LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
TARGET MELESET


__ADS_3

*** MALL KOTA BEIJING ***


Saat berbelanja makanan, Eric mengirimkan pesan kepada Megumi kalau malam ini ada jamuan makan. Meresmikan dukungan untuk Mark Zhan yang masuk kandidat Pemilu. Semua anggota parlemen dan para menteri turut hadir sebagai tamu undangan. Juga beberapa petinggi parti pendukung.


“Irene, bisakah kau menemani aku mancari gaun yang cantik?” Megumi menoleh ke salah satu toko pakaian.


“Baiklah nona, tidak masalah tapi aku taruh belanjaan ini dulu di mana?” Irene kewalahan membawa belanjaan.


“Oh iya, kalau begitu aku suruh Eric mengambilnya saja ya. Kita tunggu di Cafe. Perutku sudah lapa, apa kau suka masakan Jepang?” Tanya Megumi pada Irene tentang selera makannya.


“Hehehe tidak terlalu nona,” Irene tidak suka olahan daging mentah.


“Baiklah kalau begitu kita ke Cafe makanan China saja, ayo kita kesana. Eric sudah ada di perjalanan menyusul kita.” Ujar Megumi.


*


*


*


××× RESTORAN CHINA ×××


Semua hidangan yang di pesan Megumi sudah tiba, saatnya menyantab makanan.


“Kalian tega sekali, memulai makan tanpa diriku,” Eric datang tiba-tiba.


“Kau mengagetkan kami saja, duduklah. Kami baru saja mau mulai makan. Bukan begitu Irene?” Irene hanya mengangguk mengiyakan.


“Aku tahun barang belanjaan kalian di bagasi mobilku dulu, aku sudah makan. Nikmatilah makanan kalian.” Eric mengangkut semua barang bawaan belanjaan.


“Nona, sepertinya dokter Eric baik kepadamu.” Irene berbisik di telinga Megumi.


“Benarkah, sikapnya memang semanis itu sejak dulu Irene. Itulah yang membuat aku semakin jatuh Cinta padanya.”


Makanan yang disajikan diatas meja itu dilahap semua. Sepertinya gadis itu benar-benar kelaparan.


*


*


*


××× PARKIRAN BAWAH TANAH ×××


Bug, kabin bagasi sudah tertutup penuh. Saatnya kembali menemui Megumi dan Irene. Ternyata Demian sedang berada di parkiran yang sama saat itu.


“Kak Eric, sedang ada keperluan apa di sini?” Demian terkejut bertemu saudara tirinya.

__ADS_1


“Megumi memintaku mengambil barang belanjaan untuk kami, sekarang dia makan. Kau sendiri?” Tanya balik Eric.


“Oh aku sedang mencari baju untuk ku kenakan nanti malam, apa kak Eric mau menemaniku mencari baju?” Tawar Demian.


“Hemmb tentang pesta nanti malam ya, baiklah aku akan temani. Tapi ayo ikutlah bersamaku menyapa Megumi.” Eric mengajak Demian masuk kedalam Mall.


*


*


*


××× TOKO BAJU ×××


Pesan di kirimkan ke ponsel Eric, bahwa Megumi dan Iren berada di toko baju. Mereka lantas menyusul juga.


“Hallo Megumi, kau cantik mengenakan gaun pastel itu.” Puji Demian kepada tunangan kakak tirinya.


“Terimaksih atas pujianmu Demian, aku tidak tahu kalau kalian datang bersama.”


“Aku bertemu Demian di parkiran, karena itu kami kesini.” Jawab Eric.


“Malam ini aku tidak memiliki pasangan, kaki Lilian masih cidera.” Keluh Demian.


“Nona bagaimana kalau gaun yang ini,” Irene membawa baju lain untuk di coba Megumi.


“Dia adalah asisten pribadi kami, namanya Irene. Dia bekerja paruh waktu, saat ini dia mengisi waktu luangnya jelang wisuda.” Jelas Eric.


“Hai perkenalkan, namaku Demian. Aku adik dokter Eric. Senang berkenalan denganmu.” Irene menyambut tangan Demian yang ingin bersalaman dengannya.


“Namaku Irene, senang berkenalan dengan tuan Demian.” Itulah pertama kali Irene mulai jatuh Cinta dengan Demian.


“Aku rasa Irene tidak begitu buruk untuk menjadi pasanganmu nanti malam menggantikan Lilian,” Eric memberikan ide.


