
***VILLA***
Dari semak-semak Javier melihat ada seseorang yang lebih mirip paparazi.
“ Diandra, ada paparazi yang mengikutiku. Dia akan mengambil gambar wajahmu. Sembunyikan wajahmu kedalam matelku” menenggelamkan kepala Diandra.
Javier bersembunyi dibawah pohon, lalu mengirim pesan ke asisten Park. Dia memberitahukan posisinya sedang bersama Diandra. Takutnya si paparazi itu akan membuat berita negatif.
Asisten park bersama rombongan kantor itu menciduk paparazi.
“Baaaaa ketangkap kau dasar penguntit” memegangi pundak stalker tersebut.
Senior Song dengan cekatan merapas kamera yang digunakan untuk mengambil gambar.
“Tunggu apalagi senior Song, saatnya kita kuliti orang seperti ini” bujuk Nampin.
“Lebih baik kita bawa orang ini kedalam villa, lalu kita adili disana” asisten Park menyeret orang tersebut.
Dibawalah masuk ke kamar tamu itu. Stalker itu memakai serba hitam agar penyamarannya sempurna. Setelah dipastikan aman Javier & Diandra masuk ke villa juga.
“Hyung, lihat aku menangkapnya kali ini” menoyor kepala stalker karena kesal.
“Sekarang buka penutup kepala & mulutnya” perintah Javier.
Satu per satu penutup kepala, kacamata, masker mulut & jaket hitam. Tak diduga ternyata seorang perempuan tomboy.
“Katakan padaku, kau dari majalah gosip apa? Javier mengintrogasi”
Masih diam & menunduk tak bergeming sedikitpun.
“Kemarikan kameranya, aku ingin melihat isi fotonya” mengulurkan tangannya ke senior Song.
“E.... Silahkan” menyerahkan kamera dengan hati-hati.
Dibukanya isi kamera tersebut, ternyata isinya tentang Javier semua. Javier mengambil kartu memori dari kamera. Dan melemparkannya ketubuh stalker tersebut.
Hap.... Tertangkap selamat tidak menyentuh lantai.
__ADS_1
“Tolong kembalikan kartu memori tersebut. Aku hanya dibayar sesorang ups” keceplosan stalker tersebut gelagapan.
Semua orang yang berada diruangan tersebut mengelilinginya. Perasaan takut seolah-olah akan dimangsa.
Bagaimana ini, rasanya aku mau memakai jurus menghilang saja. Sudah tertangkap & kartu memori disita. Hisss...... Gumam kesal stalker tersebut.
“Hai bisu ya, daritadi diam saja hiuw” gertak senior Song kesal.
“Disini ada tiga pria dan akulah yang paling tampan tapi sangat kejam. Jika kami melakukan hal yang buruk maka jangan salahkan kami. Kau takkan bisa keluar dengan nyaman nona” memegang daku gadis tomboy tersebut. 😊😊😊
“Aku akan menghubungi pengacara mengatur gugatan kepadamu” asisten Park sedang menyambungkan panggilan.
*
*
*
“Hallo pengacara Lee, ini asisten Park melaporkan dari villa. Tempat kami menginap saat ini. Sore ini kami menangkap paparazi. Dan kami juga sudah mendapat buktinya. Sasarannya adalah aktor Jung kita tercinta” penuh percaya diri menyampaikan beritanya.
“Baik, aku akan membuat tuntutannya segera. Setelah jadi makan aku akan mengirimnya melalui email resmi” tutu pengacara Lee.
“ Baik aktor Jung, biar aku & asisten Park yang mengaturnya. Saat ini kau tidak boleh stress berat. Serahkan kepada kami selaku tim hukum” pengacara Lee mencoba menenangkan klien istimewanya.
Di Korea sekalipun, Javier membuat ulah tidak pernah ada seorangpun paparazi yang berhasil mengambil gambarnya. Hal ini membuat Javier murka karena saat dia bersama Diandra hendak mengungkapkan perasaannya. Hal yang sangat merusak emosi tentunya. 🤪🤪🤪
“Kalau bisa tuntut habis-habisan perusahaannya, buat orang ini tidak diterima bekerja diseluruh Korea. Kalau perlu buat dia menyesal sudah menggangguku. Hancurkan saja citranya dipublik” Javier membanting kartu memori itu kelantai.
Dengan penuh amarah Javier pergi keluar kamar tamu itu. Saat itu Jenny kebetulan berpapasan dengan Javier. Melihat sorot mata elang yang membunuh. Lebih baik dia mengurungkan niat menyapanya. Awalnya Jenny hanya ingin menyampaikan kalau makan malam sudah siap. Para tamu diharap untuk bersiap diri. Karena akan diadakan upacara sembahyang untuk leluhur. Asisten Park mengejar Javier yang pergi itu dengan berlalu sambil memberi hormat kepada Jenny.
