
*** ZENUE CORP ***
“Kak Yanzy sudah mentransfer uang haramnya ke akun Bank Partai Politik yang kita dukung.” Tracy melaporkan.
“Bagus, pastikan jurnalis yang bersiaga memperoleh aib sebanyak-banyaknya. Aktifkan para hacker untuk mulai meretas data pribadi mereka. Aku sudah memasukkan virus komputer di jaringan Wushing. Kita akan menang Mark Zhan pada Pemilu ini.”
Setelah selesai di gedung Zenue, Eric pergi ke rumah sakit untuk memantau keadaan Samuel. Dan bekerja seperti biasanya agar Megumi tidak mencurigainya.
*
*
*
××× KAWASAN APARTEMEN ×××
Adegan Jason.
“Kenapa kau jarang sekali pulang, apakah kau huk hueeekk,” bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
“Periksalah ke Dokter, maaf aku tidak bisa mengantarmu. Menjelang hari Pemilu aku sangat sibuk.” Jason hanya mengusap kepala Zivara.
Dibawah tekanan Mei Chuan, akhirnya Jason menerima tawaran menjadi kekasih gelap. Dan rela mengesampingkan perasaannya sendiri. Padahal Zivara merasakan perubahan sikap Jason. Dia menjadi lebih pendiam dan jarang pulang ke Apartemen.
*
*
*
-> Adegan Demian.
Sejak deklarasi Pencalonan Mark, Demian lebih banyak tinggal di rumah utama. Dia jarang pulang menemui Irene yang tengah mengandung anaknya. Pagi ini ia berniat mengantarkan susu dan vitamin untuk wanita hamil.
“Apa kau sibuk?” Tanya Irene.
“Iya, aku akan pergi.” Pamit setelah meletakkan barang bawaanya di atas meja.
“Apa kau sudah bosan denganku?” Irene sudah paham sikap Demian yang sengaja menjauhinya, bukan karena sibuk Pemilu atau bekerja.
“Iya, jujur aku berat mengatakan ini denganmu. Aku sudah di jodohkan oleh orang tuaku. Maaf jika sudah mengecewakanmu.” Demian pergi tanpa memberikan penjelasan nasib Irene dan janinnya.
Ternyata benar yang dikatakan Megumi, ini yang terjadi. Irene pergi ke taman untuk mencari udara segar. Dia duduk dengan mengusap perutnya.
“Aku awalnya ragu untuk menyapamu, ternyata benar kau.” Suara Zivara mengagetkan.
“Kau?” Irene melotot sahabatnya duduk disebelahnya.
__ADS_1
“Yah, ceritaku panjang. Dan kau?”
“Ceritaku singkat, padat dan mau tamat.” Celetuk asal Irene.
“Iya, aku tahu Novel ini akan segera ‘TAMAT’.” Ujar pasrah tokoh dalam novel.
“Author-nim Vitamin A memang benar-benar sudah ambil keputusan. Jadi kita mau apa?” Lanjut Irene melotot ke arah Author Vitamin A.
“Sedang apa kalian meng-Ghibah-i aku?” Sibuk nyari sinyal diatas pohon jambu air.
“Dasar author amatir,” nyinyir Zivara.
“Hai Zivara, aku dengar kau menghujatku. Kedepan aku hanya memakai Irene di Novel lanjutanku.” Ketus Author yang masih sibuk manjat pohon jambu air.
“Untung mulutku aman hahaaha,” Irene senang tak jadi di pacat perannya.
“Kalian ini, fokus sama dialog. Jangan ngomongin Author, yok yok balik kerja sono geh. Sinyal udah oke.” Perintah Author-nim yang sifatnya unicly +62.
*** PEMILU ***
Mark sudah berada di lokasi pemungutan suara. Dengan di dampingin keluarga dan para pendukungnya yang Setia. Dia begitu antusias dan percaya diri akan menang. Karena di beberapa voting di menang telak daripada lawannya. Eric tersenyum puas dengan pencapaian Mark yang akan memenangkan pemilu.
“Lihatlah berapa banyak pendukungku, kalian harus bangga menjadi bagian keluarga Zhan.” Mengatakan kepada keluarganya yang hadir.
“Iya ayah,” ucap Demian pasrah.
“Apa ayah tidak tahu, ibu itukan calon suaminya orang besar. Jadi dia pasti mencari konekai keluarga terpandang juga bukan.” Sahut Lilian.