“Iya benar, aku pikir kalian akan menjadi pasangan yang cocok. Aku juga tidak akan kesepian sepanjang acara. Karena Irene anaknya menyenangkan.” Imbuh Megumi menimpali.


“Jika Irene tidak keberatan aku juga tidak apa-apa. Bagaimana menurutmu Irene?” Demian bertanya serius.


“Aku terserah kalian saja.” Dengan terbata-bata mengucapkannya.


“Baiklah, kalau begitu giliran kami mencari baju yang cocok. Agar bisa serasi dengan gaun yang akan kalian kenakan saat pesta.” Eric menuju koleksi baju pria.


*


*


*

__ADS_1


××× RUANG JAMUAN HOTEL ***


Tamu undangan sudah hadir, dan ruangan mulai ramai karena alunan musik. Para pelayan sibuk melayani tamu yang meminta dilayani. Demian sudah bersiap berdiri di depan pintu digelarnya acara tersebut. Wajahnya mulai gelisah menunggu calon pasangan pestanya datang.


“ Maaf harus membuatmu menunggu lama, tadi aku mendandani Irene juga.” Megumi. Menyodorkan Irene yang sudah cantik.


“Kau cantik sekali, berbeda saat aku temui tadi.” Demian memberikan lengannya agar Irene menggandeng.


“Lihat betapa serasinya Demian dan Irene.” Eric hanya tersenyum simpul dengan perkataan Megumi.


Dari atas balkon, Lilian memantau Megumi yang pamer kemesraan dengan Eric. Jason yang berdiri di belakang kursi roda milik Lilian mendapat perintah.


“Masukkan obat ini kedalam minuman Eric Zhan, aku sudah mengatur kamar kau bisa antarkan dia kesana.” Lilian menyerahkan tube berisi obat.


“Baik nona,” Jason menuruti perintah Lilian.


Sementara itu Jasone memerintah pelayan agar memberikan gelas yang sudah diberi obat. Bukan kepada Eric, melainkan ke Demian. Jason bukannya mau membangkang perintah Lilian, hanya saja Jason tahu apa kandungan obat itu.


Gluk, gluk, gluk anggur merah merah iti sudah diminum habis oleh Demian. Kepalanya mulai pusing, Eric melihat hal ganjil pada adik tirinya. Di papahlah Demian masuk ke salah satu kamar yang sudah diperuntukan tamu undangan.


“Ah, kau berat sekali. Sepertinya kau mabuk. Berat,” Eric membaringkan Demian dia ranjang empuk.


“Sebaiknya kita kembali lagi, karena ayahmu akan berpidato.” Megumi memperingatkan Eric.


“Kau benar, tapi siapa yang menemani Demian?” Eric kebingungan.


“Biar Irene saja, aku akan memintanya kesini. Ayo kita kembali kesana.” Ajak Megumi keluar kamar.


Jason sudah memastikan kalau yang meminum anggur bercampur obat perangsang tersebut adalah Demian. Lilian murka lalu menampar wajah Jason sangat keras.


“Ekhmmm panas sekali,” obat perangsang itu sudah mulai bereaksi.


“Tuan Demian, pakai kembali bajumu. Ini sangat tidak sopan.” Irene yang baru masuk kedalam kamar Demian.


Ketika hendak berjalan mendekati ranjang, sepatu hak tinggi Irene menyangkut di karpet. Sehingga keseimbangannya hilang. Dia tersungkur diatas badan Demian yang mulai gerah.


“Nyaman sekali,” Demian yang kepanasan itu tiba-tiba merasakan sejuk saat kulit Irene menyentuhnya.


Obat sudah mempengaruhi akal sehat Demian. Irena sudah berontak dan tenaga itupun akhirnya. Melakukan hubungan terlarang, hingga akhir ya kini memiliki Laila.


Pagi harinya, Demian mendengar suara isakan dibalik selimutnya. Ternyata ada seorang gadis yang meringkuk.


“Kau kenapa?” Tanya Demian yang baru tersadar dari pengaruh obat.


“Hiks hiks hiks, tuan muda kau telah menodaiku smalam. Kau mabuk berat, nona Megumi memintaku untuk menjagamu. Tapi kau malah menodaiku.” Terlihat jelas bekas ciuman di leher Irene.


“Maafkan aku, semalam aku mabuk jadi tidak bisa mengontrol diriku sendiri.” Demian menyesal sudah menodai gadis lugu.

__ADS_1


Demian tak bisa berbuat banyak, karena dia juga baru mengenal Irene. Tapi Irene sudah kehilangan kesuciannya.


__ADS_2