LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
6. JAVIER DAN MEJA KERJANYA


__ADS_3

***


Tuan Wijayakusuma menyuruh Javier datang kekantor untuk menemui Hansen. Javier mengiyakan karena dia sudah mulai bosan. Setibanya dikantor Javier membuat heboh seluruh karyawan perempuan. Bagaimana tidak pesona seorang bintang Hallyu yang tampan, kulit mulus bak pualam & tubuh yang sempurna. Javier adalah anugrah karena tidaj pernah melakukan operasi plastik. Javier menemui Hansen diruangan Wakil CEO.


*Wakil Presdir ini sangat sibuk sekali, apakah tidak pernah berniat untuk kencan? aku ada beberapa selebriti bisa aku kenalkan pada Hyung. *


"Aku tidak suka wanita Korea, seleraku tetap wanita Indonesia. " Hansen sambil mengerjakan tugasnya.


*Ayolah Hyung... tidak ada cacat, bahkan kau bisa menjadi superstar diKorea. Aku akan mengenalkanmu pada Agensi artis handal, mereka akan mengantri untuk debutmu. *


"Berhentilah membual, ini draf pekerjaan dengan Bahasa Inggris kau pasti paham kan tugasmu. "


*Hah.... magang kerja? Jangan main-main lah Hyung, bagaimana kalo Paparazi tahu aku bekerja kantoran. Bisa jadi area konser kantor ini. Jangan konyolah kak, mengerikan sekali! *

__ADS_1


"Tidak ada yang tau kecuali kau sengaja mempublikasikannya. Lagipula namamu kan bukan Javier tapi Jung ing sung. Ganti warna rambutmu, jangan membuat sakit mataku cih. "


*Eh... kenapa... tubuhku ini adalah anugrah, bahkan wanita-wanita sangat menggilaiku ketika melewati lobi. Aku tolak tawaran kerja magan, lusa aku kekembali ke Korea. *


"Aku sudah menyimpan pasportmu diberangkasku, hanya aku yang bisa menentukan kapan kau kembali ke Korea. Lagipula menjadi artis tidak menjamin masa tuamu. Ingat ini adalah Usaha rintisan ayah. "


Javier tertunduk melas & pasrah, sebagai penerus keluarga Wijayakusuma pastinya tanggungjawab itu tidak hanya dipikul Hansen sendiri. Mengingat selama ini dia begitu bebas & menikmati hidupnya diKorea. Tidak apa-apalah dia hiatus beberapa bulan dari dunia hiburan. Datanglah sekertaris cantik bak model memasuki ruangan. Javier yang matanya sakit setiap hari melihat Namira yang kampungan itu terbelalak.


"Dia Irene, ikuti dia. Mulai besok dia yang akan menjadi asisten pribadimu. "


*Kali ini Hyung tau betul yang aku mau.*


Javier mengikuti Irene dari belakang sambil memandangi tubuh indah asisten pribadinya. Irene yang mulai menyadarinya merasa risih.

__ADS_1


*Silahkan masuk tuan muda, ini ruangan devisi administrasi. Selanjutnya saya akan menjelaskan bagaimana mekanisme kerja yang akan tuan kerjakan. *


Seharian ini Javier benar-benar tersiksa karena pekerjaan kantor sangar sulit. Tidak semudah yang ia perankan dalam drama-dramanya. Irene dengan sabar memberikan arahan & telaten ketika Javier mulai kesal. Untuk masa magang ini hanya 1bulan, karena sesuai perjanjian Javier akan kembali ke Korea untuk Wajib Militer. DiKorea laki-laki yang sudah dewasa yang sehar jasmani & rohani walaupun artis terkenal wajib.


***


Sore telah tiba, Hansen menghampiri ruangan adiknya. Dia mendapati Javier mengikatkan dasi dikepalanya. Sontak Hansen tertawa terpingkal-pingkal karena adiknya benar-benar tersiksa. Hansen mengajak adiknya pergi ke Mall untuk membeli setelan baju kerja yang pas. Meja kerja Javier tampak berantakan berkas-berkas & beberapa bendel file perusahaan. Selama satu bulan kedepan meja ini akan jadi tempat pesakitan Javier.


*Hyung kau sangat hebat membantu ayah sudah puluhan tahun, aku sehari saja sudah mau pecah isi otakku. *


"Sudahlah kelak kita akan mengelola perusahaan ayah. Berhentilah main-main ayah sudah mulai tua. Ayo aku traktir baju kerjamu. "


Kedua pria tampan keturunan Wijaya kusuma itu saling merangkul pundak penuh keakraban. Javier meninggalkan meja kerjanya dengan perasaan merdeka. Siksaan itu bisa dilanjutkan esok hari.

__ADS_1


__ADS_2