LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
TAWARAN UNTUK JASON


__ADS_3

√LANJUTAN CERITA DI KEDIAMAN ZHAN.


Setelah mengganti pakaiannya, Jason merebahkan tubuhnya diranjang. Dilihatnya interior kamar ini sangat mewah dan elegan. Diatas nakas sudah ada kudapan untuk camilan. Karena kelelahan & kantuk, dia mulai terlelap. Dikamar Eric, Lilian sudah tersadar dan dirawat oleh pelayannya. Setelah makan bubur & minuman, selanjutnya meminum obat. Yang sudah disediakan oleh Eric sebelumnya.


“Dimana kak Eric?” tanya Lilian penasaran.


“Tuan muda Eric berpesan, selama nona tinggal di kamar ini. Beliau tidak akan pulang. Tuan Eric juga menambahkan, kepergiannya untuk menghindari konflik. Bila nyonya salah paham dengan kecelakaan yang menimpa nona. Jadi saya hanya menyampaikan apa yang tuan muda Eric pesan tadi” sepintas perkataan pelayan itu sambil membereskan peralatan bekas makan Lilian.


“Lilian, kenapa kau menghancurkan kamarmu? Lalu kenapa kau bisa tidur dikamar saudara tirimu, Eric?” berondong pertanyaan Mei Chuan dengan putrinya.


Lilian mengabaikan perkataan ibunya, saat ini lukanya sakit. Sama seperti perihnya ditinggalkan Eric. Aroma tubuh Eric yang tertinggal di bantal & selimut menjadi aroma terapi. Lilian kembali merebahkan tubuhnya sambil menikmati kelembutan selimut yang biasa dipakai Eric. Tidak peduli kapan kau kembali, aku pasti akan menunggumu. Begitulan ungkapan hati Lilian.


“Lilian apa kau tuli! “ Mei Chuan menyibak selimut yang digunakan menutupi tubuh putrinya.


Matanya terbelalak melihat balutan perban dikaki putrinya. Diperhatikan dengan baik-baik jika lukanya sudah ditangani dengan baik.


“Ibu, jika ingin marah tunggu sampai aku sembuh. Yang menolongku adalah kak Eric, aku yang sudah ceroboh merusak kamarku. Karena hatiku sedang sedih, jadi pikiranku kacau. Alhasil, aku dengan penuh marah dan emosi meluapkannya dengan memporak-porandakan kamarku. Jika tidak ada kak Eric yang menolongku. Mungkin saat ini, aku kehilangan banyak darah” ungkap Lilian.


“Ibu akan membawamu kerumah sakit, lebih baik kau dirawat disana. Dimana Eric sekarang? “


“Kak Eric mengungsi beberapa waktu, selama aku menempati kamarnya ini” Lilian memberitahukan ibunya agar tidak salah paham.


“Lalu bagaiman keadaanmu sekarang, sudah membaik atau belum? “ khawatirkan keadaan putrinya yang terbaring diranjang.


“Aku tidak mau kerumah sakit lagi, perawat dirumah sakit mulutnya berbisa. Selain pegawai rendahan, sopan santun mereka tidak ada” Lilian mulai mengadukan kepada ibunya.


“Memang apa yang mereka lakukan padamu hhheee” menyingkirkan helaian rambut putrinya, yang menutupi sebagian wajah Lilian.


“Mereka menggunjingku dengan terang-terangan. Saat aku mengunjungi kak Eric, aku hanya ingin bersikap sebagai adik yang baik. Dengan menanyakan keadaanya, kenapa tidak ada pulang. Tetapi kedatanganku hanya dijadikan cemoohan bagi perawat disana” wajahnya datar.


“Kurang ajar sekali mereka” geram mendengar cerita putrinya.


Kemarahan Mei Chuan melonjak seketika, saat tahu putrinya dihina dirumah sakit. Semua ini disebabkan oleh Eric yang tidak pulang beberapa waktu lalu. Sehingga putrinya harus mengalami hal yang tidak baik. Lilian hanya korban kejulidan para penggemar Eric yang fanatik. Keadaan fisik & kejiwaan Lilian sedang sakit. Mei Chuan menyarankan agar Lilian tidak lagi mengunjungi Eric kerumah sakit lagi. Demi kebaikan putrinya juga. Tapi Lilian menolak dengan alasan ingin balas dendam dengan perawat yang menggunjingnya.

__ADS_1


“Bu, ijinkan aju untuk mengajukan kerja magang disana. Dirumah sakit kak Eric bekerja” bujuk Lilian kepada ibunya.


“Tidak, nanti kau akan jadi bulan-bulanan mereka disana. Ibu tidak setuju! “ tolak Mei Chuan mentah-mentah.


“Bu, ibu bisa membayar pengawal yang menemaniku atau menyogok pegawai” Lilian membantah tak mau kalah.


