LEPASKAN AKU,BOS 1

LEPASKAN AKU,BOS 1
83. APA ITU CHUSEOK ?


__ADS_3

****Duduk dikursi tepi sungai****


"Diandra, bolehkah aku bertanya?"


"Bertanya apa?"


"Selama kau menjadi wanita Hyung-ku apakah pernah kau jatuh Cinta?"


"Aku tidak tahu itu jelasnya, hanya saja aku selalu menuruti perintahnya. Selalu berusaha membuatnya puas dengan apa yang aku kerjakan. Beberapa kali aku pergi karena tidak tahan." Merunduk kebawah dengan tatapan kosong.


"Tidak tahan kenapa?" Penasaran.


"Dia tidak bisa menerima pendapat orang lain. Baginya apa yang sudah dia kerjakan maka itu sudah benar. Bahkan berlaripun masih bisa dikejarnya juga. Aku disini pun tidak lepas dari campur tangan Hansen. Dulu aku pikir beberapa bulan dia akan bosen denganku. Tapi dia nekat mengejarku sampai disini. Dia menganggap bersenang-senang dengan wanita adalah hal biasa. Tapi hatiku sakit melihatnya selalu mengulanginya terus. Kesalahan yang dilakukan secara sadar atau tidak. Dapat merubah perasaan yang ada."


Jleb.... Jawaban Diandra begitu menohok Javier. Selama ini Hansen bermain hanya untuk keperluan bisnis. Tidak seperti dirinya yang menikmati hidup dikelilingi banyak wanita. Javier merasa tidak pantas menginginkan Diandra lebih. Hatinya harus berhenti mengejar wanita ini. Dia pikir mendekati Diandra akan mudah. Mengingat pesonanya yang memikat bagi kaum hawa.


Tak dapat dipungkiri naluri Javier sebagai lelaki bergejolak ketika duduk disebelah Diandra. Tubuh moleknya seolah membuat mata Javier lapar. Kulitnya bak batu pualam tanpa bekas luka sedikitpun. Nampaknya selama di Korea Diandra memanfaatkan merawat diri secara maksimal. Entah apa sebabnya Hansen pergi ke Indonesia jika Diandra wanita secantik ini ditinggal begitu saja. Pasti ada hal yang disembunyikan. Javier semakin penasaran namun tiba-tiba Diandra beranjak dari kursi. Dia berjalan mendekat kearah sungai. Wajahnya bercermin pada permukaan air. Dari belakang Javier mengikutinya.


“Kenapa? Apa kau sedang bercermin diatas air? “Pungkas Javier didekat Diandra.


“Lihatlah air sungai ini sangat jernih seperti cermin.” Semakin merunuduk tubuhnya keatas permukaan air sungai.


Byurr....... Tubuh Diandra tercebur kesungai yang dalam. Javier melepas sepatu & mantelnya.


Blubub... Blubub..... Ah....... Javier berhasil mengangkat tubuh Diandra. Lalu merebahkannya diatas tanah.

__ADS_1


“Aish...... Kalau tidak bisa berenang jangan bermain didekat air. Bisa bahaya, lihat dirimu hampir saja mati tenggelam.”


Javier mendudukan tubuh Diandra sambil menepuk-nepuk punggung. Beberapa kali Javier mencobanya lagi agar air yang masuk kedalam tubuhnya keluar.


“Uhuk... Uhukkk.... ah sakit sekali. Hidung & kepalaku pusing sekali.” Kepalanya menyandar dipundak Javier.


Lalu memindahkan tubuh Diandra yang basah kuyup diatas kursi. Dia menggigil kedinginan, bibirnya pucat & bajunya basah. Tampak jelas belahan dada Diandra nemplak warna bra kuningnya. Mata Javier yang melihat itupun tak berkedip. Menyadari jika Javier menatap tubuhnya yang basah. Dia menyilangkan kedua tangannya.


“Oh ma’af tidak bermaksut demikian, aku hanya masih kaget saja. Pakailah mantelku ini agar hangat.”


“Terimakasih.” Memakai dengan sesegera mungkin.


“Naiklah kepunggungku, kau masih sangat lemah. Setelah dekat villa kau boleh turun. Aku tidak mau kau sakit, maka cepatlah naik. Setelah sampai billa biar teman-temanmu yang mengurusmu.” Javier berjongkok didepan Diandra seolah sudah siap menggendong.


Bagai adegan romantis dalam drama yang pernah ia bintangi sebelumnya. Untuk menarik perhatian wanita Javier sudah memiliki jam terbang yang sangat tinggi.


