
***
Malam harinya Diandra & Safira bercerita tentang awal mula bertemu dengan kekasihnya. Seorang kurir paket & ojol sampingan. Intensitas pertemuan itulah yang menumbuhkam rasa cinta. Raihan adalah pemuda asal Kota Semarang yang merantau di Kota Surabaya. Walaupun Raihan bukan pria kaya tapi sangat bertanggungjawab. Safira sangat beruntung karena Raihan sangat berjasa juga dalam usaha olshopnya. Intinya hubungan saling mutualisme.
***
Pagi yang cerah ini Safira dirias cantik dengan balutan kebaya pink. Diandra yang hanya duduk memperhatikan sahabatnya akan memasuki gerbang pernikahan.
"Safira, cantik sekali. Beruntung sekali Raihan melamarmu. Semoga bahagia. " Diandra menyemangati sahabatnya.
"Terimaksih Diandra, selama ini kau sudah banyak membantuku. Kelak ketika aku sudah menikah sering-seringlah menengokku! "
"Tentu saja, aku akan selalu datang. "
Mereka berpelukan erat penuh haru. Rombongan keluarga Raihan datang membawa seserahan. Acara berlangsung khidmat & sukses. Setelah acara selesai Diandra membantu membersihkan sisa acara karena sampah berserakan. Safira membersihkan riasan diwajahnya dikamar. Ada perasaan lega akhirnya dia akan memiliki keluarga kecil sendiri. Diandra yang kecapekan menghampiri sahabatnya mengatakan kalau hendak berziarah di makan orang tuanya.
__ADS_1
"Safira bolehkan aku tau letak makam ayah & ibuku dipindahkan? "
"Kau mau kesana? Aku antar ya sekalian juga. Masih sore juga belum terlalu gelap. " Gegas Safira semangat.
***
Kali ini Diandra datang tidak berlinangan air mata, karena makan kedua orangtuanya sudah berdampingan. Sambil memanjatkan doa Diandra menaburkan bunga segar diatas pusara orangtuanya.
"Ayah & Ibu semoga kalian bertemu dikeabadian. Safira hari ini bertunangan dengan pria yang baik namanya Raihan."
Selama Diandra tinggal dirumah Safira setiap hari semakin mengenal pekerjaan yang dikolala sahabatnya. Begitu juga Raihan ternyata pemuda yang baik & pekerja keras. Hari-hari mereka lalui dengan baik penuh keakraban. Rencananya bulan depan Safira menikah. Tidak ada pesta hanya datang ke Kantor Catatan Sipil saja.
***
Dibelahan negara Asia Timur tidak kalah sibuknya. Nyonya Wijayakusuma & Hansen mengurus berkas-berkas pemindahan kewarganegaraan. Satu minggu kemudian selesai, sangat capek & menguras tenaga. Tinggal beberapa sisa hari untuk kembali ke Indonesia tapi Nyonya Wijayakusuma enggan kembali karena kelelahan. Belum menjenguk Javier di Asramanya. Tiba-tiba manajer & asisten Javier datang ke Mansion karena urusan mendesak.
__ADS_1
"Nyonya Jung, Agensi kami sedang mengalami kesulitan keuangan sejak Javier masuk Wamil. Banyak tawaran iklan dicabut karena tidak memakai Javier. Bisakah membantuku untuk meminta suntikan dana kepada Tuan muda Jung Jae Min? " *Suara Manajer penuh harap.
"Aku serahkan segala urusan bisnis pada Jae Min putraku. Dia lebih paham daripada aku. Dia ada di Ruang kerja masuklah kesana*! "
Manajer & asisten itupun bergegas masuk Ruang kerja di Mansion itu.
Tok... tok... suara ketukan pintu meminta ijin untuk masuk.
"Tuan muda Jae Min, maaf mengganggu waktu ada ya g berharga. Kami butuh bantuanmu. " Ucap Manajer.
"Silahkan duduk Manajer Kim. Katakan apa masalah mendesak itu. Selama aku bisa akan aku usahakan."
Manajer menjelaskan kalau terjadi krisis keuangan karena Javier masuk Wamil. Banyak iklan yang gagal masuk karena hanya ingin menggunakan Javier sebagai modelnya. Lalu Hansen bersedia menanamkan modal agar tidak terjadi krisis lebih parah. Dan menggunakan artis Agensi Javier itu untuk menjadi model diberbagai produk & jasa milik Wijaya Grup. Tentu ini sangat menguntunkan kedua belah pihak. Raut wajah Manajer Kim menjadi lebih baik setelah bertemu Hansen.
"Terimaksih Tuan muda Jae Min, kami tunggu kedatangannya di Kantor jam 8 pagi bersama Nyonya Jung. " Manajer Kim mengakhiri kunjungannya.
__ADS_1