Mendengar kalimat pengawal, Mei Chuan ingat dengam Jason. Pria yang dibawanya pulang bersamanya malam ini. Mei Chuan menyetujui kalau Lilian bekerja magang dirumah sakit, asal dengan pengawal. Segeralah Mei Chuan meninggalkan kamar putrinya, lalu menuju kamar Jason.


Tok... Tok... Tok bunyi ketukan pintu dari luar kamar tamu. Jason membuka pintu kamarnya, didapatinya nonya Zhan berdiri didepannya.


“Nyonya, ada apa malam-malam begini datang kesini? “ Jason keheranan & gugup.


“Aku mau menawarkan pekerjaan padamu, jika kau setuju dengan tawaranku. Maka aku akan menghubungi Mei Ling agar kau diberhentikan” Mei Chuan menjelaskan sambil berdiri.


“Emmbb, pekerjaan apa yang nyonya tawarkan padaku?” Jason penasaran..


“Kau, aku tugaskan menjadi pengawal khusus untuk putriku. Dia mengalami kekerasan verbal, saat mengunjungi saudara tirinya dirumah sakit. Karena terlalu frustasi, tadi dia mengamuk menghancurkan seluruh isi kamarnya. Kakinya terluka, tapi sudah diobati oleh anak tiriku yang bekerja sebagai dokter. Namanya Eric, dokter dirumah sakit yang aku ceritakan tadi. Aku akan menggajimu berlipat ganda, asal kau bisa menjaga putriku. “ jelas Mei Chuan agar Jason mau menyetui keinginannya.


“Kalau begitu tolong berikan saya waktu untuk berpikir” Jason menutup percakapannya.


*


*


*


Pagi hari, Jason sudah keluar kamar untuk joging. Dia memutari lingkungan rumah yang besar. Terdapat taman yang Indah, ada sebuah kursi besi untuk diduduki.


“Huft, rumah ini sangat besar seperti stadion saja” mengelap peluhnya yang bercucuran.


“Ma’af tuan Jason, nyonya Zhan mencari anda” suara pelayan memecahkan lamunannya saat menikmati bermacam-macam bunga.


“Eh, iya. Aku akan segera menemuinya setelah membersihkan diri sebelumnya. Katakan padanya aku akan menemuinya. “ Jason beranjak meninggalkan kursi taman itu.

__ADS_1


“Wah, bakal ada pria tampan lagi disini cihuy” sorak pelayan yang tadi menghampiri Jason.


“Ehemb, siapa yang kau maksut pria tampan” Lilian datang dengam duduk diatas kursi roda.


“Oh itu anu nona, tamu nyonya yang datang semalam sangat tampan” pelayan itu gagap saat Lilian memergokinya tengah mengagumi pria-pria penghuni kediaman Zhan.


“Jadi semalam ibuku membawa pria asing masuk kerumah” Lilian marah.


“Nona jangan salah paham, semalam karena hujan lebat dan mobil yang dikendarai nyonya itu mogok. Maka nyonya menyuruh tamu itu untuk menginap. Bajunya saja basah kuyup, sepertinya dia telah mengalami malam yang sulit. Saat mobilnya mogok, makanya nyonya merasa simpati padanya. Nona jangan salah paham dulu” pelayan itu mencoba meyakinkan nona mudanya agar tidak berpikir macam-macam.


“Awas saja kalau laki-laki itu mencari keuntungan dari kebaikan ibuku” Lilian menekan tombol dikursi roda otomatisnya.


“Huh dasar nona muda, selalu saja berprasangka buruk. Padahal tamu nyonya itu merupakan pria tampan” dengam genit pelayan itu membayangkan visual Jason.


*


*


*


Lilian duduk diatas kursi rodanya dimeja makan. Demian yang membetulkan kancing lengan kemejanya. Tampak macho dengan setelan gaya pekerja kantoran.


“Selamat lagi semua” sapa Demian kepada ibu dan adiknya.


“Pagi” jawab keduanya serempak.


“Demian-Lilian, ada yang mau ibu sampaikan penting pagi ini. Yang pertama, Demia tolong temui Direktur rumah sakit tempat Eric bekerja. Ajukan kerja magang untuk Lilian, setelah kakinya benar-benar sembuh. “


“Baiklah bu, aku bisa melakukannya tapi siang setelah rapat di gruo Wushing” Demian ******* roti dalam mulutnya.


“Kedua, Lilian mulai sekarang kau akan ditemani pengawal yang khsusus menjaga dirimu. Membantu segala pekerjaanmu” memberikan pemahaman agar putrinya tidak menolak idenya.


“Ibu... “ rengek Lilian seolah tidak setuju.

__ADS_1


Seorang ibu hanya ingin yang terbaik bagi anak-anaknya, walaupun bertentangan sekaligus. Orang tua akan selalu bertanggung jawab atas anak mereka. Mei Chuan hanya ingin Lilian aman, jika Mark tahu hal ini. Pasti yang disalahkan adalah dirinya. Karena Mei Chuan bertugas sebagai ibu rumah tangga.


__ADS_2