LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
41. DISKUSI DENGAN AYAH


__ADS_3

***


Pagi hari sekitar pukul 9 pagi pesawat pribadi itu sudah mendarat di Bandara Juanda. Hansen mengenakan kacamata hitam menutupi mata panda & kantung matanya. Sangat kelelahan & penat, saat ini ingin segera mandi lalu tidur. Nyonya Wijayakusuma mengatakan kalo ayahnya sudah membawa berkas pekerjaan kerumah. Jadi Hansen tinggal beberapa hari dirumah utama. Malam hari setelah makan malam selesai Hansen menyusul ayahnya yang sudah berada diruang kerjanya.


Tok.... tok... suara ketukan pintu. Tuan Wijayakusuma mempersilahkan masuk putranya.


"Masuklah nak, bagaiamana perjalanannya dikorea? Selama kau pergi 1minggu ini kepala ayah sangat pusing tentang laporan neraca keuangan perusahaan. Bisa jelaskan bagian mana yang harus ayah teliti lagi."


"Oh.... bagian pengeluaran dari kolom 32 sampai 58 ada pengeluaran dana tidak masuk akal. Sepertinya nota yang dipakai sudah dirubah selama aku pergi. Segera aku audit, besok aku akan memanggil bagian keuangan & staff yang berhubungan langsung." Ucap Hansen sambil meneliti pekerjaan.


"Ah.... untung ayah punya putra yang mau membantu pekerjaanku. Andai aku memperkerjakan oranglain sudah pasti banyak kecurangan & berakibat fatal. Terimaksih nak atas kerja kerasmu." Sambil menghela nafas.

__ADS_1


"Aku memang menyukai tantangan yah. Lagipula tidak akan segelintir orang curang menghancurkan usaha yanh manjadi gantungan hidup ribuan karyawan. Tidak akan pernah! " Hansen mulai menyeringai senyum sinisnya.


Tuan Wijayakusuma hanya menandatangani berkas yang sudah ditandatangani oleh Hansen. Dan menyisihkan berkas dalam audit untuk dikaji ulang. Sambil menikmati kopi Tuan Wijayakusuma mulai membahas hal pribadi mengenai putra sulungnya.


"Nak, ibumu bercerita kalau kau menginap dirumah temanmu ketika di Korea? Bisakah ayahmu ini manjadi sahabatmu mendengarkan kebenarannya." Pinta tuan Wijayakusuma.


"Sebenarnya aku sudah mengencani seorang gadis hampir 2 tahun belakangan ini. Anak yatim piatu, ayah jangan berharap lebih memperoleh menantu sendok perak (kaya). Tapi aku pastikan dia tidak akan mengecewakan standar keluarga kita kelak." Jelas Hansen mantap.


"Saat ini dia bekerja & melanjutkan pendidikannya. Dia mengambil 3 fakultas sekaligus, kadang q memberikan kuliah khusus. Karena aku ingin jadi sandarannya dalam hal apapun."


"Apa tidak memberatkan bagi seorang gadis harus bekerja & belajar? Apa kau memperhatikannya dengan baik?" Tuan Wijayakusuma mulai penasaran.

__ADS_1


"Aku sudah mempersiapkan segala sesuatu & batasannya. Dia begitu patuh & penurut itu yang aku suka. Dia bekerja keras agar selesai lebih cepat. Gadis kaya hanya akan merepotkanku saja, paling mereka bekerja hanya menutupi boroknya."


"Kau sangat kejam sekali dengan wanita seperti itu nak. Bersikap baiklah dengan gadismu agar dia tidak kabur. Tapi kalo parasnya biasa saja ya kau tenang saja hahahah." Gurau tuan wijayakusuma.


"Lihatlah yah, dia cantik alami bukan tanpa ada polesan bedak. Dia sudah memenuhi syarat istri dirumah. Tapi aku ingin dia menjadi berlian ketika berkarir kelak." Sambil memperlihatkan foto Diandra.


"Kau memacari artis Korea? Jangan cari masalah kehidupan artis tidak cocok untuk karaktermu." Tuan Wijaya Kusuma kaget.


"Ayah, dia gadis Indonesia asli hanya saja Tuhan memberikan hadiah paras yang cantik bukan. Aku jatuh cinta padanya saat datang kerumahku. Senyumannya yang manis membuatku jantungan hahaha." Kenang Hansen dulu.


"Seleramu bahkan lebih baik dari Javier, dia tidak bisa membedakan wanita asli & modifikasi. Hahahahah."

__ADS_1


Suasana dalam ruangan itu menjadi pecah seketika. Seorang ayah & anak itupun bercengkrama hingga larut malam. Hansen menyakinkan akan membawa Diandra ketika sudah saatnya. Saat ini Tuan Wijayakusuma sangat memahami kondisi gadis yang dipilih putra. Bahkan jauh dari kata sederhana, ada perasaan iba tentang nasib Diandra. Tapi cibiran & olokan harus dibalas dengan prestasi. Nah prestasi inilah yang sedang disiapkan oleh Hansen. Seorang wanita tidaklah menjadi seorang istri saja, harus memiliki potensi istimewa agar bisa mengimbangi suaminya.


__ADS_2