
***
Nampin tertidur disofa, tisu & botol bir berceceran kotor. Diandra membersihkan sampah-sampah yang berserakan. Setelah selesai dia membuat bekal sarapan lalu berangkat bekerja. Nampin yang masih tidur terlelap belum juga sadar. Hingga suara bel berbunyi.
Tut..... tut.... Nampin terbangung dengan kaget, sambil melihat sekitar ruangan yang sudah bersih. Dia lantas berdiri lalu membuka pintunya. Berdirilah seorang pria tampan mengenakan mantel panjang & kacamata hitam. Nampin yang kaget itu kebingungan dengan kondisi yang dialami.
"Maaf, anda mencari alamat siapa? Tanya Nampin setengah sadar.
"Aku pemilik apartemen ini, apa benar Nona Diandra tinggal disini? " Pria itu membuka kacamatanya.
"Ah... benar, Diandra tinggal disini. Tuan siapakah? " Masih memegangi daun pintu.
"Aku akan menghubunginya lewat ponsel, ijinkan aku masuk. Tubuhku sangat lelah." Sambil menerobos masuk.
Hansen melemparkan mantelnya dikursi & meletakkan kacamatanya diatas meja dekat leptop Diandra. Lalu berpindah menuju dapur membuka kulkas meminum air putih. Nampin yang kaget itupun tidak banyak berucap sepatah kata apapun kecuali berdiri saja.
"Segera ijin Bos Kim bilang padanya aku sudah diapartemenmu sekarang!" Ucap laki-laki itu memerintah.
__ADS_1
Tigapuluh menit kemudian Diandra tiba dengan terburu-buru. Sedangkan Nampin yang masih berdiri hanya menjadi patung Liberty.
"Sayang, kenapa tidak mengabari aku kalau kau datang tiba-tiba?" Diandra meletakkan tas lalu menghampiri kekasihnya.
"Dua hari lagi Javier keluar Asrama jadi aku memutuskan untuk menengokmu lebih dulu. Kenapa masukkan orang asing ditempatmu! Gertak Hansen kesal.
"Dia kak Nampin seniorku, sedang ada masalah keluarga. Dia ingin aku menampungnya sementara sayang. Selama ini kak Nampin banyak membantuku, tolong maafkan aku."Diandra pasrah.
"Aku mau tidur dulu badanku sangat lelah, siapkan makanan untukku. Dan katakan kepada temanmu untuk disini sampai aku selesai berbicara dengan kalian." Hansen lalu menuju kamar tidur milik Diandra.
"Maaf kak Nampin mungkin Hansen tidak nyaman ada orang lain disini. Tolong jangan dimasukkan hati, tapi sebenarnya dia sangat baik. Mungkin efek kelelahan diperjalanan." Diandra menguatkan hati Nampin.
"Ah... kak Nampin masih bisa genit begitu, sana mandilah. Selesai memasak aku harus mandi juga. Tadi Kak Song menanyakan kabarmu, aku bilang kalau kau sedang sakit flu."
"Terimakasih Diandra kau penolongku, nanti aku akan menghubungi senior Song." Pergi kekamar mandi sambil membawa handuk & baju ganti.
Diandra membangunkan Hansen untuk makan siang.
__ADS_1
"Sayang, mau berapa lama lagi tidur? Aku sudah memasak sup iga bakar kesukaanmu." Diandra menyentuh pipi Hansen lembut.
"Peluk sebentar dulu baru aku bangun,hemmmbb." Hansen mengendus-endus aroma tubuh Diandra yang sudah mandi.
"Aku senang kau datang, maafkan aku ya sudah menampung kak Nampin." Sambil mengelus rambut Hansen.
Ketiganya mulai makan siang dengan perasaan canggung. Terutama Nampin yang sangay takut dengan tatapan matanya Hansen yang tajam nan risih melihat keberadaannya.
"Kau jangan melibatkan Diandra dalam masalah yang sulit. Uruslah masalah rumah tanggamu sendiri,seberat apapun masalah yang kalian miliki lebih baik diselesaikan. Jangan sembunyi seperti anak kecil, hadapilah dengan cara bijaksana." Tutur Hansen sedikit kesal.
"Maaf Tuan, tapi saat ini Diandra satu-satunya teman yang bisa aku andalkan. Kedepannya aku akan menyelesaikan masalah rumah tanggaku sendiri.Terimakasih atas nasehatnya." Tangan Nampin gemetaran.
"Baiklah aku mengijinkanmu untuk tinggal disini karena Diandra banyak kau bantu selama di Korea. Dan ingatlah ketika lelaki sudah berselingkuh kemungkinan kembali ada,tapi kemungkinan besar untuk mengulangi kesalahan lagi berpeluang besar juga."
Deg.... jantung Nampin berhenti sejenak mendengar ucapan Hansen itu. Nampin memang mencintai suaminya & takut anaknya menjadi korban perceraian. Tapi yang dikatakan Hansen masuk akal karena dia laki-laki juga.
"Sayang, maaf aku tidak bisa tinggal disini lebih lama. Besok aku bersama keluarga akan ke Daegu menjemput Javier. Lalu kami akan mengadakan makan malam bersama orang Agensi. Setelah itu kembali ke Indonesia lagi karena ada pembangunan pabrik baru. Jangan marah ya, ketika wisuda aku usahakan datang. Cup." Hansen pamit pergi setelah mencium kening Diandra.
__ADS_1
Nampin yang merasa bersalah menjadi pengganggu pasangan jarak jauh itu hanya bisa menunduk. Seolah menjadi orang yang tak berguna. Terlalu banyak melibatkan orang yanh sudah baik. Sore itu Nampin pamit pulang Ke apartemen suaminya.