yang banyak. Serta ruam-ruam dibagian tubuh kecil gadisnya. Hatinya sangat teriris melihat wanita yang amat ia kasihi bekerja terlalu berat. Sementara itu Diandra memang disuruh tidur lebih awal oleh Pak Hanafi. Biar pekerjaan lainnya dikerjakan pelayan dari rumah utama. Sudah diputuskan kalo Hansen mengambil Tiga pelayan wanita & Dua pelayan laki-laki.


"Semua karyawan baru tinggal dipaviliun, hanya Nona Diandra yang boleh tinggal dirumah utama ini," jelas Pak Hanafi.


Baik.. Sahut semua karyawan baru itu. Hansen memberikan draft rincian pekerjaan & tata tertib. Setelah dirasa cukup memberikan arahan & kebijakan Hansen menuju kamar Diandra. Kali ini sial, dia ingin mengulangi kisah semalam tapi ketika dia mengetuk pintu yang ditemui oranglain.


"Bukankah kau pelayan khusus adikku? "


*Be... benar tuan, maafkan saya sudah lancang menginap tanpa ijin.* Namira ketakutan melihat sorot mata tajam Hansen yang tidak suka.


"Pergilah kePaviliun, lagipula ranjang Diandra sempit! " Gertak Hansen agar Namira segera pergi.


Namira pergi tanpa pamit terlebih dahulu dengan Diandra yang berada dikamar mandi. Hansen lalu menutup & mengunci kamar Diandra supaya tidak mendapar gangguan. Setelah beberapa saat Diandra keluar dengan handuk terlilit ditubuhnya yang elok. Hansen yang mendapati pemandangan itu sontak malu dan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Ah... Tuan muda!!!" Diandra yang kaget membuat simpul handuknya terlepas.


Katika Hansen menoleh kearah Diandra ternodalah mata sucinya oleh gadis pujaannya. Melihat tubuh polos wanita yang disukai itu berat, bahkan Hansen tidak terpengaruh walapun wanita lain melucuti baju dihadapannya.


"Sial...!!! kau jangan menggodaku Diandra, bisa berakibat fatal bahkan kau tidak akan sanggup berjalan!!! brakkk. Hansen memerah lalu membanting pintu dan keluar kamar Diandra.


(Diandra....kali ini kau ceroboh, kau membangunkan macan yang tidur huh) guman Hansen malu.


Didalam kamar Hansen membolak-balikan tubuhnya tak tenang dia menenggak segelas anggur. Setengah jam kemudian dia koleps,tidur nyenyak. Didalam mimpi Hansen bercumbu panas dengan Diandra. Seolah-olah adegan tadi berlanjut. Dia menciumi seluruh wajah,leher,dada dan kaki Diandra dengan frontal. Ketika Hansen sudah klimaks terdengarlah suara ketukan dari luar pintu yang mengakhiri mimpi kritis pemuda yang menanggung sengsara.


*Masuklah,letakkan diatas nakas. Oh iya suruh pelayan laki-laki membereskan ranjangku!* Sambil berdiri berlalu menuju kamar mandi.


Didalam kamar mandi, Hansen masih kesal karena kegiatannya diganggu oleh pelayannya. Pagi ini suasana hati Hansen benar-benae suntuk. Ketika hendak meninggalkan rumah, Hansen melihat Diandra sedang menyiram tanaman. Dia tersenyum karena bunga & Diandra sama indahnya. Hansen mengirim pesan bunga apa saja yang dia sukai. Diandra menjawab banyak, tapi kalo ada anggrek,krisan, aster & dahlia akan bagus.


"Setelah mengantarku kekantor segera antar nona Diandra sekolah lalu jemput. Jangan lupa katakan padanya aku menunggunya di Greenhouse!" Hansen memerintahkan sopirnya.

__ADS_1


***


Hari ini Hansen menyelesaikan segala urusan kantor & akomodasi ke Korea. Ia menunggu Diandra sambil berkeliling melihat-lihat tanaman. Beberapa saar kemudian ponsel Hansen berbunyi, Diandra menanyakan dimana posisi majikannya.


"Tuan,saya sudah sampai ada didekat kolam yang ada bunga teratai besarnya."


Hansen datang dari arah belakang,dan memeluk manja tubuh Diandra. Diandra yang malu hendak melepas tangan majikannya.


*Jangan dilepas,aku sudah melihat semuanya tanpa terkecuali. Hanya saja kau beruntung, aku minta maaf sudah bersikap arogan.* Hansen memelas belas kasihan Diandra.


"Tuan muda, malu bila ada yang melihat. Kita kesini mau cari apa?"


*Carikan aku bunga kesukaanmu, aku ingin taman dirumahku semakin indah.* Berjalan sambil bergandengan tangan.


Senja ini Diandra senang sekali karena koleksi bunganya bertambah banyak & bagus-bagus. Inilah cara sederhana Hansen memberikan perhatian kepada Diandra. Karena lelaki yang bertanggungjawab dia akan berusaha memenuhi selagi mampu.

__ADS_1


__ADS_2