LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
SPOILER LEPASKAN AKU, BOS 2


__ADS_3

***


Dari luar ruangan ICCU Nyonya Wijayakusuma dipeluk erat suaminya. Tak henti-hentinya ia mengucapkan do'a untuk keselamatan Javier. Irene sedang sibuk mengirim pesan kepada Hansen memberitakan tentang keadaan adik semata wayangnya. Pak Basuki hendak pamit tapi menunggu saat yang tepat. Karena keadaan sangat genting saat ini. Juga ulah menantunya yang kelewat batas tentunya.


"Irene, sambungkan telepon untuk Hansen sekarang." Tuan Wijayakusuma .


"Baik Tuan Besar, tapi maaf saat ini Tuan Muda sedang syuting iklan olah raga. Sekitar 5 jam lagi selesai, asistennya memberitahukanku."


"Kalau begitu kau hubungi saja Diandra, mungkin dia bisa kita hubungi." Nyonya Wijayakusuma .


"Baiklah Nyonya besar, saya akan menghubungi Nona Diandra." Irene menyambungkan saluran teleponnya.


***


"Hallo, dengan siapa yang berbicara? "


"Saya Irene, Nona Diandra maaf mengganggu waktu anda. Nyonya Besar ingin bicara penting."


"Kebetulan aku selesai mandi, berikan ponselnya biar aku bicara."


"Diandra sayang, maaf ibu tidak membalas pesan-pesanmu karena selama ini sibuk merawat Javier. Sekarang Javier dalam keadaan kritis bisakah kau mengambil penerbangan tercepat ke Singapura sekarang? Ibu mohon kau bisa kesini mewakili Hansen yang sibuk. Hiks hiks hiks" Suara Nyonya Wijayakusuma pecah menjadi tangisan.

__ADS_1


"Nona,nanti malam waktu Korea setempat ada penerbangan ke Singapura. Pergilah membawa satu orang teman untuk menjagamu diperjalanan. Kalau Tuan Hansen tahu Nona nekat pergi sendiri dia bisa menggantungku di Jembatan Merah. Kirimkan juga jadwal penerbangan agar bisa aku jemput di Bandara."


"Ba baik Nona Irene, aku mengerti. Baiklah aku akan berkemas-kemas. Nanti aku akan kirim nomor penerbanganku."


Diandra lantas bergegas memberitahu Nampin untuk ikut bersamanya ke Singapura saat itu juga. Dia sangat syok ternyata Hansen menyamar menjadi Javier karena ada rahasia yang ia tutupi. Diandra sangat kesal sepanjang perjalanan dia menolak panggilan seluler Hansen. Lalu mematikan ponselnya juga milik Nampin.


"Diandra, kenapa ponselku juga kau matikan. Aku sedang berpamitan dengan Senior Song untuk meminta cuti diperpanjang. Kau kan tahu Singapura bukan Seoul dengan Hyunday."


"Sudahlah Kak Nampin, setibanya di Singapura barulah kau nyalakan ponselmu kembali."


"Apa kau bertengkar lagi dengan pacarmu. Padahal sudah jelas kau kembali dari Indonesia bersama Aktor Jung."


Taksi berhenti di Bandara Gimpo siang ini. Diandra bergegas membeli tiket pesawat kelas ekonomi. Didalam pesawat Diandra tertidur pulas karena kelelahan kejar tayang proses pembuatan iklan. Nampin menyalakan ponselnya kembali. Benar seperti dugaan Asisten Park meninggalkan pesan & panggilan tak terjawab puluhan kali.


"Wah apa-apaan ini, banyak sekali pesan yang aku terima. Setidaknya balas sekali lah kalo q pergi ke Singapura dengan Diandra karena urusan mendesak." Setelah mengirim pesan ke Asisten Park nampin mematikan ponselnya saat pesawat hendak lepas landas.


Nampin tidak mengerti kehidupan seperti apa yang dia jalani oleh Diandra. Karena selama ini terlihat sibuk bahkan tidak pernah mengeluh. Dia pun terlelap karena kelelahan menemani jadwal padar Diandra.


***


Syuting selesai tengah malam lalu dilanjutkan mengecek laporan kerja yang Marco kirim melalui email. Fajar barulah Hansen tidur itupun disofa karena sudah kelelahan sangat. Asisten Park datang seperti biasa menyiapkan sarapan & barang untuk keperluan syuting beberapa iklan lagi.

__ADS_1


"Hyungnim bangunlah ini sudah jam 8 pagi, aku sudah menyiapkan makanan sehat. Hari ini jam 10 pagi kita harus berada dilokasi syuting terakhir. Setelah itu ada wawancara di statusiun TV."


"Terimakasih sudah membangunkanku, hoam" Hansen berjalan sempoyongan masih ngantuk berat.


"Hyungnim kau baik sekali menggantikan adikmu, andai kau yang jadi artis pasti pekerjaanku sedikit ringan & bisa menemukan gadis untuk kuajak berkencan." Asisten Park memuji Hansen sambil menyiapkan perlengkapan.


***


"Asisten Park hari ini Diandra ada syuting apa kenapa dia pagi-pagi tidak ijin berangkat pergi?"


"Hyungnim maaf, dari kemarin saya lupa bilang kalau Nona Diandra bersama Nampin bertolak ke Singapura. Saya kira kemaren Hyungnim saat menghubungi Nona Diandra sudah tahu." Asisten Park sambil menggaruk-garuk kepalanya bingung.


"Dari kemarin aku menghubungi ponsel milik Diandra & Nampin keduanya tidak aktif. Setelah itu aku kembalikan kepadamu lagi. Sampai dirumah aku bekerja sampai Fajar." Hansen mengingat-ingat kejadian kemarin.


"Tapi ada beberapa wawancara dengan majalah yang tertunda karena Nona Diandra pergi mendadak, belum lagi tawaran main drama sebagai bintang tamu. Terpaksa aku harus menyusun ulang lagi."


"Asisten Park astaga, Irene asisten pribadiku mengabari kalo Javier kritis dari kemaren. Ibuku juga meminta ijin agar Diandra ke Singapura lebih awal. Kira-kira kapan pekerjaan ini selesai?"


"Sekitar 2 hari lagi Hyungnim, tapi kita bisa batalkan iklan ini kalau mau membayar denda banyak."


"Sudah ada Diandra disana, aku akan meminta kru untuk meringkas prosesnya agar bisa ke Singapura secepatnya. Aku tidak ingi. karir adikku rusak karena ketidakbecusanku." Hansen mengepal tangannya didepan mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2