“Asisten Park, aku ingin bicara sebentar bo ....” belum menyelesaikan kalimatnya.
“Ma’af nona Jenny saat ini aku harus mengejar aktor Jung yang sedang marah besar. Dadah” melambaikan tangan untuk meninggalkan Jenny.
“Hemmb aneh sekali, pasti sedang terjadi suatu hal yang buruk” berbicara sendiri menatap asisten Park yang mengejar Javier.
Jenny masuk kekamar tamu setelah diijinkan masuk. Betapa kagetnya diruangan itu ternyata ada seorang wanita yang tidak asing. Wanita tomboy itu yang beberapa hari lalu mewawancarainya disebuah cafe.
__ADS_1
“Kau bukannya wartawan yang mewawancaraiku bukan?” Jenny menunjuk muka stalker itu”
“Kau mengenalnya? “Senior Song kaget.
Begitu pula dengan orang-orang yang berada dikamar tersebut keheranan.
“Kalau tidak salah kau bekerja di salah satu stasiun TV bukan? “ Jenny mencoba mengingat-ingat sosok gadis tomboy itu.
“Nona Jenny, dia adalah paparazi yang sudah banyak mengambil foto aktor Jung. Lihatlah aku memungut kartu memori ini dilantai. Tadi aktor jung membuangnya kesal” Devi menceritakan kejadian baru saja kepada Jenny.
“Oh pantas saja oppa sangat marah. Dia sangat benci kehidupan pribadinya di ekspos. Siapapun yang mencoba mengganggunya pasti berakhir mengenaskan membayar ganti rugi” lanjut Jenny mengecam.
“Nona Jenny, aku mohon belas kasihanmu” menyembah Jenny yang berdiri tepat didepannya.
“Apa kau tahu berapa banyak nominal yang oppa minta? Dia bisa membuat perusahaanmu masuk daftar hitam. Dan kedepan kau akan sulit memperoleh pekerjaan. Jadi kusarankan minta maaflah & serahkan semua konten yang kau miliki” gertak Jenny.
“Tidak nona, aku mohon jangan lakukan itu” memelas sambil memeluk kaki Jenny.
“Kau seharusnya tahu kalau aktor Jung bukan hanya mewakili Korea tapi dia juga mewakili wajah Korea. Oppa adalah aset negara, jadi kau harus tahu kode etik. Tidak boleh asal mengambil gambar tanpa ijin & mengikuti orang.” Jenny kesal dengan ulah paparazi.
Jenny mode marah & kesal karena liburannya dikuntit oleh media. Sebuah hal yang tidak menyenangkan bagi selebritis. Seolah-olah tidak memiliki privasi hidup. Mereka juga manusia biasa butuh merasakan hidup juga. Selayaknya manusia mereka juga memiliki perasaan. Kadang mereka juga harus berbohong didepan muka memasang senyum tawa yang ramah. Sedangkan tubuh & hati mereka tersiksa harus menjaga imej baik.
Satu per satu orang-orang keluar bergiliran meninggalkan Jenny & paparazi. Mereka yang tidak paham lebih memilih keluar ruangan tersebut. Daripada harus menguping hal sedang terjadi.
“Diandra, kau kenapa basah kuyup ?” tanya Nampin memperhatikan kondisi Diandra.
Diandra masih mengenakan mantel milik Javier. Brrrr .....bibirnya masih bergetar menahan dingin.
“Aku habis terjatuh kesungai, Aktor Jung yang menolongku. Sebaiklanya aku mandi & mengganti pakaianku. Rasanya sangat dingin, tapi nona Jenny masih disana bicara serius dengan paparazi itu juga” 😗keluh Diandra.
Terdengar suara omelan yang keluar dari mulut Javier. Asisten Park hanya pasraha mendengarkan nyanyian dari bos-nya tersebut.
Cih setiap kali ada masalah selalu aku yang kena. Padahal yang jadi aktor kan dia kenapa aku juga kena imbasnya. Memang artis papan atas kalau pergi tanpa pengawal juga repot begini. Guman asisten Park dalam hati. 🤨🤨🤨🤨
“Pokoknya aku mau pulang sekarang juga untuk mengurus gugatan” mode ngomel-ngomel. 😒😒😒😒
“Pengacara Lee sudah mengurusnya hyung, kita baru saja tiba disini. Setidaknya kita menginap dulu, perjalanan lumayan jauh. Akan sangat melelahkan. Ini belum puncah acara choseok.”
__ADS_1
“Jika kau ingin disini silahkan, seleraku sudah hilang! “
Benar-benar membuat orang tertegun ketika Javier marah. Seperti anak kecil yang merengek kepada orang tuanya. Siapa pun yanh melihat kejadian itu hanya mampu melipat bibir. Menahan polah lucunya Javier. Lebih imut dibalik peran-perannya yang maskulin.