
°°°
Hansen mengambil barang dari nakas lalu diberikan kepada Diandra sebuah kotak perhiasan.
"Andara Diandra Anastasia maukah kau menjadi Nyonya Johansen Jung Wijayakusuma ?" Hansen berlutut didepan Diandra.
"Aku.... aku apakah sedang bermimpi tadi aku tidurkan. Sayang bangunkan aku! " Diandra menepuk kedua pipinya.
"Cih Aku serius, eh limarius ini lihat ada 5 cincin berlian kau bisa memakai semuanya kalau suka."
"Jadi tadi wawancara lamaran ya?"
"Memang iya? Kenapa protes tidak romantis? Kau tahu tidak di Dunia ini hanya kau wanita yang dilamar sambil digendong seperti bocah." Hansen berdiri lagi.
"Aku bisa apa? Kau juga yang menawarkan diri."
"Kau terima aku tidak? Sekarang aku sudah jadi CEO bukan lagi WAKIL CEO."
"Kenapa kau yang kesal sich, sayang apa kata-katamu tadi serius? Saat menaiki tangga. "
__ADS_1
"Hih ya Tuhan tidak percaya banget sih sama aku. Kugigit telingamu ya biar tidak tuli." Hansen menggigit telinga Diandra gemas.
"Ah sayang ampun, kemarikan cincinnya biar aku lihat."
"Kalau cincin saja cepat sekali, giliran aku meminta jawaban sengaja lupa. Apa aku ini kurang kredibel ya jadi suamimu?"
"Untuk apa kau menunggu jawabannya sedangkan kau sudah berniat memiliku sejak awal weeekk." Diandra melompat diatas ranjang sambil memasangkan cincin dijarinya.
"Apa kau suka? Aku memilihnya sendiri."
"Sayang kau tahu yang aku minta bukanlah cincin berlian mahal seperti ini. Aku sudah memakainya semua kau lihat?" Memamerkan jari yang terpasang cincin.
"Aku hanya takut kisah Ryan, Marco, Namira & Laura atau kisah buruk tentang pernikahan terjadi padaku. Sebenarnya aku taku menikah, karena cobaan yang datang pasti berat. Aku hanya ingin jadi satu-satunya wanita yang berkuasa atas dirimu. Maaf kalau aku serakah."
"Kemarilah gadis bodoh, bukankah tadi aku bilang masa lalu kita lupakan & maafkan. Untuk apa aku mempersiapkan diri begitu matang kalau hanya main-main. Aku serius kita akan menikah membina rumah tangga. Aku mencintaimu melebihi cintamu kepadaku." Hansen memeluk tubuh Diandra.
"Maaf jika aku terlalu banyak kawatir karena lelaki akan mudah tergoda wanita saat mulai bosan dengan istrinya."
"Aku pria berpendidikan tinggi & bermartabat. Tubuhku bukan untuk dijajakan atau dinikmati sembarangan. Kau juga ya kedepan lebih berhati-hati apalagi karirmu semakin Bagus."
__ADS_1
"Sayang, aku berencana berhenti menjadi selebritis ketika menikah. Aku ingin mengurus kau & bayi kita kelak, apa kau keberatan?"
"Tentu saja aku keberatan sayang, kau belajar di Korea apa tidak sayang hanya mengurus rumah tangga saja?"
"Karir bisa dikejar kapan pun walaupun dengan jalan yang lain. Tapi menjadi istri & ibu yang baik itu berlaku sekali seumur hidup. Aku tidak ingin nasib anakku sepertiku."
"Benarkah yang kau katakan ini?"
"Iya."
"Aku sangat senang mendengarnya sayang, kedepan aku lebih bersemangat bekerja untuk keluarga kita. Sebenarnya aku kawatir mengatakan untuk kau berhenti berkarir. Lagipula aku masih mampu membiayaimu sebagai artis bukan hahaha."
"Sayang, kalau kita punya anak 5 bagaimana? Karena kau memberiku 5 cincin hahahah ."
"Sepertinya aku harus menyicilnya dari sekarang bagaiaman?" Hansen membuka kancing baju Diandra.
"Hai aku hanya bercanda, hentikan ini sudah malam." Sembunyi didalam selimut.
"Heh setelah memancingku tidak tanggungjawab ya kau ini." Hansen ikut menyusup didalam selimut.
__ADS_1
Mereka berdua bergumul dalam selimut itu. Fajar tiba barulah mereka berhenti tertidur pulas.