“Tapi jika kau lelah kau bisa bilang padaku. Jangan sungkan kepadaku, kali ini kau berhutang nyawa padaku. Ingat itu kau berhutang nyawa.”😆


Dengan begini kau akan mencari cara agar membalas Budi baikku. Memang nasib baik sedang berpihak padaku.


“Hatchuh...... “


“Kau bersin lihatlah, kita harus segera kembali ke villa ini. Ayo naik ke punggungku segera, aku takutkau jatuh pingsan disini.”


“Tidak usah, aku masih sanggup berjalan. Eh lihatlah apa yang dikerjakan orang-orang disana?” Menunjuk lokasi orang-orang yang sibuk.

__ADS_1


“Orang disini sedang memperingati hari chuseok/ panen Raya. " Jawab Javier.


*Chuseok/ hari panen Raya adalah sebuah festival panen utama dan hari libur nasional selama tiga hari di Korea Selatan yang dirayakan secara besar-besaran pada hari ke-15 bulan ke-8 kalender lunar/hitungan bulan. Seperti halnya kebanyakan festival panen lainnya di seluruh dunia, Chuseok dirayakan sekitar pertengahan musim gugur. Perayaan ini berupa pesta makan untuk mengucapkan terima kasih atas keberhasilan panen, sehingga juga disebut juga sebagai Hari Panen.


Hari sebelum dan sesudah Chuseok merupakan hari libur resmi di Korea Selatan. Di Asia Timur, perayaan ini bertepatan waktunya dengan perayaan serupa yakni Festival Musim Gugur di Tiongkok/ China dan Jepang. Festival ini secara historis berasal dari Festival Musim Gugur orang Tionghoa, yang terlihat jelas dalam praktik, makanan, dan cerita rakyat yang mirip di antara keduanya. Namanya juga masih serumpun hehehe." celoteh Javier.


"Biasanya mereka melakukan apa saja?" Diandra antusias mencari tahu.


"Di zaman sekarang, perayaan Chuseok merupakan kesempatan orang Korea untuk pulang ke kampung halaman untuk mengunjungi altar leluhur & menyiapkan sesajian. Di pagi hari, orang Korea melakukan penghormatan terhadap arwah leluhur dalam bentuk ziarah ke makam untuk merapikan tanaman (memotong rumput) dan tanah sekitar makam.


Sebagai keluarga juga menyediakan sesajian berupa buah, makanan & apapun yang disukai semasa hidup leluhur tersebut. Perayaan Chuseok juga merupakan kesempatan untuk berterima kasih kepada arwah leluhur. Makanan istimewa liburan Chuseok adalah kue Songpyeon dari tepung beras diisi kacang atau wijen. Malam sebelum Chuseok, semua anggota keluarga akan duduk bersama membuat songpyeon sambil melihat bulan Purnama." Jawab Javier sambil berjalan menyusuri rindangnya pepohonan.


"Aku ingin memakan kue itu? " Rengek Diandra.


"Apa kau mau tahu makna sebenarnya dari kue songpyeon itu? Javier menambahkan kepanikan Diandra agar penasaran.


"Setahuku kuenya enak saja seperti kue mochi." Dijawab dengan polos.


"Untuk pria lajang yang membuat kue tersebut hanya akan dikirimkan untuk gadis pujaannya. Aku bisa membuatnya untukmu."


"Hah aku?" Menunjuk hidungnya.


"Jika seseorang mencoba membuat songpyeon yang bagus.Ada mitos mereka akan mendapatkan pasangan yang cantik atau tampan.Pada hari Chuseok, orang-orang akan saling berbagi makanan dan minuman keras, dan bermain permainan tradisional. Di samping songpyeon, berbagai hasil kebun dan pertanian yang baru dipanen memenuhi meja makan, antara lain wijen, kedelai, kacang merah, chestnut, dan kurma cina.Permainan dan kesenian tradisional diadakan beramai-ramai dan meriah, seperti sonori (permainan sapi), geobuknori (permainan kura-kura), ganggangsullae (tarian melingkar) dan ssireum (bergulat)." Javier sangat fasih menjelaskan seperti reporter berita profesional .


Prokk.... prokkk.... Diandra memberikan pujian atas kepiawaian Javier menerangkan secara detail.

__ADS_1


"Pantas saja kau jadi aktor terhebat, ternyata kau sangat menguasai kebudayaan Korea." Pujian Diandra untuk Javier.


"Ah sudahlah, menghafal naskah adalah bagian dari pekerjaanku. Agar peran yang aku mainkan sempurna. Kita sudah dekat villa, kuharap nanti malam kau tidur lebih awal. Besok aku akan mengajakmu pergi pagi-pagi sekali." Imbuh Javier.


__ADS_2