
°°°
____Meja makan___
"Hahahaha.... Bu sudahlah jangan membuat ayah jengkel. Ayah bagaimana kalau sore nanti kita main golf atau tenis. "
"Aku ingin meninjau mesin yang baru tiba di Pabrik. Sepertinya tekhnologinya canggih jadi kita akan merekrut karyawan asing."
"Terkadang ironi juga, saat pengusaha mendatangkan pekerja asing yang keterampilannya memang kompetibel. Disisi lain pekerja kita belum memenuhi syarat potensial."
"Anda banyak generasi muda mau belajar & memperluas pengalaman mereka pasti tidaklah sulit. Tapi sekali lagi budaya setiap berbeda."
"Menurutku bertindaklah sebagai pengusaha yang mengikuti perkembangan. Jika manusianya memang tidak mau berusaha maka kalah dalam hal kompetisi harus diterima. Suamiku, kau sudah mengambil langkah yang tepat."
"Terimakasih istriku, atas pengertianmu. Tapi jika aku membayar karyawan sangat memberatkan beban pengeluaran perusahaan. Oleh sebab itu aku menyetujui ide Hansen mendatangkan mesin-mesin baru." Menoleh putranya yang melamun.
"Nak.... apa yang kau perhatikan?"
__ADS_1
"Hansen, apakah kau sakit?"🙂
"Ah.... maafkan aku, bunga anggrek milik ibu sudah mekar sempurna Bagus sekali." Masih menatap bunga anggrek.
"Oh bunga anggrek itu, ibu memperolehnya dari Malang. Ayahmu yang membawakannya, padahal ibu hanya minta satu. Tapi kau tahu ternyta dia membawa banyak sekali."😁
"Ibu sangat beruntung ayah sangat perhatian walaupun sibuk."😊
"Aku hanya memiliki seorang istri & satu-satunya ibu dari anak-anakku. Jadi kelak kau harus berbuat baik kepad istrimu juga."
"Dengarkan nasehat ayahmu, jika kau suka bawalah kerumahmu. Bunga anggrek adalah lambang kesabaran, ketelatenan & kesuksesan. Dia mekar dengan lama yang berarti kejayaan & keabadian. Aku akan mengemasnya untuk kau bawa pulang."
"Jangan menolak pemberian orang tua, ibumu memberikannya karena merawat bunga itu penuh kasih sayang & harapan. Itu bisa menjadi doa untukmu. Kau adalah putra yang dia banggakan."
"Baik ayah,kalau begitu aku akan membantu ibu."
Bunga anggrek adalah kesukaan Nyonya Wijayakusuma. Walaupun tidak beraroma Wangi tapi kecantikannya abadi. Bahkan laki-laki juga banyak yang mangagumi bunga ini.
__ADS_1
"Nah akhirnya sudah selesai juga, saatnya menaikkan kedalam mobil. Pak Hanafi tolong bantu aku masukan kedalam mobil Hansen." Menyuruh Pak Hanafi untuk menganhkat pot.
"Ibu terimakasih banyak atas bunga anggrek yang cantik ini. Rumahku pasti akan lebih Indah dengan bunga pemberianmu ini."
"Rawatlah dengan baik bunga ini, jika kau menemui kesulitan tanyakan pada ibu. Jangan sungkan-sungkan."
Mengantar putranya sampai ke mobilnya. Tuan Wijayakusuma turut mengantar putra sulungnya juga.
"Tak terasa putra sulung kita sudah dewasa, dia begitu mandiri hingga teman seusianya sudah memiliki anak. Tapi dia masih berharap kekasihnya kembali padanya." Tuan wijayakusuma menatap mobil hansen yang mulai menghilang dari halaman mereka.
"Aku merasa dia akan menjadi suami yang baik. Kabarnya Hansen mengikuti kelas rumah tangga."
"Benarkah?"🤔
"Iya benar, mungkin dia sudah memikirkan berumah tangga. Suamiku pernahkah olehmu terpikir untuk menjodohkan Hansen dengan salah satu Putri rekan bisnismu? "
"Jangan ada perjodohan, Hansen adalah anak yang penurut. Selama ini dia banyak mengambil keputusan yanh tepat. Aku rasa pilihannya tidak akan salah. Jangan sakiti perasaan putramu, kita menikah juga tanpa perjodohan."
__ADS_1
"Oh maafkan aku suamiku, aku hanya kawatir putra teman-temanku yang seusia Javier sudah menikah. Sedangkan Hansen 5 tahun lebih tua usianya."
"Istriku,menikah bukanlah perlombaan. Banyak yang menikah muda tapi tak sedikit juga yang gagal. Tidak ada istilah nikah telat yang ada waktu yang tepat."