“Lagaknya sok sekali,” Mark merendahkan gaya bergaul istrinya.
“Ayah lebih baik berikan kesan baik di depan media.” Bisik Eric Zhan.
“Hemmb, kau benar. Sebentar lagi perhitungan cepat.” Mark sudah tidak sabar namanya berada di puncak perolehan suara.
*
*
*
Setelah satu bulan dari perhitungan suara, Demian dan Alice akhirnya melakukan bertunangan. Acaranya berlangsung meriah, Irene harus berbesar hati. Memang ini kenyataan pahit mencintai pria dengan kasta beda.
“Apa kau ingin melahirkan anak ini disini?” Tanya Zivara.
“Tidak tahu, biaya hidup di sini mahal. Sedangkan aku hidup dari kompensasi Demian. Jika aku pulang ke Indonesia maka orang tuaku akan memecatku sebagai anak.” Wajah sembab Irene penuh kekhawatiran.
“Hufffttt... Aku juga sama sepertimu. Dia juga berubah, aku rasa dia juga memiliki wanita lain.” Zivara mengusap perutnya yang mulai membuncit.
__ADS_1
“Apa kau berencana pulang ke Indonesia?” Irene ingin tahu langkah Zivara.
“Aku akan menuntut Jason menikahiku, jika dia berselingkuh. Aku akan meminta mereka mengakhiri hubungan terlarang itu. Setidaknya sampai bayi ini lahir.”
*
*
*
Malam harinya Demian tidak biasanya menginap di Apartemen. Dia menceritakan kalau tunangannya sudah kembali ke bertugas ke Amerika.
“Jadi, bagaimana dengan bayi kita?” Irene menuntut kejelasan.
“Aku berikan ini, jangan temui aku lagi.” Memberikan satu koper uang tunai.
“Aku butuh ayah untuk anak ini, kenapa kau membayar rahimku!” Irene menarik kerah baju Demian.
“Jangan tidak sopan denganku,” mengurai cengkeraman tangan Irene.
“Jika kau tidak mau mengakui anak ini, setidaknya berikan status legal untuk kelahiran anak ini.” Tuntu Irene.
“Maaf, aku tidak bisa. Sebanyak apapun anak yang lahir diluar status pernikahan resmi. Tidak bisa memakai nama keluarga Zhan.” Demian menyodorkan koper berisi uang lagi.
“Apa kau pikir, membesarkan anak cukup dengan uang. Dia juga butuh keluarga utuh dan sosok orang tua yang lengkap.” Irene menghamburkan uang dalam koper.
“Aku menyesal pernah mengenalmu Irene. Kau mengecewakanku, sikapmu in membuatku menilai buruk dirimu! “ Demian mengkritik sikap arogan Irene yang tidak menghargai uang.
“Demian, aku mohon jangan tinggalkan aku. Ku mohon jangan pergi,” Irene bersimpuh di kaki Demian yang sudah berada di depan pintu.
“Terlambat, aku sudah muak dengan sikap pemarahmu. Sejak kau hamil, dirimu lebih emosional. Tidak seperti saat aku kenal dulu, jangan bertindak ceroboh. Ibuku bukan orang yang tanpa ragu menyingkirkan benalu.” Demian mengakhiri hubungan mereka.
*
*
*
Demian berat hati harus mencampakkan Iren yang tengah hamil. Dia sudah tahu kisahnya akan berakhir buruk, oleh karena itu dia memberikan sejumlah uang. Untuk menopang kehidupan Irene di masa depan. Lift sangat lama sekali pintunya terbuka, entah apa yang dilakukan di dalam sana. Demian hanya diam berdiri, ingin melihat wajah orang iseng dalam lift itu.
“Ibu-Jason, apa yang kalian lakukan di dalam lift ini. Lalu kenapa kalian berciuman dan berpelukan?” Demian bagai tersambar petir, ternyata ibunya berselingkuh dengan Jason.
“E-a aku sedang berkunjung di apartemen Jason. Bukan begitu Jason,” tertangkap basah oleh anaknya sendiri.
“Dasar lelaki penggoda,” Demian mendaratkan pukulannya di wajah Jason.
Bug, bag, bug brakkk.... Demian melayangkan bogem mentah berulang kali. Mei Chuan hendak melerai perkelahian. Namun ia urungkan jika ada yang mengenalinya. Dia hanya berusaha menenangkan amarah Demian yang menghajar kekasih gelapnya.
__ADS_1