LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
SPOILER NOVEL LEPASKAN AKU, BOS


__ADS_3

°°°


Laura mengikuti kegiatan Marco bersama bayinya yang diasuh oleh Namira. Mantan Kekasih Ryan, bahkan Namira sangat telaten baik ada atau tanpa Marco ada. Namun sikap Marco masih saja dingin & gila kerja. Tapi semua kebutuhan & masa depan putrinya terjamin. Sedangkan Ryan hanya pengusaha rintisan dari modal kompensasi. Sekarang menjalankan bisnisnya dengan baik di bidang otomotif. Liburan ini Ryan ingin mengunjungi bayinya di kediaman Marco. Sambil membawakan boneka sebagai hadiah.


Ting tong... suara bel berbunyi.


"Iya sebentar." Pelayan dirumah Marco.


"Saya sudah membuat janji dengan Tuan Marco untuk menjenguk bayinya. Perkenalkan nama saya Ryan."


"Oh baik tadi Tuan Marco sudah berpesan jika tuan akan datang. Mari silahkan masuk, silahkan saja menuju kamar bayi. Saat ini pengasuh sedang mengurusnya." *Sambil menunjukkan arah kamar.


Krekkk*..... pintu terbuka.


"Namira, apa yang sedang kau lakuka disini?"


"Aku bekerja sebagai pengasuh bayi yang diutus oleh keluarga Wijayakusuma. Kau sendiri? "


"Itu bayiku dari pernikahan dengan Laura. Tapi anak biologis Marco."


"Ouwh jadi kau ya orangnya, setelah selesai memakaikan bajunya kau bisa gendong bayi ini. "

__ADS_1


"Apakah bayinya rewel? "


"Awal-awal iya karena tidak ada ibu kandungnya. Tapi sekarang sudah menurut."


"Namira kau sekarang berdandan jadi lebih baik penampilanmu. Aku hampir tidak percaya kau mantanku yang dulu. Maafkan aku. "


"Sudahlah itu masa lalu lagi pula sekarang aku tidak peduli lagi." Namira pergi mengabaikan Ryan.


Ryan menghabiskan waktu bersama bayinya didalam kamar tersebut. Laura mengikuti Namira dimana dia pergi disuatu sudut rumah. Namira menangis sesenggukan. Laura tahu kalau Namiralah yang terluka. Harus dicampakkan setelah banyak membantu karir Ryan. Setelah bertemu Laura lantas ditinggalkan.


Marco pulang kerja lebih awal disambut oleh pelayan. Memberitahukan kalau Ryan datang untuk menjenguk bayinya. Marco membersihkan diri tapi dia mendengar tangisan Namira saat melintas.


"Tuan sudah datang, maaf saya akan kembali kekamar bayi." Sambil mengusap linangan air matanya.


"Hai kau menangisi mantanmu yang berkhianat ya? Jangan menangisi pecundang, kau tidak cantik setidaknya kau baik. Bukannya Nona Diandra temanmu. Belajarlah darinya agar lebih menarik, lelaki tidak hanya kenyang perutnya melalui makanan tapi juga matanya akan kenyang melihat wanita cantik." Marco menahan Namira dengan menarik lengannya.


"Terimakasih Tuan atas sarannya, saya akan buktikan kalau bisa baik & cantik."


"Baik, aku suka semangatmu. Jangan amatiran baper biar cerdasan dikit kalo ada yang kasih nasehat." Marco meninggalkan Namira.


"Marco, beraninya kau bicara seperti itu. Berani-beraninya kau menyentuh wanita lain. Susah payah aku mengejarmu bertahun-tahun akhirnya bisa memanjat ranjangmu. Hanya seorang pelayan penjaga bayi kita kau iba cih." Laura.

__ADS_1


Marco masuk kamar menemui Ryan yang tengah bercengkrama.


"Baru datang ya." Ryan.


"Iya, kau sudah bertemu dengan Namira? Dia pengasuh bayi ini. Bersikaplah yang baik walaupun dia tidak secantik Laura."


"Sudah, dia sekarang sudah mendingan daripada dulu. Memang dia gadis yang baik & perhatian tapi pesona Laura lebih memikat hingga aku terpikat. Maaf jika kau tersinggung." Ryan.


"Sudahlah, lagipula Laura yang tergila-gila padaku & menaruh obat diminumanku. Sehingga terjadi kecelakaan teknis hahahaha." Marco menyeringai santai.


"Kau seolah tak begitu mencintai Laura, apakah kau naksir wanita lain?"


"Dulu aku pernah naksir sedikit dengan rekan kerjaku, namanya Irene. Karena dia bodoh memilih lelaki yang salah akhirnya aku putuskan menyerah." Marco menghela nafas sambil membuka foto dari galeri ponselnya.


"Wah cantik sekali, ini incaranmu?" Ryan menyambar ponsel Marco.


"Bukan aku hanya terpesona & kagum saja dengan kekasihnya majikanku. Kedua majikanku sibuk merebutkan gadis ini, karena sering mengikutinya aku jadi terobsesi padanya juga. Aku sudah gila hahahaha."


Marco & Ryan tertawa bersama penuh keakraban, bayi dalam dekapan pun tidur terlelap. Namira Datang dengan membawakan minuman & camilan.


"Seharusnya yang aku khawatirkan bukan Namira atau Irene tapi gadis yang disukai juga oleh Javier. Bagaimanapun juga aku harus memberitahukan Javier akan hal ini." Laura dengan rencananya.

__ADS_1


__ADS_2