LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
39. MENGINAP


__ADS_3

***


Hansen sudah memanjakan Diandra berbelanja saatnya kembali ke Apartemen yang disewa. Apartemen yang disewa terdiri dari kamar mandi, dapur, ruang binatu, ruang tamu & kamar tidur. Itu semua agar Diandra nyaman selama tinggal di Korea.


"Aku mandi dulu ya, perutku lapar masakan sesuatu." Hansen menuju kekamar mandi.


Diandra lalu beraksi didapur, dia sangat senang karena tidak lagi bersusah payah seperti saat di asrama. Setelah Hansen selesai mandi lalu makan hidangan yang sudah disiapkan. Dengan lahap Hansen menikmati masakan kekasihnya. Dia mulai mengantuk lalu rebahan diranjang milik Diandra. Tak terasa kantuknya tak tertahan. Diandra yang mendapati kekasihnya tertidur hanya tersenyum.


***


Pagi ketika Hansen membuka mata disebelahnya tertidur pulas Diandra menghadap ketembok. Diraihnya pinggang kekasihnya lalu memeluknya, lalu melanjutkan tidurnya sampai Diandra bangun.


"Sayang, maaf aku kelelahan bangunku kesiangan." Ucap Diandra panik.


"Hemb... " Hansen meraih tubuh kekasihnya agar kembali dipeluk.

__ADS_1


"Sayang apa kau tidak lapar? Ini akhir pekan tidak ingin membawaku jalan-jalankah." Berontak jalan-jalan.


"Nanti sore sajalah, aku masih mengantuk. Jangan bahas nanti,sekarang ayo obati rinduku ini sampai sembuh!" Ucap Hansen manja.


Diandra hanya pasrah dalam pelukan Hansen, dia memainkan ponsel. Untuk mengabarkan kalo sudah pindah & belum sempat berpamitan terlebih dahulu.


***


Sore harinya Hansen membawa Diandra jalan-jalan disekitaran apartemenya untuk adaptasi. Diandra sudah senang karena Hansen masih kelelahan. Lagipula kemaren mereka sudah berbelanja jadi untuk apalagi. Hansen memeluk tubuh kekasihnya sepanjang jalan. Saat ini musim semi di Korea jadi bunga sakura bermekaran. Mereka berfoto untuk mengabadikan moment kebersamaan. Malam harinya Hansen memesan makanan agar Diandra tidak capek masak. Setelah cukup kenyang & energi pulih mereka menonton film romantis.


"Hanya Dua orang, Tuan Kim & Senior Song selain itu tidak ada lagi. Selama ini Kan Nampim menasehatiku untuk berjaga jarak dengan pria." Jawab Diandra .


"Aku harus berterimakasih kepada kak Nampim sudah menjagamu. Lalu siapa teman yang suka menyulitkanmu? "


"Rita meminjam leptop bahkan sampai rusak & ketika dikampus dia suka memintaku membayarkan makanannya. Sedangkan Devi meminjam baju-bajuku, ketika dia berkencan mengambil stok makanan untuk diberikan kepada kekasihnya. Bahkan dia berhutang beberapa tagihan belanja, huftt.. "

__ADS_1


"Lalu apa balas budimu kepadaku?" Hansen meletakkan kepalanya dipangkuan Diandra.


"Aku.... tidak tau selain mengucapkan terimakasih & menyelesaikan pendidikanku lebih cepat."


Cups.....Hansen menarik kepala Diandra kebawah sehingga bibir mereka menyatu.


"Jangan lakukan disini, ayo kita uji coba kekuatan ranjang barumu! " Ajak Hansen mengedipkan mata genitnya.


Diandra menutup matanya karena malu, lalu Hansen membopongnya kedalam kamar.


"Besok aku akan kembali ke Mansion, jadi malam ini gunakan ketulusanmu untuk berterimakasih. Mengerti? " Hansen mengingatkan.


Diandra hanya mengangguk paham, Hansen merebahkan tubuhnya lalu menindih sambil membuka bajunya sendiri. Diandra yang mulai salah tingkah karena sudah lama tidak melakukan hal ini menjadi kikuk & gugup. Ciuman lembut lalu berubah menjadi ciuman ganas membuat bergejolak darah muda. Diandra yang sudah lemas itupun pasrah atas perlakuan kekasihnya. Malam ini Hansen melakukannya lebih dari 3 jam hingga membuat Diandra benar-benar capek.


Hansen menuliskan namanya dengan Diandra disetiap barang yang ada. Lalu kalimat-kalimat Cinta dibeberapa sudut. Hansen ingin agar Diandra melihat pesan tersebut sebagai tanda cintanya. Agar Diandra tidak kesepian & mengenang kebersamaan mereka walau hanya sejenak.

__ADS_1


__ADS_2