LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
12. MAKAN MALAM KELUARGA


__ADS_3

***


Setelah perbincangan hangat itu Hansen lantas bangkit dan keluar dari kamar Diandra. Javier masih tidur pulas, entah apa yang terjadi dalam mimpinya. Didalam kamar Diandra hampir tidak percaya kalau tuan mudanya berkata diluar dugaan. Memang Diandra sangat tau diri, masih memakai barang usang. Mulai sekarang dia akan memakai barang yang dibelikan majikannya. Karena Hansen sedih bila ditolak pemberiannya. Diandra memang memilik rasa yang lebih tapi dia tau diri dan cukup menahannya. Hari ini tidak ada sarapan karena semua bangun kesiangan. Javier yang terbangung lalu menuju kamar Hansen untuk mandi & berganti pakian yang baru milik kakaknya. Hansen sudah berada diruang kerjanya mengerjakan beberapa dokumen yang masuk diemail. Hari ini Hansen & Javier berangkat bersama ke kantor. Diandra pergi berangkat kesekolah bahasa naik bus umum.


"Hyung, apakah Diandra sudah punya kekasih? "


*Aku tidak tahu, hanya yang aku tau sikapnya penurut & cerdas. *


"Hyung, jika boleh aku ingin membawa Diandra keKorea. Aku ingin ada pelayan merawatku saat WAMIL. Apakah ibu mengijinkannya? "


*Aku yang menggajinya, makannya banyak, juga kerjanya buruk hobinya dandan. Kau lihat saja kan mana ada pelayan yang cantik. Aku saja sampai tidak mampu menambah pelayan dirumahku. (cih... mati saja kau kalau sampai merebut gebetanku).

__ADS_1


"Apakah Diandra seperti itu? kalau memang iya akan sangat disayangkan karena wajahnya yang polos serta sikapnya yang dingin ituuuu. " Javier mulai frustasi.


"Hatcuhhh.... (sapa yang berani mengataiku dari belakang). Diandra bersin.


***


Setibanya di Kantor Javier berpamitan dengan karyawan lain, ada perasaan sedih. Karena orang Indonesia sangat ramah juga santuy. Javier merasa orang Indonesia itu seperti sinar matahari pagi yang hangat, tak segan-segan memberikan pertolongan. Mungkin ini salah satu kenapa ibunya mau dinikahi ayahnya. Javier menuju kantor Hansen dan ingin pulang bersama. Malam ini Hansen mengundang ayah & ibunya makan malam dirumah. Javier tersenyum karena bisa bertemu lagi dengan Diandra.


***


"Suamiku lihatlah kedua putra kita, mereka tumbuh rupawan sepertimu waktu muda. " Nyonya Jung menyanjung suaminya.

__ADS_1


*Istriku terimakasih sudah memberiku kedua putra yang hebat-hebat, aku tepar memilihmu sebagai ibu dari anak-anakku, cup. " Tuan Wijayakusuma mencium tangan istrinya.


Sudah tahu kan kalo pelayang disuruh rehat keteras belakang. Hanya Pak Hanafi yang diijinkan berada dalam jamuan makan. Yes, karena Tuan Wijayakusuma sebernaya bucin akut gaes.


"Javier putraku, ibumu berkata kalau surat pemanggilan wajib militermu sudah dikirim. Jangan lari dari kewajibanmu. Karirmu sebagai artis tidak akan hancur atau redup. Ayah & ibu akan mengantarmu sampai Korea."


Deg!!! Jantung Javier terhenti karena harus berpisah dengan keluarganya.


*Awal minggu ini ayan rencananya saya akan kembali keKorea.* Tutur Javier sopan.


"Hansen siapkanlah segala keperluan kami bertiga selama tinggal diKorea, kau disini mengurus perusahaan. Ayah percayakan selama pergi kepadamu!" Parintah Tuan Wijayakusuma.

__ADS_1


*Baik ayah, aku akan mempersiapkan segalanya. Nikmatilah kebersamaan bersama Javier. *


Hansen memang didaulat menjadi calon terkuat penerus Wijaya Grup karena Javier lebih tertarik didunia hiburan di Korea. Tuan Wijayakusuma tidak mempermasalahkan pilihan putra keduanya. Karena yang terpenting kebahagian anak & istrinya diatas segala-galanya.


__ADS_2