
***
Pagi ini perawat pamit karena kondisi Diandra sudah normal sediakala. Hansen meminta pelayan perempuan dirumahnya menemani Diandra perawatan. Sontak mereka bahagia kapan lagi bisa memanjakan diri.
"Kalian harus ingat selain menemani Nona Diandra perawatan. Jangan biarkan dia melewatkan salah satu treatment dalam daftar ini. Kalian boleh ikut menikmati perawatn juga. Aku titip pacarku baik-baik."
*Siap tuan muda. Terimakasih atas kemurahan hati tuan muda. * Pelayan wanita bergembira.
"Sayang, selamat atas kesembuhanmu. Nikmatilah harimu ini dan manjakan dirimu. Ingat tidak ada yang gratis, kau masih ingatkan. " Hansen mulai menggoda Diandra yang memerah pipinya.
***
Supir mengantarkan Diandra ditempat perawatan tubuj khusus wanita terlengkap di Surabaya. Sudah ada Irene menunggu disana ternyata
"Nona Diandra selamat datang, hari ini saya akan menggantikan tuan Hansen disini. "
Ternyata Hansen mengirim Irene untuk mengarahkan penampilan Diandra. Jika Diandra sendirian pasti canggung & takut datang ketempar mewah & mahal ini. Tahap demi tahap Diandra nikmati bersama pelayan-pelayan perempuan. Irene dengan sabar memberikan arahan pada terapis agar cocok ditubub Diandra.
***
__ADS_1
Hansen sudah pulang kerumah tapi Diandra belum pulang juga, Irene memberitahukan kalo hari ini Nona Diandra berubah total penampilannya. Hansen kelelahan mondar-mandir akhirnya ketiduran diruang tamu. Terdengar suara mobil berhenti membangunkan Hansen yang terjaga. Dibukanya pintu lebar-lebar. Pelayan masuk satu per satu sambil memberi salam & ucapan terimakasih.
"Dimana Nona Diandra? " Tanya Hansen penasaran.
*Nona Diandra sedang berbincang didalam mobil dengan sekertaris Irene, tuan muda.* Jawab salah satu pelayan.
Dari arah belakang Diandra menghampiri Hansen lalu mencium pipi kekasihnya sambil berjinjit.
"Sayang, terimaksih sudah merubahku & teman-temanku. Apa kau suka? " Tanya Diandra polos.
Oke fixed, Hansen diam melotot bak orang ****. Dia mendapati Diandra berubah total dari kampungan menjadi elegan.
Hansen menoleh kearah Irene dan mengacungkan dua jempol, sambil berkata besok ambil bonus & cutimu.
Tanpa basa-basi Hansen menarik tangan Diandra mengajaknya ke garasi mobil. Memperlihatkan tumpukan paket besar-besar. Mulailah Diandra membukanya satu persatu. Penuh Haru Diandra membuka ternyata isinya bermacam-macam ada yang berupa makanan, baju, perhiasan, komestik, baju, aksesoris & boneka. Semua yang tidak pernah Diandra dapatkan.
"Tuan Hansen, semua ini boleh aku bagi kepada teman-temanku? "
*Hanya beberapa yah, Karena aku memilihnya khusus untukmu. Apa kau menyukai semua ini? *
__ADS_1
"Tentu saja tuan muda. " Nampak Diandra kegirangan.
*Peluklah aku dan tunjukan cara berterimakasih dengan benar.*
Diandra mencium pipi kekasihnya, karena gerakan Diandra yang lama akhirnya Hansen yang menyerang. Setelah puas berciuma bibir cukup lama akhirnya mereka kembali keatas. Hansen yang sudah berganti pijamas lalu tidur dengan kedamian. Diandra membersihkan diri dan memakai pijamas yang senada juga.
"Tuan Hansen, terimakasih banyak untuk hari ini. "
*Iya sayang, sini aku peluk biar tidurmu nyanyak. *
Diandra mulai tidur didalam dekapan hangat kekasihnya. Siapa sangka gadis miskin bisa berubah cantik sempurna. Yah begitulah hebatnya cinta mampu merubah seorang pria. Hansen mulai menyadari bahwa setiap wanita berhak cantik. Sekarang dia bangga memiliki kekasih yang cantik hati & raga.
"Sayang, bangun ini sudah pagi. Aku akan menyiapkan baju kerjamu. "
Hansen memang ingin bermalas-malasan dirumah agar bisa bermanja-manja dengan Diandra.
*Hari ini datanglah kekantor bawakan aku makan siang. Kau yang masak! *
"Baik tuan muda hehehe"
__ADS_1