
***
Nyonya Wijayakusuma bertolak ke Korea karena 4 bulan lagi Javier selesai tugas Wamil. Hansen juga akan menemani ibunya sekaligus menjenguk adik & kekasihnya. Mereka berdua membawa rindu untuk orang-orang terkasihnya. Hansen sudah mengabari kekasihnya kalo akan berkunjung ke Korea. Karena intensitas komunikasi yang baik tidak sulit bagi Hansen tau tempat tinggal & jadwal kekasihnya. Nyonya Wijayakusuma & Hansen datang menjenguk Javier di Asrama lalu kembali ke Mansion istirahat.
" Ibu hari ini aku akan pergi keluar mengunjungi teman, mau pesan sesuatukah? " Tanya Hansen.
"Tidak ada, nanti ibu ada kunjungan di Yayasan yang dikelola bibi Han. Ada sedikit donasi untuk anak-anak disana. Pergilah & bersenang-senanglah."
Hansen berangkat dengan sopir & asisten Javier menuju asrama Diandra. Saat Hansen datang kebetulan ada Devi yang berada di asrama tersebut. Dengan kegirangan dia menyuguhkan hidangan sehingga penuh meja tamu. Lalu Devi membawa Diandra untuk menemui tamunya tersebut. Diandra dengan semangat berlari menemui kekasihnya.
__ADS_1
Brakkk.... suara pintu terbuka. Seorang lelaki tampan berdiri didepan jendela dengan mantel panjang & syal dileher. Sopir & asisten duduk sambil menikmati hidangan.
"Tuan muda Hansen, benarkah ini kau bukan mimpi? " Diandra mendekat dengan mata berkaca-kaca.
"Iya Diandra ini nyata, dimana kamar tidurmu? Punggungku sakit setelah melakukan perjalanan jauh. Bisakah aku rebahan sebentar saja." Hansen dalam mode memelas.
Diandra menunjukkan kamarnya di asramanya, kasur lantai & selimut usang, ruangan yang sempit serta pengap. Beberapa alat elektronik yang tua & mulai rusak. Tubuh Diandra yang kurus membuat baju yang dikenakan tampak kedodoran. Hansen hanya duduk dan mulai berbicara dengan kekasihnya.
Deg ...jantung Diandra kaget.
__ADS_1
"Maaf sayang, sejak aku tinggal di asrama tidak berani membeli barang baru karena teman asramaku sering meminjam barang-barang punyaku. Bahkan bahan makanan yang q siapkan kadang diambil. Aku hanya memakai baju beberapa potong karena dia meminjamnya juga untuk pergi berkencan. Aku tidak berani. Kadang dia bersikap kasar kalo q menolak."Diandra berbicara menunduk.
"Bawa aku kekantor bos-mu, namanya tuan Kim Bukan?" Tanya Hansen.
Setelah 1 jam Diandra menunggu diluar akhirnya dia dipersilahkan masuk oleh Tuan Kim. Hansen menjelaskan kalo Diandra adalah pacarnya yang sedang mencari jati diri. Agar diberikan hak pindah tempat tinggal karena alesan pribadi. Tuan Kim menyanggupi karena semua biaya akan ditanggung Hansen pula. Diandra sangat terkejut karena keputusan itu tanpa diskusi sebelumnya. Tapi Diandra percaya kalo Hansen melakukan yang terbaik tanpa alasan. Hansen pamit agar membawa Diandra segera pindah secepatnya.
"Sayang apa ini tidak berlebihan? " Diandra penasaran.
"Aku lebih tidak tenang melihatmu belajar & tidur ditempat yang kumuh. Bawalah apa yang penting saja. Aku akan menyuruh asisten mencarikan apartemen untukmu. Dan kita pergi berbelanja beberapa kebutuhanmu."
__ADS_1
Diandra tidak sempat berpamitan dengan teman asramanya. Karena Hansen membawanya cepat pergi pindahan. Dalam mobil Diandra tertidur dalam pelukan Hansen yang sibuk memainkan ponselnya. Hansen sangat menyayangi Diandra, sehingga ia ingin memberikan yang terbaik untuk kekasihnya.
Asisten sudah mengabarkan Diandra bisa langsung pindah di apartemen hari ini, barang-barang sudah masuk. Letaknya tidak jauh dari tempat kerja Diandra .