LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
15. PAMIT PERGI


__ADS_3

***


Didalam mobil sudah dipenuhi koleksi bunga yang dipilih Diandra, Hansen tersenyum tipis melihat Diandra berbinar-binar menatap bunga yang cantik.


*Bukankah kau akan bertambah sibuk bila merawat bunga, ingatlah belajar itu tetap yang utama. Jangan sungkan bilang kepadaky kalo kau membutuhkan pertolongan pelayan lain. *


"Saya akan mengatur waktu sebaik mungkin, Tuan muda terimakasih atas perhatiannya. "


*Jangan keras kepala, aku ingin semua berjalan dengan baik. Jadilah perempuan yang menurut ketika lelaki sedang berusaha melakukan hal baik untukmu. Cup. * Hansen mengecup pipi kanan Diandra.


Sopir yang sedang mengemudi melirik dari kaca sepion, melihat tingkah tidak wajar majikannya tersebut. Hansen yang menyadari mengatakan kepada sopir agar fokua mengemudi. Diandra tertunduk malu tak berdaya atas serangan bebas dari Hansen (wajarlah gaes cowo agresif main nyosor-nyosor mulu,jomblo bersabarlah).


*Kapan Ujian Basis Nasional-mu? * Hansen mangalihkan topik.


"Kurang lebih Tiga bulan lagi Tuan Muda. Minta do'anya agar dari tahap awal sampai akhir diberi kelancaran. " Diandra menjawab sedapatnya.

__ADS_1


*Tentu saja, jika kau mau cuti atau butuh sopir mengantar pergi katakan padaku. Maafkan aku minggu depan akan pergi keluar kota. *


"Berapa lama Tuan akan pergi, kapan kembali ke Surabaya? " Diandra menoleh ke Hansen.


*Paling cepat Dua minggu, harus ada audit kinerja. Pabrik di Sidoarjo tergolong besar karena cakupan ekspornya sampai Tiga Benua. Bila terjadi kesalahan akan berakibat fatal. Dan imbasnya nasib karyawan. Hufffttt.* Nafas berat Hansen seperti kelelahan.


"Tuan istirahatlah, setelah tiba dirumah nanti saya bangunkan."


Hansen lantas merebahkan badannya & meletakkan kepalanya dipundak Diandra. Tangan reflek Diandra memijit pelan-pelan sehingga Hansen tertidur pulas sampai dirumah.


***


"Cobalah malam ini disini, aku tidak punya saldo rindu untuk Dua minggu kedepan. "


Deg!! (Jantung Diandra kembali tidak normal berdegub kencang).

__ADS_1


*Maksud tuan muda apa? saya belum paham.


"Duduklah disebelahku!" menepuk bagian ranjang yang kosong.


Karena Dua minggu Hansen pergi sangat sulit bagi pasangan yang sedang jatuh cinta. Anehnya Diandra yang sudah sering mendapat perlakuan manis dari lawan jenis memang tidak peka.


"Tidurlah disini, aku tidak akan berbuat aneh-aneh ketika mabuk. hump! Hansen keceplosan.


*Jadi tuan muda ya yang membuat tanda merah dileherku itu? Ah.... tuan muda kenapa kau usil sekali!!! Aku jadi malu diejek orang yang melihatnya.* Diandra menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


Diandra memikul tubuh Hansen dengan bantal, akhir saling membalas terjadilah perang kayak Tujuhbelasan agustus. Malam semakin larut akhirnya mereka mengantuk dan tidur. Pagi harinya Hansen sudah tidak mendapati Diandra disampingnya. Lalu bergegas mandi & bersiap-siap.


Sebuah pesan dikirim Hansen untuk Diandra:


(Lain kali jangan pernah pergi ketika aku masih tidur! Sapa aku atau cium dulu begitu aturannya. Setelah aku kembali habis kau akan menerima hukuman!)

__ADS_1


Diandra yang ketakutan pun menempel pada tembok, akan jadi apa dia setelah majikannya kembali berdinas. Saat ada pelayan tambahan Diandra sudah tidak makan semeja lagi dengan majikannya. Hal ini agar tidak menimbulkan prasangka buruk. Sopir membawa Hansen pergi dari Surabaya menuju Sidoarjo. Diandra merasa sedih karena inilah pertama kali berpisah dengan Hansen. Diam-diam Diandra mengirim pesan intuk majikannya agar menjaga kesehatan & semua urusan berjalan lancar. Rasa rindu itu dimulai pagi ini.


__ADS_2